Dorong Kelurahan Bangkitkan Ekonomi Warga, Pemkot Madiun Gelontor Rp7 Miliar
Kemerlap lampu di Jl. Pahlawan, Kota Madiun pada malam hari, menjadikan kawasan tersebut jadi jujukan masyarakat. (Istimewa/Pemkot Madiun)

Solopos.com, MADIUN -- Pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Madiun selain upaya pencegahan penyebaran virus corona. Setelah berbagai upaya dilakukan, terobosan baru dilakukan Pemkot untuk mendorong ekonomi warga di tingkat kelurahan.

Tidak main-main, Pemkot Madiun menggelontorkan anggaran lebih dari Rp7 miliar ke semua kelurahan untuk kegiatan pemulihan ekonomi. Dari anggaran itu, masing-masing kelurahan mendapatkan dana sekitar Rp261 juta.

Lantas, bagaimana cara pemerintah kelurahan memperbaiki perekonomian masyarakat?

Pembangunan suatu daerah memang tidak bisa lepas dari partisipasi masyarakat. Dana tersebut nantinya digunakan untuk membangun kawasan ekonomi di kelurahan masing-masing dengan melibatkan masyarakat. Dengan terciptanya kawasan ekonomi yang terintegrasi diharapkan bisa mendorong perekonomian masyarakat.

Kota Madiun Lagi Cantik-Cantiknya, Bunga Bermekaran di Semua Sudut Kota

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kota Madiun, Soeko Dwi Handiarto, mengatakan Pemkot Madiun mendapat Dana Insentif Daerah (DID) Tambahan yang bersumber dari APBN senilai Rp14,9 miliar. Dana tersebut digunakan untuk penanganan Covid-19 di Kota Madiun. Salah satunya yaitu untuk pemulihan ekonomi masyarakat.

“Seluruh kelurahan di Kota Madiun akan mendapatkan dana pemulihan ekonomi Rp261 juta,” kata dia, Rabu (30/9/2020).

Desain food court yang ada di Kelurahan Maniserejo, Kecamatan Taman, yang akan dibangun untuk pemulihan ekonomi. (Istimewa/Pemkot Madiun)

Penataan Wilayah Berorientasi Ekonomi

Ia mengatakan masing-masing kelurahan bisa memanfaatkan dana tersebut untuk penataan wilayah yang berorientasi pada pemulihan ekonomi. Namun, penataan kawasan ini harus sesuai dengan potensi wilayah masing-masing.

Sehingga, masing-masing kelurahan akan memiliki konsep penataan yang berbeda-beda. Nantinya potensi di masing-masing kelurahan ini akan diintegrasikan dengan program pengembangan wisata sepeda. “Kami memberikan kebebasan kepada kelurahan. Untuk lokasi yang akan dikembangkan di mana, itu terserah kelurahan. Konsepnya juga diserahkan kelurahan. Tetapi ada pendampingan dari pemkot. Pendampingan ini supaya pembangunan bisa saling bersinergi,” jelasnya.

Wah, Wawali Madiun Siap Pinjamkan Mobil Pribadinya Gratis Untuk Calon Pengantin

Pemkot menyerahkan ini kepada kelurahan karena yang lebih mengetahui potensi wilayahnya. Dengan demikian, pembangunan diharapkan bisa maksimal. Pemkot menargetkan pembangunan kawasan ekonomi di kelurahan ini bisa rampung pada Desember 2020.

Desain food court yang ada di Kelurahan Maniserejo, Kecamatan Taman, yang akan dibangun untuk pemulihan ekonomi. (Istimewa/Pemkot Madiun)

Salah satu kelurahan di Kota Madiun yang telah merancang pembangunan kawasan ekonomi tersebut adalah Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman. Lurah Manisrejo, Lita Febriana Hapsari, berencana membangun food court di Jalan Pagu Indah. Food Court ini akan mewadahi produk-produk UMKM yang ada di Kelurahan Manisrejo.

“Di lokasi Jl. Pagu Indah sudah ada embrionya. Di sana ada paguyuban lapak pedagang yang sudah berjualan. Di kawasan itu juga sudah ramai dikunjungi warga,” katanya.

DPRD Jateng Dorong Kota-Kota di Jawa Tengah Tiru Pembangunan Kota Madiun

Pemilihan di lokasi tersbut, kata Lita, selain memang sudah ramai juga ada daya tarik berupa kawasan tersebut dikelilingi area persawahan. Lokasi tersebut nantinya juga menjadi jalur rute sepeda wisata.

Selain membangun food court, pihaknya juga menggunakan anggaran itu untuk pembangunan kampung tangguh dan lapak di depan gedung bulu tangkis LPMK. (ADV)

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom