DPS Sudah Ditetapkan, Begini Strategi Josss dan Harjo di Pilkada Wonogiri 2020

Solopos.com, WONOGIRI — Setelah Komisi Pemilihan Umum Wonogiri menetapkan daftar pemilih sementara, paslon Josss dan Harjo mempunyai strategi masing-masing untuk meraup suara pada pilkada 9 Desember mendatang.

Pekan lalu, KPU Wonogiri telah menetapkan sebanyak 838.732 orang yang ditetapkan sebagai daftar pemilih sementara pilkada Wonogiri 2020.

Ketua Tim Pemenangan Koalisi Wonogiri Sukses atau Josss, Sriyono, meyakini bahwa saat ini masyarakat sudah bisa menilai seperti apa kinerja petahana, Joko Sutopo (Jekek) dalam memimpin dan membangun Wonogiri.

Seberangi Bengawan Solo Pakai Batang Pisang, Remaja Sambungmacan Sragen Tewas Tenggelam

Maka dari itu, ia dan tim pemenangan bakal mensosialisasikan apa yang sudah diperjuangkan Jekek saat ini. Di sisi lain juga akan disampaikan program apa saja yang akan dikembangkan lagi.

Warga Wonogiri, menurut dia, jauh lebih penting mengetahui program yang dijalankan dan digerakkan oleh Jekek. “Masyarakat bisa menilai, Wonogiri dulu seperti itu, sekarang seperti ini dan kedepan begitu. Jadi rakyat kami ajak bergerak aktif, salah satunya bergerak ke TPS,” kata Sriyono kepada wartawan di kantor DPRD Wonogiri, Rabu (16/9/2020).

Sriyono mengatakan, bagi petahana semua terukur . Bisa dilihat dengan perkembangan yang terjadi di Wonogiri dan program ke depan untuk Wonogiri.

“Kalau sudah paham dan sepakat ayo gerak bareng. Jadi rakyat tidak hanya dijadikan obyek, tapi juga sebagai subyek. Saya kira sekarang pemilih sudah cerdas,” ungkap dia.

Sriyono menegaskan, jika ada kekurangan yang dimiliki oleh petahana, pihaknya mengajak untuk bersama-sama membenahi kekurangan tersebut. Adanya kekurangan itu wajar, maka dari itu hal itu menjadi catatan yang akan dibenahi ke depannya.

Kaum Boro

Terkait banyaknya kaum boro di Wonogiri, menurut dia, pada dasarnya merupakan potensi besar dalam menyumbangkan suara. Namun pihaknya belum berencana melakukan antar jemput perantau. Karena masih pandemi Covid-19.

“Jika antar jemput bisa beresiko terhadap persebaran Covid-19. Terlebih terlebih kota-kota besar masuk zona merah,” ujar Sriyono.

Berbeda dengan Josss, kubu Harjo justru tidak ada strategi khusus yang dipersiapkan untuk menarik 838.732 orang yang telah ditetapkan sebagai DPS. Hal itu diungkapkan oleh Calon Bupati Wonogir dari Koalisi Wonogiri Bermartabat, Hartanto.

Santunan Kematian Covid-19 Solo: Baru 3 Berkas Lengkap, Dinsos Terus Kumpulkan Data

“Jumlah itu kan sudah masuk perantau. Kalau longgar mau pulang untuk memilih silahkan. Namun jika berhalangan tidak usah dipaksakan,” kata dia.

Bagi Hartanto, yang terpenting nanti proses pilkada di Wonogiri bisa terlaksana dengan aman, tentram dan nyaman. Dengan begitu, pilkada bisa menghasilkan pemimpin yang diridhoi oleh Allah. Sehingga bisa memunculkan pemimpin yang memimpin bijaksana.

“Tidak pilih kasih, tidak ada intimidasi, itu yang namanya pemimpin yang diridhoi Allah. Dengan begitu, bisa mengelola pemerintahan dengan baik. Kami ikut aturan yang berlaku saja, tidak usah macem-macem,” kata Hartanto.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya


Kolom