DPR bentuk Tim Blok Cepu

JAKARTA: Komisi VII DPR akan membentuk Tim Blok Cepu untuk mendalami keterlambatan produksi pertama minyak blok yang ditargetkan mencapai 20.000 barel per hari.

Pembentukan tim merupakan kesimpulan dalam rapat dengar pendapat antara Komisi VII DPR dengan Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) yang dipimpin Ketua Komisi VII DPR Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis.Tim beranggotakan setengah dari anggota Komisi VII DPR yang berjumlah 52 orang dan akan diketuai salah satu unsur pimpinan Komisi VII DPR.

"Keterlambatan produksi ini telah mempengaruhi pendapatan negara," kata Airlangga. Menurut dia, tim akan mencari penyebab pasti keterlambatan produksi Cepu dan sekaligus melakukan verifikasi langsung ke lapangan.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan produksi pertama Cepu pada akhir
2008, namun hingga kini belum berproduksi. Terakhir, produksi pertama
Cepu ditargetkan mulai Agustus 2009.

Produksi pertama minyak Blok Cepu sebesar 20.000 barel per hari berulang kali mundur dari target yang ditetapkan. Dari produksi sejumlah itu, sebanyak 10.000 barel per hari di antaranya direncanakan masuk ke fasilitas Pertamina dan 6.000 barel per hari diproses di kilang mini PT Tri Wahana Universal (TWU).

Kepala BP Migas R Priyono mengatakan, kehilangan potensi penerimaan akibat mundurnya produksi Blok Cepu sebesar 20.000 barel per hari sejak Januari 2009 hingga saat ini diperkirakan mencapai 150 juta dolar AS. Menurut dia, ada tiga permasalahan dominan yang menghambat produksi minyak Blok Cepu yakni pembebasan lahan, bencana alam yang terjadi di Houston, AS, sehingga membuat penyelesaian fasilitas produksi menjadi mundur, dan kendala ijin dari Bupati Tuban, Jatim. (Antara)

Avatar
Editor:
Budi Cahyono


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom