Drama Karangan Bunga Sadis Sragen: Pengelola Arisan Online Bantah Nilep Uang Member
Tangkapan layar grup all member arisan By Wida. (Istimewa-dok. Mia Wida)

Solopos.com, SRAGEN – Mia Widaningsih, 19, pengelola arisan online By Wida membantah tudingan telah menggelapkan uang anggota yang berujung pengiriman karangan bunga bernada sadis pada pesta pernikahan kakaknya.

Wanita muda asal Dukuh Jetak, Desa Pringanom, Sragen, itu menegaskan justru ia mengalami kerugian hingga Rp450 juta dari arisan online yang dikelolanya sejak 15 Maret 2020. Kerugian itu didapat karena sejumlah member melarikan diri setelah menang arisan. Adapun uang setoran macet dari member yang telah memenangi arisan itu mencapai Rp245 juta.

“Saya sudah berusaha menghubungi mereka, tapi nomor saya malah diblokir. Akhirnya, saya harus menalangi uang untuk pemenang arisan berikutnya. Saya bayar pakai uang keluarga. Saya tombok banyak. Saya terpaksa menghentikan arisan karena tidak mau rugi terus. Tapi, saya punya iktikad baik untuk mengembalikan uang member melalui angsuran,” ujar Mia saat ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (20/1/2021).

Baca juga: Karangan Bunga Sadis Gegerkan Pesta Nikah Warga Masaran Sragen

2 Grup Arisan

Mia mengaku memiliki dua grup arisan online dengan jumlah anggota masing-masing 127 dan 147 orang. Akan tetapi, dari dua grup itu, hanya ada 55 orang yang aktif.

Setiap hari mereka membayar arisan yang dikelola dengan sistem menurun. Dengan sistem ini, jumlah setoran arisan dari masing-masing member tidak sama. Anggota yang menyetor arisan paling besar berhak menjadi pemenang pertama. Pemenang arisan berikutnya adalah member dengan setoran tertinggi kedua.

“Dapatnya arisan Rp300.000, Rp500.000, Rp1 juta, paling besar dapat Rp20 juta dan Rp25 juta. Itu pun baru 3-4 kali asokan [kocokan]. Kalau dibilang saya nilep uang arisan Rp1 miliar, itu tidak benar. Bagi saya uang Rp1 miliar itu banyak banget,” jelas Mia.

Baca juga: Syekh Ali Jaber Punya 3 Istri? Ini Penjelasan Keluarga

Dari 55 anggota aktif itu, Mia menjelaskan, tinggal 25 orang yang belum memenangi arisan. Mereka lalu menagih uang mereka kembali. Dalam hal ini, Mia mengaku sudah membentuk grup WA untuk melunasi uang anggota.

“Dari 25 member itu, nominal uangnya tidak besar. Yang 13 orang nilainya Rp22 juta. Saya cicil dari nominal yang kecil, tapi ada pula yang Rp700.000 ada yang Rp1 juta. Saya punya iktikad untuk melunasinya,” papar Mia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom