DPRD Ponorogo Ingatkan Eksekutif Terkait Serapan Anggaran & Temuan BPK

Dewan Perwakilan Rakyat Ponorogo (DPRD) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, memberikan catatan kepada Pemkab Ponorogo terkait Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2021.

 Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko membacakan usulan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2021 dalam rapat paripurna di DPRD Ponorogo Kamis (30/6/2022) (Ronaa Nisa’us Sholikhah/Solopos.com)

SOLOPOS.COM - Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko membacakan usulan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2021 dalam rapat paripurna di DPRD Ponorogo Kamis (30/6/2022) (Ronaa Nisa’us Sholikhah/Solopos.com)

Solopos.com, PONOROGO — Dewan Perwakilan Rakyat Ponorogo (DPRD) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, memberikan catatan kepada Pemkab Ponorogo terkait Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2021. Catatan itu mulai dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hingga sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa).

Beberapa catatan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna terkait usulan Rapeda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2021 di gedung dewan Ponorogo, Kamis (30/6/2022).

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

‘’Banggar [badan anggaran] sudah mengkaji sesuai regulasi dan raperda ini layak untuk dibahas,’’ kata Ketua DPRD Ponorogo, Sunarto.

Pihaknya mengatakan beberapa rekomendasi dari BPK itu tidak terpisahkan dari LKPJ 2021. Sesuai regulasi, anggota dewan berhak menanyakan kepada eksekutif sejauh mana temuan BPK yang sudah direkomendasikan.

Baca Juga: Nahas, Mayat Bocah 10 Tahun Ditemukan Mengapung di Sungai Ponorogo

Selain itu, Sunarto juga membahas terkait progres Pemkab Ponorogo dalam menyelesaikan kelebihan bayar yang telah dicatat dan menjadi rekomendasi BPK. Sebab, menurut regulasi, harusnya telah rampung dalam 60 hari kerja.

‘’Kalau tidak selesai, ini sudah menjadi ranahnya aparat penegak hukum. Kita tidak ingin itu terjadi,’’ ungkapnya.

Sunarto mengatakan Raperda Pertanggungjawaban ini merupakan pintu masuk perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD) 2022. Maka, harus segera diselesaikan. Selain itu, silpa sudah jelas yakni sekitar Rp315 miliar.

Baca Juga: Waduh, Anggaran Grebeg Suro Ponorogo Masih Kurang Rp4,9 Miliar

Terkait dengan silpa, Sunarto mengatakan pihak legislatif bakal mencermati dan memberikan rekomendasi setelah rapat panitia khusus (pansus) rampung. Sebab, setelah rapat paripurna bakal ada rapat internal di DPRD.

‘’Belum tau bakal ada pembahasan apa di pansus, tergantung dinamika internal kami,’’ ujarnya.

Saat menjelang rapat paripurna berakhir, Sunarto sempat menyinggung terkait keluhan masyarakat, khususnya soal jalan. Beberapa waktu lalu komisi terkait sudah melakukan rapat kerja Bersama OPD yang mengurus itu dan ditemukan serapan APBD masih rendah.

Sunarto memahami bahwa ada beberapa persoalan yang menghambat terlaksananya program tersebut lantaran menyesuaikan harga material. Namun, pihaknya meminta agar tidak dijadikan alasan dan program tetap harus dilaksanakan.

Baca Juga: Nikmatnya Dawet Legendaris Bu Matun Ponorogo, Harganya Rp1.500/Porsi

‘’Karena secara siklus akhir bulan Juli, Pemkab harus segera mengirimkan KUA-PPAS 2023,’’ terangnya.

Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko segera memanggil pihak ketiga agar menyelesaiakn temuan BPK lantaran diberikan waktu 60 hari kerja. Selain itu, pihaknya menyadari bahwa pemerintah pusat sudah transparan dan pihaknya harus mematuhi.

Disinggung soal silpa yang besar, Sugiri mengatakan bahwa ada program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang belum terserap. Dana PEN untuk perbaikan jalan saja sudah mencapai Rp100 miliar.

‘’Tapi tidak apa-apa karena proses PEN sudah berjalan dan semoga tahun ini bisa segera dibangun,’’ pungkasnya. (ADV)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Gempa Bumi di Laut Jawa Simpan Banyak Misteri yang Belum Terungkap

      + PLUS Gempa Bumi di Laut Jawa Simpan Banyak Misteri yang Belum Terungkap

      Gempa bumi dalam dan menengah yang biasa terjadi di Laut Jawa menyimpan banyak misteri yang belum terungkap dengan detail. Banyak teori yang membahas tentang fenomena gempa bumi dalam dan menengah.

      Berita Terkini

      Prakiraan Cuaca Madiun Selasa: Berawan & Suhu Capai 32 Derajat Celcius

      Prakiraan cuaca di Kota Madiun pada Selasa 16 Agustus 2022.

      Sekap Karyawan, Bos Perusahaan di Surabaya Ditetapkan Tersangka

      Direktur Utama PT Meratus Line, Slamet Rahardjo, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka setelah menyekap karyawannya.

      Tragis! Sopir Truk Meninggal Tertimpa Kontainer di Tanjung Perak

      Seorang operator truk di kawasan PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) yang ada di Jalan Prapat Kurung Selatan, Tanjung Perak, Surabaya, meninggal dunia setelah tertimpa kontainer.

      Pria di Ponorogo Gantung Diri, Istri Ungkap Keanehan Sikap Suaminya

      Seorang karyawan minimarket di Kabupaten Ponorogo ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri.

      Gara-gara Judi Online, Karyawan Swalayan di Ponorogo Nekat Lakukan Ini

      Seorang karyawan swalayan berjejaring di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri di dalam swalayan pada Minggu (14/8/2022) sekitar pukul 20.45 WIB.

      Prakiraan Cuaca Madiun Senin: Hujan pada Siang Hari, Suhu Capai 34 °C

      Prakiraan cuaca di Kota Madiun pada Senin 15 Agustus 2022.

      KA Pandanwangi Tabrak Motor di Jember, 3 Orang Terpendal & Meninggal

      Kereta Api Pandanwangi tabarak sepeda motor di Desa Sumberlesung, Kabupaten Jember, tiga orang meninggal dunia.

      Uniknya Tari Keling, Pemainnya Harus dari Dusun di Ponorogo

      Mengenal tari keling yang menjadi salah satu tari tradisional di Kabupaten Ponorogo.

      Jelang HUT Ke-77 RI, Lokomotif KA Dicuci & Dihias Bertema Kemerdekaan

      Menjelang HUT ke-77 Republik Indonesia, Komunitas Pecinta Kereta Api Lingkup Madiun atau Pecel +63 mencuci dan menghias lokomotif kereta api.

      Karyawan Disekap, Bos Perusahaan di Surabaya Dilaporkan ke Polisi

      Direktur Utama (Dirut) PT Meratus Line, Slamet Rahardjo, diduga menyekap seorang karyawannya bernama, Edi Setyawan.

      Terbanyak untuk Honor Panitia, Anggaran Pilkada Gunungkidul Rp73 Miliar

      Anggaran Pilkada 2024 di Kabupaten Gunungkidul diperkirakan mencapai Rp73 miliar.

      Tak Kuat Nanjak, Bus Pariwisata Angkut 28 Siswa di Malang Masuk Jurang

      Sebuah bus pariwisata yang mengangkut 28 siswa Mts mengalami kecelakaan, terperosok ke jurang di Desa Plandi, Wonosari, Kabupaten Malang.

      Baru Muncul ke Publik, Istri Mas Bechi Ternyata Habis Melahirkan

      Durottun Mahsunnah, istri Mas Bechi, terdakwa kasus pencabulan santriwati di Jombang, mengaku baru bisa muncul di depan publik karena baru saja melahirkan anak keempat.

      Istri Mas Bechi Sebut Banyak Pelakor yang Ingin Rebut Suaminya

      Durrotun Mahsunnah, istri anak kiai Jombang yang menjadi terdakwa kasus pencabulan dan kekerasan seksual terhadap santri, MSAT atau Mas Bechi, menyebut suaminya banyak disukai wanita.

      Siapkan Payung! Prakiraan Cuaca Madiun Sabtu: Hujan Tipis Siang Hari

      Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Madiun pada Sabtu 13 Agustus 2022.

      Forum Beasiswa Indonesia Gelar Kongres Ke-2, Bahas Isu Kontroversi Ini

      Komite Forum Beasiswa Indonesia menggelar Kongres Beasiswa Indonesia Ke-2 pada tanggal 19-23 Agustus 2022.