Dorong Penguatan Ekonomi Masyarakat, OJK Resmikan 2 Bank Wakaf Mikro di Solo
Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Prof. Wimboh Santoso, Ph.D, memberikan materi dalam Kuliah Umum Global and Indonesia Economic Outlook 2020 di Aula Konimex Gedung 4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Sabtu (15/2/2020). (Istimewa/Humas UNS)

Solopos.com, SOLO—Otoritas Jasa Keuangan terus mendukung program pemerintah untukmeningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya pelaku usaha mikro. Salah satunya dengan berdirinya dua Bank Wakaf Mikro (BWM) di Solo yang diresmikan di Kantor OJK Solo pada Minggu (7/3/2021). Kedua BWM tersebut adalah BWM Al Muayyad di Pesantren Al Muayyad Mangkuyudan dan BWM Al Mushoffa di Pesantren Al Qur’aniyy Azzayadiy.

Peresmian BWM di Solo ini oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso,disaksikan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di Kantor OJK Solo, Minggu. Selain itu, acara ini juga dihadiri pimpinan Pesantren AlMuayyad Mangkuyudan KH Abdul Rozaq Shofawi dan pimpinan Pesantren AlQur’aniyy Azzayadiy KH Abdul Karim serta perwakilan dari Bank Mandiri sebagai donatur dari dua BWM tersebut.

“BWM didirikan untuk bisa mendorong ekonomi masyarakat di sekitar pesantren dengan konsep yang sangat sederhana, namun sangat memudahkan untuk peningkatan usaha mikro di sekitar pesantren. Kita terus perkuat manfaat BWM ini dengan pembinaan-pembinaan sehingga bisa menaikkan para pengusaha mikro ini ke kelas yang lebih tinggi,” kata Wimboh.

Baca Juga: Incar Pulau Di Aceh Untuk Dibangun Resor, Arab Siapkan Rp7 Triliun

Teknologi Informasi

Menurutnya, pembinaan untuk BWM ini juga telah menggunakan teknologi informasi dalam pelaksanaan program. Hal ini diterapkan pula pada pelayanan terutama untuk aktivitas bisnis dan operasional BWM.

“Kami sudah siapkan marketplace untuk produk-produk dari BWM ini website melalui umkmmu.co.id, sehingga lebih luas lagi pemasarannya,” imbuh dia. OJK mencatat hingga saat ini telah berdiri 60 BWM dengan kumulatif penerima manfaat sebanyak 41.436 nasabah dan total pembiayaan Rp60,6 miliar. BWM Al Muayyad dan Al Mushoffa merupakan 2 dari 4 BWM baru yang diproses selama masa pandemi Covid–19.

Selain itu, OJK bersama dengan Lembaga Amil Zakat Bangun Sejahtera Mitra Umatserta dengan dukungan dari para donatur telah menginisiasi pengembangan ekosistem digital BWM yang mencakup tiga aspek utama, yakniDigitalisasi Pembiayaan BWM, Digitalisasi Operasional BWM, dan Digitalisasi Pengembangan Usaha Nasabah BWM.

Baca Juga: Mengemban Tugas Baru, General Manager PLN Pamitan Ke Gubernur Jawa Tengah

Bank Wakaf Mikro adalah Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) yang berfokus pada pembiayaan usaha masyarakat kecil yang diinisiasi OJK bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas).Setiap BWM akan menerima sekitar Rp3 miliar sampai Rp4 miliar yang bersumber dari donator yang bisa berasal dari semua kalangan atau perusahaan. Pembiayaan bagi nasabah BWM untuk tahap awal sebesar Rp1 juta dengan biaya administrasi tiga persen per tahun.

“Keistimewaan dari Bank Wakaf Mikro terletak pada proses pendampingannyakarena nasabah yang dikelompokkan akan rutin mendapat pelatihan dan pendampingandengan pola pembiayaan yang dibuat tanggung renteng,” imbuh dia.

Sementara itu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan keberadaan BWM di Solo akan mendukung program pemulihan ekonomi yang sedang dipercepat di kota tersebut. “Kita sedang menghadapi masa-masa sulit, tapi ada peluang untuk bangkit salah satunya dengan BWM ini. Melalui BWM proses pemulihan ekonomi di Solo bisa dipercepat dan saya yakin Solo akan segera bangkit dari pandemi,” jelas dia.



Berita Terkini Lainnya








Kolom