Driver Ojol Semarang Dikeroyok saat Antre BBM di SPBU Dapat Donasi Rp43 Juta

Driver ojol yang menjadi korban pengeroyokan saat antre SPBU di Semarang mendapat donasi dari para dermawan.

 Ardian Kurniawan Santosa saat memberikan donasi kepada driver ojol di Semarang yang jadi korban pengeroyokan, Hasto Priyo Wasono, Rabu (28/9/2022). (Solopos.com-Istimewa/Ardian Kurniawan)

SOLOPOS.COM - Ardian Kurniawan Santosa saat memberikan donasi kepada driver ojol di Semarang yang jadi korban pengeroyokan, Hasto Priyo Wasono, Rabu (28/9/2022). (Solopos.com-Istimewa/Ardian Kurniawan)

Solopos.com, SEMARANG — Nasib baik mendatangi pengemudi atau driver ojek online (ojol) di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), yang mengalami pengeroyokan saat antre BBM di SPBU. Driver ojol bernama Hasto Priyo Wasono, 54, warga Pedurungan, itu memperoleh donasi dari sejumlah donatur Rp43 juta.

Koordinator donator, Ardian Kurniawan Santoso, menjelaskan uang donasi itu berasal dari dirinya dan juga berbagai komunitas sosial seperti Gerbang Sedekah, Gerak Menebar Kebaikan, Peduli Sesama, Sahabat Indah Peduli, Gerakan Semangat Sedekah, Saling Berbagi, dan Perawat Peduli Palembang.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Uang donasinya diamanahkan ke saya untuk diberikan ke Bapak Hasto,” ujar Ardian kepada Solopos.com, Rabu (28/9/2022).

Ardian mengaku dirinya bersama komunitas lainnya merasa prihatin dengan kejadian yang menimpa Hasto. Hasto menjadi korban pengeroyokan dua orang saat antre BBM di SPBU Jalan Brigjend Sudiarto Nomor 264, Pedurungan, Kota Semarang, Sabtu (24/9/2022) sore.

“Alasan saya membuka donasi karena kasihan melihat beliau. Kemudian, saya mencari informasi soal alamat rumah beliau di Kota Semarang,” jelas Ardian.

Baca juga: Rekan Jadi Tersangka Pengeroyokan, Ratusan Driver Ojol di Semarang Gelar Aksi

Ardian kemudian berkunjung ke rumah Hasto di Pedurungan, Kota Semarang, dan menyerahkan donasi tersebut pada hari Rabu. Meski demikian, Hasto hanya menerima setengah dari donasi yang terkumpul, sedangkan sebagian lagi diminta untuk diberikan kepada anak yatim, kaum duafa, dan rekan-rekan ojol lainnya.

Menurut Ardian, kondisi Hasto pasca-peristiwa pengeroyokan itu sudah membaik. Meski demikian, luka memar di wajah dan hidung pria berusia 54 tahun itu masih terlihat.

Hasto juga belum berangkat kerja menjadi ojol seperti sebelumnya. Hal itu dikarenakan dirinya masih merasa sakit dan trauma.

Baca juga: Pelaku Pengeroyokan Ojol di Semarang Meninggal, Polisi Tetapkan 3 Tersangka

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, pengeroyokan yang menimpa driver ojol di Kota Semarang ini berujung kematian salah seorang pelaku. Pelaku pengeroyokan meninggal dunia setelah dikeroyok massa yang beberapa di antaranya merupakan rekan Hasto sesama ojol di kawasan Nogosari pada Sabtu malam, sekitar pukul 19.00 WIB, atau beberapa jam setelah peristiwa pengeroyokan terhadap Hasto.

Kasus kematian pelaku pengeroyokan driver ojol di Semarang itu saat ini ditangani aparat Polrestabes Semarang. Polisi juga menetapkan beberapa orang sebagai tersangka atas kematian pelaku pengeroyokan driver ojol di Semarang itu.

 

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Lindu Aji Championship Kembali Digelar, 50 Fighter Siap Berebut Uang Rp250 Juta

      Kejuaraan bela diri Lindu Aji Championships akan kembali digelar di Kota Semarang pada 10 Desember 2022 nanti.

      Jelang Tutup Tahun, DPRD Kota Semarang Desak Pemkot Kebut Proyek Infrastruktur

      DPRD Kota Semarang mendesak OPD Pemkot Semarang segera menyelesaikan rencana pembangunan infrastruktur menjelang berakhirnya tahun 2022.

      Komisaris KAI Dukung Penataan Stasiun Cepu yang Sudah Berusia 120 Tahun

      Penataan Stasiun Cepu menyasar perluasan lahan parkir, pembangunan shelter UMKM, dan fasilitas penunjang lainnya.

      Firasat Ayah Korban Kecelakaan Bus di Sarangan, Sempat Mimpi Dirikan Tenda

      Ayah korban meninggal dunia dalam kecelakaan bus asal Semarang di Jalan Raya Sarangan sempat memiliki firasat buruk yang diperoleh dari mimpi.

      Salatiga Digoyang Gempa, BPBD: Ada 2 Sesar Aktif

      BPBD Kota Salatiga menyebutkan adanya dua sesar aktif yang bisa memicu terjadinya gempa di Kota Salatiga.

      Hadiri Kirab Pusaka HUT Blora, Mangkunagoro X Beri Tombak

      Selain menghadiri kirab, Mangkunagoro X juga menandatangani kerja sama dengan Pemkab Blora untuk pengembangan kebudayaan.

      Kesaksian Warga Manyaran Semarang Selamat dalam Kecelakaan Maut Bus di Sarangan

      Berikut kesaksian warga Manyaran Semarang yang selamat saat menumpang bus yang terlibat kecelakaan maut di Jalan Raya Sarangan.

      Pasutri Semarang Meninggal Kecelakaan Maut Bus di Sarangan, Anak Cucu Selamat

      Korban kecelakaan maut bus wisata di Sarangan di antaranya merupakan pasangan suami istri (pasutri) asal Manyaran, Semarang.

      Kota Salatiga Raih Penghargaan I-SIM for Cities

      Penghargaan ini bukan untuk personal melainkan untuk masyarakat Kota Salatiga dan seluruh perangkat Kota Salatiga, Sekda, OPD, camat, lurah dan unit terdekat di masyarakat

      Air Sumur Warga Salatiga Sempat Panas, Diduga Aliran Lahar Gunung Merbabu

      Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Salatiga, Roy Anjar, menyebut saat ini sumur sudah kembali dingin dan normal.

      Bejat! Guru Ngaji di Batang Cabuli Bocah Berusia 6 Tahun

      Seorang guru ngaji di Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng), ditangkap karena melakukan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 6 tahun.

      Festival Kampung Singkong Salatiga, Sebuah Mimpi Bahagia

      Ketua panitia Toni Anandya Wicaksono mengaku bahwa kegiatan diselenggarakan pada 3-4 Desember 2022 itu adalah sebuah mimpi.

      Iriban, Tradisi Warga Desa Kenteng Kabupaten Semarang Bersihkan Sendang Desa

      Tradisi yang disebut dengan iriban itu bertujuan menjaga kebersihan Sendang Tlogo dan sebagai ungkapan syukur.

      Pemkot Semarang Jamin Biaya Perawatan Korban Selamat Kecelakaan Bus Sarangan

      Pemkot Semarang menjamin biaya perawatan korban yang luka-luka akibat kecelakaan bus pariwisata di Sarangan.

      Tiba di Semarang, Jenazah Korban Kecelakaan Bus Sarangan Langsung Dimakamkan

      Tujuh jenazah korban kecelakaan maut bus pariwisata di Sarangan, Jawa Timur (Jatim), langsung dimakamkan begitu tiba di Semarang.