DPRD Wonogiri Minta Tindak Tegas Pengguna Jaring Keruk dan Branjang di WGM

DPRD Wonogiri tegas melarang penggunaan jaring keruk dan branjang di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri bisa merusak habitat ikan dan merugikan banyak nelayan ikan.

 Pimpinan DPRD  berbincang dengan wartawan pada Press Release Laporan Kinerja DPRD Wonogiri Juni-Agustus 2022 di ruang rapat Sekretaris Dewan DPRD Wonogiri, Senin (19/9/2022). (Solopos.com/Muhammad Diky Praditia)

SOLOPOS.COM - Pimpinan DPRD berbincang dengan wartawan pada Press Release Laporan Kinerja DPRD Wonogiri Juni-Agustus 2022 di ruang rapat Sekretaris Dewan DPRD Wonogiri, Senin (19/9/2022). (Solopos.com/Muhammad Diky Praditia)

Solopos.com, WONOGIRI — DPRD Wonogiri menolak keras penangkapan ikan menggunakan jaring keruk dan branjang di Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri.

Hal itu lantaran dapat merusak habitat ikan dan merugikan banyak nelayan ikan di WGM Wonogiri.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Pernyataan itu disampaikan para pimpinan DPRD Wonogiri pada acara Press Release Laporan Kinerja DPRD Wonogiri Juni-Agustus 2022 di ruang rapat Sekretaris Dewan DPRD Wonogiri, Senin (19/9/2022). 

Sebelumnya, para warga dalam ekosistem usaha perikanan di WGM Wonogiri mengaku resah dengan keberadaan nelayan yang menggunakan jaring keruk dan branjang.

Mereka meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri menindak tegas pada pelaku pengguna jaring keruk dan branjang. Terlebih sejumlah pelaku disinyalir merupakan warga luar Wonogiri.

Ketua DPRD Wonogiri, Sriyono, mengatakan DPRD Wonogiri sudah menerima aduan masyarakat terkait maraknya penggunaan alat tangkap ikan jenis jaring keruk dan branjang di WGM Wonogiri.

Bahkan, DPRD Wonogiri sempat menjadwalkan audiensi dengan beberapa elemen masyarakat yang dirugikan akibat pengguna alat tangkap ilegal tersebut. Tapi audiensi itu dibatalkan elemen masyarakat itu sendiri, malam sebelum kegiatan itu dilaksanakan.

“Tapi kami lembaga dewan [DPRD Wonogiri]  jelas menolak keras penangkapan ikan dengan cara begitu [menggunakan jaring keruk atau branjang]. Kami akan tindak lanjuti lagi. Itu bisa diselesaikan dengan operasi, hal begitu tidak bisa hanya sekadar diimbau,” kata Sriyono kepada wartawan, Senin.

Penangkapan ikan dengan jaring keruk atau branjang akan merusak populasi ikan di WGM.

Mata jaring itu berukuran kecil tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Dengan begitu ikan berukuran kecil yang seharusnya belum boleh ditangkap justru ikut terjaring.

“Kalau kita lihat di luar, pemancing [nelayan] kalau menangkap ikan, terus di dalamnya ada ikan yang telurnya saja dilepaskan kok. Lah ini malah ikan yang kecil-kecil ikut ditangkap. Ya ndak boleh. Kami enggak sepakat penangkapan ikan dengan cara itu,” ujar dia.

Dia menambahkan pelaku seharusnya ditindak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sriyono menilai para pelaku tetap tidak akan jera lantaran sanksi yang diberikan tidak diberikan sesuai dengan regulasi yang ada. 

“Yang terpenting penegakan hukum harus dijalankan. Kemudian harus ada keadilan. Saya yakin, kalau itu dijalankan pasti mereka akan patuh. Tangkap, penjarakan. Pertama mungkin kapalnya tenggelamkan,” ungkap dia.

Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Dislapernak Wonogiri, Catur Wuryaningsih Margihastuti, menegaskan penggunaan Branjang di WGM dilarang. Hal itu termaktub dalam Peraturan Daerah No.9/2003.

Beberapa tahun lalu, Dislapernak sering mengadakan razia operasi bersama Satpol PP dan Polres Wonogiri. Dalam operasi itu petugas menyita Branjang di WGM.

Hanya, pelaku sulit ditemukan lantaran mereka kerap menangkap ikan pada malam hari.  jika pelaku ditemukan, tindakan yang diambil berupa pembinaan.

“Dislapernak Wonogiri tidak berwenang untuk menangkap pelaku. Penindakan atau penangkapan itu bukan wewenangnya dinas. Sebenarnya kami juga tidak melakukan razia operasi, tapi memantau,” kata Catur saat dihubungi Solopos.com, Jumat (16/9/2022).

Saat ini, Dislapernak tidak menggunakan cara razia operasi dengan merusak atau menyita Branjang. Hal itu lantaran cara tersebut dinilai belum optimal dalam memberantas penggunaan Branjang.

Kini, Dislapernak menggunakan cara-cara persuasif dengan memberikan pengertian tentang Branjang kepada nelayan di WGM.

“Kami tidak bisa asal, tidak sembarangan dalam menghadapi itu. Kami tidak ingin ada konflik sosial di nelayan. Makanya kami mengubah cara dengan persuasif. Istilahnya ini masih tahap percobaan, karena dengan cara razia operasi seperti tahun-tahun terbukti belum optimal,” ujar dia.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas air mata hingga mengakibatkan penghirupnya mengalami asfiksia diduga menjadi penyebab utama jatuhnya ratusan korban jiwa pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.

      Berita Terkini

      Agenda Solo Hari Ini: Fashion Show By Sosialita di SBF, Krenova di STP

      Agenda Kota Solo hari ini, Selasa (4/10/2022), akan ada Denny Caknan yang tampil di panggung hiburan Sekaten, Solo Batik Fashion, dan wayang orang Sriwedari.

      Stok Vaksin Covid-19 di Solo Habis, Ini Langkah Wali Kota Gibran

      Stok vaksin Covid-19 di Solo habis sejak awal Oktober dan sudah mengajukan stok ke Dinkes Jateng

      Tekan Inflasi, Klaten Galakkan Tanam Sejuta Pohon Cabai

      Pemkab Klaten menggalakkan menanam sejuta pohon cabai sebagai upaya menekan inflasi.

      Berlokasi di Perbatasan Sukoharjo-Karanganyar, Pasar Sedayu Milik Sukoharjo

      Pasar Sedayu terdapat 34 pedagang kios dan 132 pedagang los yang mayoritas menjajakan busana, bahan makanan berupa sayuran, makanan ringan, dan kebutuhan pokok, serta hewan ternak.

      Kepiting Jadi Program Andalan Puskesmas Juwangi Boyolali Tekan Angka Stunting

      Program Kepiting bertujuan memantau dan mengendalikan angka stunting di Kecamatan Juwangi.

      Kabel PT Telkom Senilai Puluhan Juta Rupiah Dicuri, Begini Cara Pelaku Beraksi

      Sindikat pencuri kabel Telkom membawa beragam peralatan seperti linggis, kapak, pasak hingga balok kayu untuk mempermudah mengangkat gulungan kabel.

      HUT Ke-77 TNI, Kodim 0726/Sukoharjo Undang Tukang Becak Makan Bersama

      Dalam rangka memperingati HUT ke-77 TNI, Kodim 0726/Sukoharjo mengundang tukang becak, pemulung, penyapu jalanan, dan petugas kebersihan makan bersama.

      Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Ini: Berawan lalu Gerimis saat Sore

      Prakiraan cuaca Boyolali hari ini, Rabu (5/10/2022), diprediksi berawan saat pagi hingga siang kemudian hujan dengan intensitas ringan saat sore.

      Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini: Aman! Berawan Pagi hingga Malam

      Prakiraan cuaca Sukoharjo hari ini, Rabu (5/10/2022) diprediksi berawan sepanjang hari menurut BMKG.

      Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini 5 Oktober 2022, Lebih Bersahabat

      Informasi mengenai prakiraan cuaca Sragen hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa Anda baca pada artikel ini.

      Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini 5 Oktober 2022, Dominan Berawan

      Info lengkap prakiraan cuaca Karanganyar hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa Anda simak di sini.

      Prakiraan Cuaca Solo Rabu 5 Oktober: Berawan Sepanjang Hari dan Tidak Hujan

      Prakiraan cuaca Kota Solo pada Rabu (5/10/2022) ini menurut prakiraan cuaca dari BMKG akan berawan sepanjang dan tidak ada potensi hujan.

      Prakiraan Cuaca Klaten Hari Rabu Ini: Berawan Sepanjang Hari

      Prakiraan cuaca Klaten hari ini Rabu 5 Oktober 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

      Prakiraan Cuaca Wonogiri Hari Rabu Ini: Berawan Pagi-Malam

      Prakiraan cuaca Wonogiri hari ini Rabu 5 Oktober 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

      Los Dol hingga Medot Janji, Denny Caknan Hibur 3.000 Penonton di Sekaten Solo

      Penyanyi asal Ngawi, Denny Caknan, sukses menghibur ribuan penonton lewat lagu-lagu andalannya di panggung hiburan Sekaten di Alkid Keraton Solo, Selasa (4/10/2022) malam.

      4 Oknum TNI-Polri Tertangkap Curi Kabel Telkom di Solo, Warganet: Ngisin-isini!

      Warganet dibuat geram dengan ulah empat anggota TNI-Polri yang terlibat komplotan tukang curi kabel Telkom di Solo.