Suasana Hutan Kota Tinjomoyo yang telah diolah Pemkot Semarang menjadi Pasar Semarangan. (Antara-Aditya Pradana Putra)

<p><strong>Solopos.com, SEMARANG &mdash;</strong> DPRD Jawa Tengah mengklaim telah berkoordinasi dengan Perum Perhutani untuk pengembangan pariwisata Jateng yang sebagian lokasinya secara administratif merupakan milik badan usaha milik negara (BUMN) tersebut.</p><p>"Banyak wilayah yang secara administratif merupakan milik Perhutani. Dari itulah, kami meminta data kepada Perhutani perihal wilayah-wilayah yang diizinkan untuk dikembangkan menjadi desa wisata," ungkap Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jateng Chamim Irfani di Kota Semarang, Jateng.</p><p>Beberapa waktu lalu, katanya lebih lanjut, Komisi B DPRD Provinsi Jateng melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat Perum Perhutani, Jakarta, dengan maksud melakukan komunikasi dengan Perhutani dalam pengembangan wisata di provinsi setempat.</p><p>Menurut dia, koordinasi tersebut diperlukan karena destinasi desa wisata di Jateng banyak bermunculan sebagai bentuk kreativitas lembaga masyarakat dan banyak bersinggungan dengan wilayah kerja Perum Perhutani.</p><p>"Data itu perihal wilayah-wilayah yang diperbolehkan untuk dimanfaatkan. Data ini nantinya akan dimasukkan ke dalam Raperda Desa Wisata yang sedang disusun oleh Komisi B," kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.</p><p>Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah Didik Hardiana menjelaskan bahwa pihaknya mendorong Pemprov Jateng menggandeng Perum Perhutani Jateng untuk mengembangkan potensi wisata yang tersebar di sejumlah daerah.</p><p>"Ada banyak lahan milik Perhutani yang menyimpan potensi untuk dikembangkan menjadi tempat wisata. Jika semua bisa dioptimalkan, perekonomian masyarakat sekitar akan meningkat," katanya.</p><p>Selama ini, Perum Perhutani telah menggandeng lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) untuk mengelola hutan dan di beberapa titik sudah ada yang dikemas menjadi objek wisata. Bahkan, Perhutani mengklaim hutan wisata itu mampu menghasilkan pendapatan bagi beberapa pihak tiap tahunnya.</p><p><em><strong><a href="http://semarang.solopos.com/">KLIK</a> dan <a href="https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE</a> di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya</strong></em></p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten