Dow diprediksi tertekan

JAKARTA: Indeks di bursa Wall Street AS sepekan ini berpotensi mengalami tekanan, kecuali jika data ekonomi yang dirilis pada pekan ini mampu membangkitkan kepercayaan pasar.

Mega Capital Indonesia menyatakan meski indeks saham di bursa Wall Street AS sepekan kemarin  menunjukkan penguatan, pada akhir pekan kemarin, indeks Dow Jones kembali melemah  dipicu oleh berlanjutnya kekhawatiran akan defisit anggaran belanja AS. Saham manufaktur dan perbankan memimpin pelemahan indeks.

Menurut Mega Capital, investor cenderung mengurangi posisi aset berdenominasi dolar AS akibat kecemasan akan utang negara tersebut. Investor mengkhawatirkan suku bunga akan naik dan dolar AS berlanjut melemah.

Sebaliknya, saham multinasional, seperti McDonald’s Corp, dan saham berbasis komoditas membatasi penurunan indeks karena investor melakukan aksi beli pada saham sektor tersebut yang akan mendapat manfaat dari pelemahan dolar AS. Saham sektor energi juga terdorong oleh optimisme permintaan komoditas energi oleh China yang akan mendorong harga komoditas tersebut.

Kemungkinan bangkrutnya General Motors (GM), dengan meningkatnya jumlah pengangguran juga menambah kekhawatiran investro. GM menghadapi batas waktu pada 1 Juni untuk mencapai kesepakatan dengan kreditornya jika ingin menghindari kebangkrutan. Pada Jumat pekan lalu, juru bicara beberapa kreditor GM menyatakan pemegang obligasi terbesar senilai US$27 miliar menolak tawaran GM atas 10% kepemilikan saham.

Investor, lanjut Mega Capital, juga cenderung mengurangi posisi menjelang libur panjang Memorial Day pada hari Senin.Data indikator ekonomi yang akan dirilis pada pekan ini diantaranya S&P/Case Shiller Home Price Index, consumer confidence, existing home sales, durable good orders, initial claims, new home sales, GDP, Chicago PMI dan Mich Sentiment. (Berliana Elisabeth/JIBI/Bisnis.com)

Avatar
Editor:
Budi Cahyono


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom