Pengendara kendaraan roda dua dan roda empat melintasi Jl. Jenderal Sudirman, Solo, yang sudah selesai proyek penataannya, Senin (21/10/2019). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Legislator Komisi II DPRD Solo menemukan setidaknya 48 titik kerusakan atau kesalahan pemasangan batu andesit di Jl. Jenderal Sudirman Solo.

Pemasangan batu andesit di jalan itu merupakan hasil pekerjaan proyek 2019 dengan nilai lebih kurang Rp9 miliar.

“Saya dan teman-teman Komisi II DPRD Solo kemarin [16/1/2020] mengecek dengan berjalan kaki dari Gladak hingga depan Balai Kota lalu kembali lagi ke Gladak. Kami menemukan 48 titik kerusakan pemasangan batu andesit,” ujar Ketua Komisi II DPRD Solo, Y.F. Sukasno, saat diwawancarai wartawan, Jumat (17/1/2020).

Menurut politikus PDIP tersebut ada enam titik kerusakan yang termasuk kategori parah. Selain itu ada pemasangan grill besi yang tidak menggunakan pengait atau sekrup.

Akibatnya grill yang terletak di depan balai kota itu bisa diangkat. Kondisi itu, menurut Sukasno, sangat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

Terowongan Peninggalan Belanda, Calon Destinasi Wisata Baru di Klaten

“Di bawah Tugu Pemandengan ada balok-balok kecil yang dirantai sudah patah. Rantainya putus. Ini jadi catatan kami,” sambung dia.

Sukasno juga menyoroti kerusakan konstruksi jalan di depan halte bus kota di sebelah timur. Dia mendapat informasi adanya pengendara sepeda motor yang terjatuh karena ban rodanya masuk ke sela-sela bagian jalan yang rusak tersebut.

“Menurut saya ini memang kontraktor yang pekerjaannya kurang baik. Kami sudah minta kepada pejabat DPUPR Solo, kontraktor dan konsultan, yang kemarin mendampingi kami, untuk dilakukan perbaikan pekerjaan yang kurang,” imbuh dia.

Sukasno menegaskan tidak sedang mencari-cari kesalahan kontraktor. Tapi temuan 48 titik kerusakan pemasangan batu andesit Jl. Jenderal Sudirman murni hasil pengecekan lapangan. Pengecekan itu bagian dari fungsi legislator.

Sekretaris Dinas PUPR Solo, Arif Nurhadi, saat diwawancarai wartawan menilai hasil pekerjaan proyek di Jl. Jenderal Sudirman secara umum cukup baik. Nilai baik pekerjaan itu dilihat dari aspek visual dan konstruksi hasil pekerjaan.

Dampak Flyover Purwosari, Pengalihan Arus Lalin Sukoharjo Dibagi 3 Jalur

Tapi dia mengakui orang lain tetap bisa melihat aspek kekurangan dari hasil pekerjaan tersebut. “PPK [pejabat pembuat komitmen] menilai hasil pekerjaan bagus. Secara umum menurut saya juga bagus, baik secara visual maupun konstruksi pekerjaannya,” terang dia.

Disinggung proses pengerjaan proyek Jl. Jenderal Sudirman pada 2019, Arif mengakui sangat banyak kendala. Dia mencontohkan banyaknya event yang mendatangkan banyak orang di sekitar Jl. Jenderal Sudirman tahun lalu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten