Dor! Maling di Sleman Tembak 2 Orang Saat Dikejar Warga
Ilustrasi Penembakan (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SLEMAN -- Seorang tak dikenal yang diduga pencuri atau maling main tembak saat dikejar dan dicegat warga di Dusun Ngelo, Desa Sukoharjo, Ngaglik, Sleman.

Akibatnya, dua orang menjadi korban aksi penembakan yang dilakukan oleh orang tidak dikenal itu.

Virus Corona dari Laboratorium Wuhan? Inggris Desak China Terbuka

Aksi penembakan itu dilakukan pada dinihari pada Minggu (3/4/2020) pukul 01.30 WIB saat masyarakat sedang terlelap.

Kapolsek Ngaglik, Sleman, Kompol Tri Adi Hari Sulistia mengungkapkan identitas para korban.

Turis Amerika Serikat Masuk Ponorogo Saat Pandemi Covid-19, Warga Geger

Para korban itu adalah Bimo Kurniawan, 25, warga Babadan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman; dan Haryadi, 39, warga Ngelo, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman.

Saat kejadian, orang tak dikenal yang diduga maling menembak mereka yang sedang mencegat bersama warga gang kampung Ngelo, Sukoharjo, Sleman.

Kasus Covid-19 di KRL Jabodetabek, Pemerintah Pusat Harus Tanggung Jawab

"Kedua korban mengalami luka tembak, korban atas nama Bimo mengalami luka tembak di bagian tangan di sela-sela jarinya. Sedangkan, untuk korban Haryadi mengalami luka di bagian kaki. Peluru menembus kaki Haryadi melewati ibu jari kaki sebelah kanan bagian dalam," ujar Tri Adi, Senin (4/5/2020).

Prank Bantuan Makanan Sampah, Rekan Ferdian Paleka Ditangkap Polisi

Lebih lanjut, korban Bimo sempat dilarikan ke rumah sakit Kemasan, Ngemplak Sleman.

Kemudian, Haryadi dibawa ke rumah sakit Panti Nugroho Pakembinangun, Pakem, Sleman.

Sedangkan maling yang diduga menembak warga masih dalam penyelidikan Polres Sleman.

3 Penumpang Positif Covid-19, KRL Jabodetabek Kapan Ditutup?

"Korban langsung dilakukan penanganan secara medis, tapi tidak parah lukanya. Karena kemudian kedua korban langsung menuju ke Polsek Ngaglik untuk membuat laporan polisi," ungkap Tri Adi.

Dari Pencurian

Adapun, kronologi awal kejadian penembakan oleh orang tak dikenal bermula dari dugaan kasus pencurian yang dilakukan oleh pelaku.

500 TKA Asal China Masuk Sulawesi Tenggara, Pemerintah Dinilai Keras Kepala

Saat itu, aksi terduga maling itu ketahuan warga Ngelo, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, sebelum nekat main tembak.

"Warga meminta pelaku penyerangan untuk berhenti namun pelaku justru menambah kecepatannya, warga berteriak maling. Kedua korban yang pada saat itu menjaga portal masuk kampung juga berusaha untuk menghentikan pelaku penembakan," terangnya.

PDP Covid-19 di Bantul Meninggal Usai Melahirkan, Bayinya Jadi PDP

Saat dikejar warga Ngelo, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, itulah, orang yang diduga maling itu menembak kedua korban yang berusaha menghentikan pelaku.

Berdasarkan keterangan saksi, sempat tedengar suara tembakan ketika kedua korban mengejar pelaku.

Kisah-kisah Misteri

"Warga yang mendengar suara tembakan dan rintihan kesakitan dari korban akhirnya menghampiri kedua korban. Sontak keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit," terangnya.

Proyektil

Polisi sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terkait dengan kasus penembakan yang belum bisa dipastikan pelakunya tersebut.

Saat melakukan olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan proyektil peluru yang diduga berasal dari senjata pelaku.

Kumpulan Lirik Lagu

Kendati demikian, Polres Sleman masih menyelidiki senjata terduga maling yang dipakai untuk menembak warga.

Apakah senjata tersebut merupakan senjata organik atau merupakan senjata rakitan.

Berita Jogja Lainnya, Klik di Sini!

"Kami belum bisa memastikan senjata yang dipakai oleh pelaku. Sampai saat ini kami masih melakukan pengejaran dan menanyakan sejumlah saksi. Proyektil peluru juga sudah kami kirim ke laboratorium forensik Polri di Semarang," ujarnya.

Kasatreskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah mengatakan penyidik tengah memeriksa para saksi.

Kasus Pencurian Terbaru

Polres Sleman juga belum memastikan jenis peluru yang dipakai maling untuk menembak warga.

"Kami masih dalami kasus ini, terkait senjata apa yang digunakan kami juga belum bisa memastikan," tutupnya.

Berita Kriminal Lainnya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom