SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Tokyo–Dolar AS jatuh ke terendah 14-tahun terhadap yen di perdagangan Asia, Jumat (27/11), karena pasar terus menghargakan ekspektasi bahwa Amerika Serikat akan mempertahankan suku bunga rendah untuk periode berkepanjangan.

Dolar sempat jatuh hingga terendah 84,82 yen pada awal perdagangan di Tokyo sebelum kembali naik (rebound) menjadi 86,15 yen, turun dari 86,53 yen di London Kamis. Pasar AS tutup untuk liburan Thanksgiving pada Kamis. Euro turun menjadi 1,4970 dolar dari 1,4989 dan menjadi 128,95 yen dari 129,70 yen.

Promosi Siap Layani Arus Balik, Posko Mudik BRImo Hadir di Rute Strategis Ini

Tekanan jual dolar diperkirakan akan meningkat karena “persepsi pasar bahwa kebijakan tingkat suku bunga rendah di Amerika Serikat kemungkinan akan berlangsung untuk waktu yang sangat lama,” catat analis Barclays Masafumi Yamamoto.

Lonjakan yen menambah tekanan pada otoritas Jepang untuk campur tangan di pasar, sesuatu yang belum mereka lakukan sejak 2004, karena yen yang lebih kuat melukai ekspor perusahaan Jepang.

Pernyataan hati-hati baru-baru ini pada pergerakan mata uang, Menteri Keuangan Hirohisa Fujii mengakui bahwa yen meningkat pesat adalah “membahayakan” untuk perekonomian.

“Kami akan mengambil tindakan yang tepat terhadap gerakan kacau,” katanya kepada wartawan Jumat, menambahkan bahwa ia akan mendiskusikan valuta asing dengan Eropa dan AS “bila diperlukan.”

Ketika ditanya apakah negara-negara Kelompok Tujuh dapat mengeluarkan pernyataan darurat bersama  untuk mengambil yen keluar dari kenaikan, dia menjawab,”Itu mungkin salah satu pilihan kita bisa mengambil tergantung kondisi.”

Pada  Oktober tahun lalu G7 mengeluarkan sebuah komunike bersama yang menunjukkan keprihatinan  atas yen kuat dalam upaya untuk menenangkan  volatilitas di tengah pasar yang hancur parah.

Sekretaris Kabinet Hirofumi Hirano mengatakan dalam konferensi pers bahwa pemerintah mempertimbangkan mengambil tindakan mata uang untuk menghindari resesi ‘double-dip’.

Tokyo sedang “mempelajari tindakan yang mana yang paling efisien … termasuk mengambil  pertimbangan” tingkat nilai tukar valuta asing saat ini. Tapi ia menolak berkomentar apakah pemerintah telah campur tangan dalam pasar uang.

Pelaku pasar dibagi pada apakah Tokyo akan melakukan intervensi di pasar untuk menjual yen guna mengekang kenaikannya.

“Para pejabat Jepang akhirnya meninggalkan sikap pengabaian mereka pada yen yang kuat,”  kata Yamamoto dari  Barclay, menambahkan ada kekhawatiran kembar melemahnya saham Jepang dan deflasi menyediakan amunisi untuk intervensi.

Tapi dealer lainnya di Tokyo mengatakan “tidak ada rasa urgensi,” karena intervensi yang efektif, baik melalui pernyataan verbal atau  aktual operasi moneter, akan membutuhkan kerjasama dengan negara lain.
 
Yen naik karena data baru Jepang yang keluar Jumat pagi menunjukkan harga konsumen inti  turun 2,2 persen pada Oktober dari tahun sebelumnya, menandai delapan bulan terus menerus turun.
Ant/tya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya