Dongkrak PAD, Pemkab Karanganyar akan Bangun Gerbang Elektronik E-Ticket di Candi
Candi Cetho di Karanganyar. (Solopos.com/Chelin Indra Sushmita)

Solopos.com, KARANGANYAR-- Candi Cetho dan Sukuh menjadi salah satu penyumbang pemasukan asli daerah (PAD) cukup besar di Karanganyar sehingga dipilih menjadi destinasi wisata yang menggunakan sistem transaksi e-ticket beberapa waktu lalu.

Saat ini Pemkab Karanganyar tengah berkoordinasi dengan Balai Perlindungan Cagar Budaya (BPCB) Jateng untuk membangun gerbang elektronik.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Titis Sri Jawoto, kepada Solopos.com Senin (26/10/2020). Dia mengatakan selain pemugaran oleh BPCB Jateng di beberapa pendapa yang rapuh, pihaknya juga masih meneruskan untuk mengembangkan sistem tiket elektronik di Candi Cetho. Salah satunya dengan membangun gerbang elektronik untuk sistem e-ticket.

Update Covid-19 Karanganyar: Kontak Erat Dan Klaster Rumah Tangga Mendominasi

“Kalau pemugaran itu semua dari BPCB Jateng untuk melindungi candi-candi yang masuk ke dalam wilayah perlindungan mereka. Untuk kami sendiri, saat ini juga berkoordinasi tapi untuk pembangunan konstruksi gerbang elektronik untuk e-ticketing yang ada di Candi Cetho dan Candi Sukuh. Kami harus mempertimbangkan itu agar tidak mengganggu keberadaan situs tersebut. Kami bersama BPCB mengecek bersama lokasi mana yang boleh dibangun gerbang elektronik ini,” jelas dia.

Pemugaran Candi Cetho

Sementara itu, terkait pemugaran Candi Cetho, Staf Pelindung Cagar Budaya BPCB Jateng, Winarto, menjelaskan proses pemugaran dijadwalkan tidak memakan waktu lama. Menurutnya, proses pemugaran 13 pendapa kecil bisa selesai pada Desember.

Pembelajaran Tatap Muka Masih Terlarang di Karanganyar

“Proses pemugaran kalau tidak salah sudah mulai sejak awal Oktober. Semua akan disesuaikan konstruksinya seperti aslinya dan target kami bisa selesai dalam waktu dekat yaitu Desember,” beber dia.

Sebelumnya, BPCB Jateng memugar beberapa bangunan Candi Cetho lantaran dinilai dalam kondisi memprihatinkan. Perbaikan melibatkan arkeolog dalam perencanaan untuk mempertahankan bentuk, konstruksi, dan tata letak bangunan di Candi Cetho. Total anggaran proyek pemugaran cagar budaya yang digelontorkan senilai Rp500 juta.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom