DPRD Jateng Sahkan Perda Desa Wisata, Eksekutif Wajib Sokong Biaya Pengembangan
Salah seorang pengunjung mencuci muka dengan air di Sendang Kali Gondang, Desa Wisata Jembrak, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Jateng. (Semarangpos.com-Imam Yuda Saputra)

Semarangpos.com, SEMARANG — Kalangan DPRD Jawa Tengah meminta eksekutif Pemerintah Provinsi Jateng beserta pemerintah kabupaten dan kota di provinsi ini untuk mengalokasikan anggaran dana guna mendukung pengembangan desa wisata.

Desakan itu mengemuka menyusul disetujuinya pengesahaan Peraturan Daerah (Perda) Pemberdayaan Desa Wisata dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Tengah (Jateng). Dengan disetujuinya beleid tersebut, pengelolaan desa wisata akan lebih terfokus dengan sokongan pemprov, pemerintah kabupaten ataupun kota, serta pemerintah desa setempat.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng Yudhi Sancoyo menjelaskan tujuan perda itu secara menyeluruh adalah menjadikan ekonomi desa yang lebih mandiri serta membudidayakan potensi wisata yang ada. Perda berisi 15 bab ini juga mengatur masalah anggaran. ''Tentunya dengan nilai anggaran yang disesuaikan kemampuan daerah. Tanpa ada sokongan pemerintah daerah, pengembangan desa wisata tidak bisa pesat," ucapnya, Jumat (28/12/2018).

Selain itu, untuk menyikapi Perda tersebut, Pemprov Jateng mendukung penuh upaya pengembangan desa wisata.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menyatakan secara prinsip, kehadiran perda tersebut diharapkan dapat mendorong perwujudan desa yang mandiri. ''Arti mandiri memiliki arti desa yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dengan memanfaatkan potensi wisata yang ada di daerahnya. Selain itu, juga mewujudkan peran strategis desa wisata dalam membangun Jateng melalui destinasi desa wisata yang maju dan berdaya saing," tuturnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom