Dosen Tanya Ukuran Bra, Begini Respons Mahasiswi Universitas Sriwijaya

Korban dugaan pelecehan seksual yang dilakukan salah satu dosennya menceritakan isi pesan pelaku mengarah ke hal yang membuatnya risi, yakni bertanya ukuran bra.

 Ilustrasi pelecehan/kekerasan seksual. (Liputan6.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pelecehan/kekerasan seksual. (Liputan6.com)

Solopos.com, PALEMBANG — Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menerjunkan tim pencari fakta guna menggali dugaan pelecehan seksual sejumlah oknum dosen di Universitas Sriwijaya, Palembang terhadap empat mahasiswi.

PromosiSiaran Digital April 2022, Pemerintah Jamin Ketersediaan Set Top Box

Inspektur Jenderal Kemendikbud Ristek, Chatarina Muliana Girsang, memastikan Kemendikbud Ristek akan memberikan sanksi paling berat jika dosen tersebut terbukti melakukan tindakan amoral. Sanksi paling berat berupa pemecatan.

“Ya tim kami sedang turun untuk fact finding [mencari fakta]. Kalau jenis sanksi bisa ringan sampai berat dengan pemberhentian,” kata Chatarina seperti dilansir Liputan6.com, Senin (6/12/2021).

Baca Juga : Giliran Mahasiswi Unsri Ngaku Dilecehkan Dosen Skripsi

Pihaknya memastikan Kemendikbud Ristek bakal terus mengawal kasus yang mencoreng dunia pendidikan tinggi tanah air itu. Diberitakan sebelumnya, empat orang mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri) mengaku menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan dosen.

Satu korban tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP) diduga mengalami kekerasan seksual oleh dosen A. Selain itu, tiga mahasiswi lain dari Fakultas Ekonomi (FE) diduga mengalami kekerasan seksual oleh dosen R.

Cerita Korban

Kasus dugaan pelecehan seksual di Unsri menjadi perhatian publik. Korban mengungkap mengalami kekerasan seksual dari dosen tersebut melalui pesan singkat.

Baca Juga : Pura-Pura Rukiah, Pengasuh Ponpes Malah Cabuli 15 Santri

Berdasarkan data yang diungkap Women’s Crisis Center (WCC) atau Pusat Pembelaan Hak-Hak Perempuan Palembang, pelaku diduga dosen, Reza Ghasarma. Reza ini tercatat sebagai Kaprodi (Kepala Program Studi) Manajemen Unsri pada jenjang strata satu (S1).

Pengakuan korban, D, bahwa dosen tersebut sering menghubunginya melalui aplikasi Telegram padahal sama sekali tidak pernah berjumpa. Pesan Telegram bermula saat korban dihubungi Reza yang bertugas sebagai dosen penguji pada ujian akhir skripsi.

Keduanya berkomunikasi terkait administrasi sebelum ujian. Namun, dosen tersebut masih menghubungi korban setelah urusan selesai.

Baca Juga : Cabul! Guru SD Gerayangi Murid Pakai Iming-Iming Cokelat

“Dia [pelaku] nge-chat [mengirimkan pesan] dari Telegram dengan sistem yang otomatis 15 menit langsung hilang. Tapi, beberapa yang sempat saya simpan,” ujar D, seperti dilansir dari Suara.com, Senin.

Pelaku juga menanyakan nomor rekening korban. “Awalnya dia nanya-nanya biasa. Tapi ujungnya nge-chat [mengirim pesan] minta nomor rekening. Saya tanya untuk apa? Terus dia jawab katanya mau kasih uang jajan. Langsung saja saya tolak karena saya pikir untuk apa kok dia mau kasih uang. Makanya tidak saya balas,” tutur dia.

Korban menceritakan isi pesan dari pelaku mulai mengarah ke hal yang membuatnya risi. “Malamnya dia chat lagi ke saya. Tanya hal-hal yang tidak pantas. Dia tanya lagi pakai baju warna apa? Dalamannya pakai warna apa? Ukuran bra. Jelas saya risi, makin tidak saya gubris. Tapi tetap saja dia chat terus,” ujar dia.

Baca Juga : Utang Pinjol Resmi Tembus Rp27,9 Triliun, Ini Pendana Terbesar

Pelaku masih nekat mengirimkan pesan. Korban mengaku ingat benar pesan tersebut dikirimkan R pada 25 Agustus 2021.”Tetap dengan bahasa yang sama. Seperti, minta nomor rekening. Tapi kali itu bahasa dia lebih vulgar lagi chat-nya. Makin tidak saya gubris,” ucapnya.

Korban berniat melaporkan kejadian itu karena tidak ingin ada korban lain. “Karena apabila kasus ini tidak diangkat, saya yakin bisa membuat dia semakin menjadi-jadi. Dia tidak akan jera. Bakal terus berlanjut. Bahkan, juga bisa menimbulkan ketakutan untuk diri sendiri sebagai mahasiswa,” ungkap dia.

Korban Melapor

Korban memutuskan tidak mengadukan persoalan tersebut kepada pihak kampus. “Saya mau langsung ke polisi saja karena memang tujuan saya untuk melaporkan dosen R. Saya tidak mau melibatkan kampus.”

Baca Juga : Alasan Asmara, Pemuda Kendal Bunuh Teman di Saluran Air

Sementara itu, Wakil Rektor I Unsri, Zainuddin Nawawi, mengungkapkan Reza tidak mengakui perbuatan pelecehan seksual terhadap mahasiswinya, D, itu. Di sisi lain, pihak Rektorat Unsri telah mengambil tindakan terhadap satu dosen lain, yakni A, 34.

A diduga melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP). Pihak Rektorat mencabut jabatan A sebagai kepala jurusan di salah satu fakultas Universitas Sriwijaya.

Dilansir dari Antara, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Unsri, Zainuddin Nawawi, mengatakan keputusan itu kesepakatan bersama rektorat setelah terduga pelaku mengakui sudah melakukan tindakan asusila terhadap mahasiswinya.

Baca Juga : Gandeng Psikolog, Polda DIY Pastikan Kondisi Kejiwaan Siskaeee

Pihak rektorat sudah memeriksa A dalam rapat etik sepekan yang lalu. “Benar sudah kami berikan saksi berupa pencabutan jabatan dia sebagai kepala jurusan sejak sepekan yang lalu. Dia sudah mengakui perbuatannya tersebut,” tutur dia.

Zainuddin memastikan rektorat akan memberikan sanksi secara administratif dan sanksi akademis terhadap dosen yang berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN) tersebut. “Sanksi itu merupakan keputusan kami bersama secara institusi.”

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

+ PLUS Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

Pulau Jawa memiliki paparan risiko bencana tinggi dibanding pulau lain, namun indeks risiko bencana lebuh tinggi dimiliki Kalimantan Timur dibanding DKI Jakarta.

Berita Terkini

Solopos Hari Ini: Desakan Evaluasi PTM Menguat

Lonjakan kembali kasus Covid-19 beberapa hari terakhir memperkuat desakan agar pemerintah meninjau ulang kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM).

Salim Said Nilai Mega Tak Tulus Dukung Jokowi

Salim menilai Megawati mendukung Jokowi karena tidak ada pilihan lain mengingat elektabilitas politikus asal Solo itu pada 2014 tak terbendung.

Pendidikan Sangat Penting untuk Bekal Memasuki Era Metaverse

Metaverse adalah teknologi penyedia peluang-peluang baru sekaligus mengandung ancaman-ancaman baru. Butuh ketangguhan kepribadian memasuki era teknologi ini agar inovatif dan tak diperbudak.

Sejarah Hari Ini: 28 Januari 1871 Pengepungan Paris Berakhir

Berbagai peristiwa penting dan bersejarah yang patut dikenang terjadi di berbagai penjuru dunia dari tahun ke tahun pada 28 Januari.

Jokowi Dorong G20 dan B20 Aktif di Pemulihan Ekonomi Global

Presiden mengatakan Covid-19 mengajarkan pada semua pihak bahwa pandemi bukan hanya menjadi masalah namun sekaligus menjadi peluang untuk tumbuh lebih baik.

Disebut Tempat Jin Buang Anak, Kalimantan Lebih Kaya dari Jawa

Jin buang anak merujuk kepada istilah untuk menunjukkan suatu daerah yang jauh dari keramaian, sepi, dan terbelakang dari sisi ekonomi.

Salim Said: Jokowi Dikuasai Oligarki, Praktikkan Nepotisme

salah satu bentuk ketidakberdayaan Jokowi menghadapi oligarki adalah diberikannya kekuasaan yang sangat besar kepada Luhut Binsar Panjaitan.

Kian Banyak Kritikan, Ini Curahan Hati Ustaz Yusuf Mansur

Salah satu yang disoroti Yusuf Mansur adalah kian banyaknya akun di media sosial yang mengkritik dirinya.

+ PLUS Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

Pulau Jawa memiliki paparan risiko bencana tinggi dibanding pulau lain, namun indeks risiko bencana lebuh tinggi dimiliki Kalimantan Timur dibanding DKI Jakarta.

Jos! Polri Sita Aset BLBI Senilai Rp5,9 Triliun

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, total aset tersebut berupa pengamanan dan penguasaan fisik dari aset yang dimiliki oleh obligor atau debitur dana BLBI.

60 Pegawai Positif Covid-19, Kemensos Lockdown 5 Hari

Kemensos pun memberlakukan pengaturan hari kerja pegawai untuk bekerja di rumah mulai Kamis (27/1/2022) hingga Senin (31/1/2022).

Wow! Logam Lumpur Lapindo Cocok untuk Pesawat Luar Angkasa

Kandungan logam lumpur Lapindo bisa dimanfaatkan untuk pembuatan mobil listrik hingga pesawat luar angkasa.

Sering Dikritik, Yusuf Mansur Doakan Yang Terbaik untuk Edy Mulyadi

Edy Mulyadi adalah salah satu orang mengkritik investasi Yusuf Mansur yang kini digugat sebagian investor.

Kasus Jin Buang Anak, Polisi Hadirkan 8 Saksi Ahli

Kasus jin buang anak yang menjerat wartawan senior sekaligus seorang Youtuber, Edy Mulyadi telah bergulir ke tingkat penyidikan.

Kongkalikong Bupati Kotim dan Dirjen Kemendagri di Korupsi Dana PEN

Dirjen Kemendagri memiliki kewenangan menyusun surat pertimbangan Menteri Dalam Negeri atas permohonan pinjaman dana PEN yang diajukan oleh pemerintah daerah.