Driver Gojek Sragen Tertembak Peluru Nyasar, Keluarga: Ini Murni Kesalahan Polisi
Ilustrasi penembakan. (Reuters)

Solopos.com, SRAGEN -- Keluarga Hendro Prasetyo menyesalkan tindakan polisi yang ceroboh melepaskan tembakan hingga mengenai driver Gojek asal Masaran, Sragen, itu pada Selasa (25/2/2020).

Kakak kandung Hendro, Suroto, menilai penembakan salah sasaran itu 100% murni kesalahan polisi. Karenanya dia mengatakan polisi harus bertanggung jawab penuh atas musibah yang menimpa adiknya.

Dia bersyukur polisi langsung membawa Hendro ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

"Saya dapat cerita soal kejadian yang dialami adik saya juga dari polisi yang saya temui di rumah sakit. Pada intinya, polisi mau bertanggung jawab," tegas dia kepada wartawan di rumahnya, Dukuh Kedusan, RT 015/RW 007, Desa Karangmalang, Masaran, Sragen, Rabu (26/2/2020).

Pahlawan Siswa SMPN 1 Turi, Kodir Kaget Dapat Rp10 Juta, Sudiro Sumbangkan ke Masjid

Jika polisi sampai tidak mau tanggung jawab, Suroto bertekad akan menuntut karena itu murni kesalahan polisi. Menurut Suroto, polisi sudah tahu bermain dengan tembakan itu taruhannya nyawa.

"Coba kalau peluru itu mengenai kepala tentu sangat fatal akibatnya. Polisi seharusnya tidak gegabah dalam mengambil keputusan untuk menembak," kata dia.

Seperti diberitakan, Hendro menjadi korban peluru nyasar polisi yang tengah mengejar mobil pencuri, Selasa (25/2/2020) malam.

Geger! 77 Siswa SMP Dipaksa Makan Kotoran Manusia oleh Seniornya

Hendro terkena tembakan di lengan dan peluru tembus ke bawah ketiak. Saat ini Hendro dirawat di RSUD dr. Moewardi, Solo.

Belum diketahui polisi dari mana yang mengejar pelaku pencurian hingga mengakibatkan insiden salah sasaran itu.

Menurut informasi di lapangan, polisi yang mengejar kawanan penjahat itu dari Boyolali. Kawanan penjahat yang berjumlah dua orang itu akhirnya dibekuk di Karangpandan, Karanganyar.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho