Driver Go-Jek Tak Lagi Bisa Pilih-Pilih Order

driver gojek, transportasi darat

Driver Go-Jek Tak Lagi Bisa Pilih-Pilih Order

SOLOPOS.COM - Rider ojol yang menggunakan Yamaha T-Max. (Instagram-@newdramaojol.id)

Solopos.com, SOLO—Manajemen Go-Jek terus melakukan inovasi untuk meningkatkan pelayanan. Di antara inovasi itu adalah sistem alokasi order terbaru.

Pada sistem yang baru, kedekatan dengan titik lokasi bukanlah satu-satunya parameter dalam pembagian order. Order yang dibuat oleh konsumen akan disebarkan kepada mitra yang berada pada radius tertentu.

“Kemudian, mitra yang paling rajin atau yang tidak pilih-pilih order, memiliki rating tinggi, berpeluang lebih besar untuk mendapatkan order tersebut,” kata Vice President Corporate Affairs Go-Jek Michael Reza dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/3/2019).

Michael mengatakan melalui sistem yang baru jumlah mitra driver yang berbuat curang menggunakan Fake GPS diyakini dapat dikurangi. Sistem baru ini juga secara tidak langsung membuat pengguna mendapat kualitas pelayanan yang lebih baik.

Manajemen Go-Jek, menurut Michael, memprioritaskan perbaikan kebijakan sistem suspensi. “Melalui sesi kopdar secara berkala, kami rutin berdiskusi dengan mitra driver aktif kami. Sesi-sesi kopdar selama beberapa bulan belakangan ini membahas mengenai kebijakan suspension sehingga dapat lebih mudah dipahami dan terkomunikasikan dengan baik,” kata dia.(Bayu Jatmiko Adi)

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Gubernur Ganjar: Pola Penanganan Pasien Covid-19 di Klaten Sudah Tepat

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menilai pola penanganan pasien Covid-19 di Klaten sudah tepat. Seperti pola penanganan pasien tanpa gejala.

Unik! Ajudan Kapolresta Solo Ini Punya Koleksi Puluhan Motor Antik

Ajudan Kapolresta Solo, Briptu Muhammad Faris Abid, memiliki hobi unik mengoleksi motor antik.

Mantap! Kampus di Salatiga Ini Beri Beasiswa Kuliah bagi Warga Terdampak Pandemi Covid-19

Beasiswa yang diberikan oleh Polibest adalah wujud kepedulian Polibest Salatiga di masa pandemi Covid-19 dalam upaya membantu lulusan SMA/SMK.

Pesisir Pantura Jateng Menolak Tenggelam, Ini Jurus Gubernur Ganjar

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menyebut sudah melakukan kajian tentang ancaman wilayah pesisir pantura tenggelam akibat penurunan muka tanah.

Terdakwa Kasus Penembakan Bos Duniatex Lukas Jayadi Divonis 10 Tahun, Izin Kepemilikan Senpi Dicabut

Lukas Jayadi, terdakwa kasus penembakan bos Duniatex dalam mobil Toyota Alphard pada Desember lalu divonis 10 tahun penjara oleh Majelis Hakim PN Solo.

Kecelakaan di Jl Solo-Jogja, Mobil Sedan Seruduk Truk

Musibah kecelakaan lalu lintas melibatkan satu unit truk dan satu unit mobil sedan terjadi di Jl Solo-Jogja, tepatnya di dekat Mebel Harto Jambu Kulon, Ceper, Klaten.

Orang tua Meninggal Kena Covid-19, 2 Anak di Mojolaban Sukoharjo Hidup dari Bantuan Donatur

Kisah tragis dialami dua bocah asal Mojolaban, Sukoharjo, yang menjadi yatim piatu karena orang tuanya meninggal akibat Covid-19.

Puluhan Petani Bawang Imogiri Mengeluh, Duit Penjualan Rp340 Juta Belum Dibayar Tengkulak

30 Petani bawang merah di Bantul mengalami kesulitan setelah yang hasil penjualan senilai Rp340 juta belum juga dibayarkan tengkulak.

Prediksi Guru Besar Undip: 50 Tahun Lagi Semarang Tenggelam

Guru Besar Undip memprediksi wilayah pesisir Semarang tenggelam dalam 50 tahun ke depan.

Agenda Menko Luhut di Sragen: Cek SOP Technopark dan Vaksinasi di Krebet

Rombongan Menko Marves direncanakan melihat standar operasional prosedur (SOP) yang ada di Technopark Sragen.

7 Alasan Kamu Harus Punya Kanopi di Rumah

Kanopi membantu menjaga kesejukan rumah serta menghalangi masuknya air hujan dan menjaga kebersihan. Selain itu berfungsi juga sebagai tempat parkir mobil semi tertutup.

Kapolda Sumsel Akhirnya Buka Suara Soal Sumbangan Rp2 Triliun Akidi Tio

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri, mengaku salah karena kurang hati-hati dan meminta maaf terkait sumbangan Rp2 triliun Akidi Tio.