Dokter Wonogiri Terjerat Kasus Ujaran Kebencian Divonis 3,5 Bulan Penjara

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, WONOGIRI — Sidang kasus ujaran kebencian dengan terdakwa Dokter Martanto di Pengadilan Negeri (PN) Wonogiri memasuki agenda pembacaan vonis, Selasa (28/5/2019).

Dr. Martanto divonis 3,5 bulan penjara oleh majelis hakim yang dipimpin Lingga Setiawan. Martanto dinyatakan bersalah menyebarkan ujaran kebencian tentang PDIP melalui grup Whatsapp (WA) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wonogiri.

Vonis 3,5 bulan penjara itu dipotong masa tahanan yang sudah dijalani Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wonogiri tersebut selama dua bulan. Dengan demikian, Martanto tinggal menjalani masa hukuman 1,5 bulan.

Martanto menjalani tahanan sejak 2 April lalu. Hakim juga menghukum denda senilai Rp100 juta subsider sebulan kurungan kepada Martanto. Putusan tersebut lebih rendah satu setengah bulan daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sebelumnya, JPU menuntut Martanto dengan pidana lima bulan penjara.

Hakim berpandangan tindakan Martanto yang mengunggah atau mengirim gambar bertuliskan, “PDI Tak Butuh Suara Umat Islam” di grup WA IDI Wonogiri, Januari 2018 lalu, memenuhi unsur pidana sebagaimana dalam dakwaan tunggal jaksa penuntut umum (JPU).

Dakwaan itu yakni, Pasal 28 ayat (2) junkto Pasal 45A ayat (2) UU No. 19/2016 perubahan atas UU No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Sebagaimana dalam dakwaan itu, menurut hakim, perbuatan Martanto mengirim gambar yang menyinggung soal PDIP bukan kelalaian, tetapi sengaja untuk menimbulkan rasa benci/permusuhan individu atau kelompok berdasar suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Hal itu karena Martanto merupakan dokter senior dan Ketua IDI sehingga apa yang disampaikannya dapat memengaruhi anggotanya. Di grup WA IDI Wonogiri terdapat 158 anggota. Hakim menyimpulkan tindakan Martanto meresahkan umat Islam dan merugikan PDIP.

Martanto menerima putusan hakim. JPU juga menyatakan sikap sama. Pengacara Martanto, Muhammad Taufiq, mengatakan kliennya menyatakan menerima sejak jauh hari sebelumnya.

Martanto pernah menyampaikan kepada pengacaranya hakim menjatuhkan vonis pidana berapa pun akan dia terima. Menurut pengacara asal Solo itu terdakwa seperti Martanto jarang ada.

Namun, secara pribadi Taufiq mengaku tidak puas karena hakim sekadar menyatakan tidak sependapat dengan keterangan ahli hukum pidana dan ahli ITE yang dihadirkannya tanpa menyampaikan alasan mengapa tidak sependapat dan landasan teorinya apa.

Menurut Taufiq hal itu sama halnya proses sidang tidak menggunakan ilmu pengetahuan, tetapi hanya menggunakan kekuasaan. “Hakim hanya sependapat dengan ahli dari JPU,” kata Taufiq.


Berita Terkait

Berita Terkini

Sempat Viral, Oknum Polantas Pacaran Naik Mobil PJR Adik Ipar Ahok

Di medsos beredar narasi bahwa anggota Polantas pacaran naik mobil PCR itu berani melakukan pelanggaran karena iparnya seorang pejabat.

Duh, Masih Ada Ponpes di Sragen yang Emoh Ikut Vaksinasi, Ini Alasannya

Bupati Sragen meminta bantuan Polres dan Kodim untuk melakukan pendekatan kepada ponpes yang emoh ikut vaksinasi.

Main Sore Ini, Berikut 6 Wakil Indonesia di Perempatfinal Denmark Open

Sebanyak enam wakil Indonesia berhasil memastikan diri lolos ke babak perempatfinal Denmark Open 2021.

Rachel Vennya Naik Mobil dengan Pelat RFS, Begini Respons Warganet

Mobil berpelat RFS  yang dinaiki Rachel Vennya seusai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya rupanya menarik perhatian warganet. 

Diduga Minum Racun Tikus, Mahasiswi di Sleman Ditemukan Meninggal

Seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta di Sleman, Yogyakarta diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun tikus.

Angin Kencang yang Rusak 20 Rumah di Sragen, La Nina Sudah Datang?

BKMG mengumumkan ancaman badai La Nina di akhir tahun 2021. Sementara puluhan rumah rusak di Sragen setelah diguyur hujan disertai angin kencang.

Keren! Mohamed Salah Dibuatkan Patung, Mirip Enggak?

Penyerang Liverpool, Mohamed Salah, dibuatkan patung lilin oleh Museum Madame Tussauds, London, Inggris.

Seperti Meteror Jatuh, Satelit Mata-Mata Rusia Gagal Ngorbit

Satelit mata-mata Rusia gagal ngorbit dan jatuh seperti bola api di langit Amerika.

Siap-Siap! 31 Objek Wisata di Kulonprogo Akan Dibuka, Ini Daftarnya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo bersiap membuka 31 objek wisata andalannya secara terbatas.

Giliran Kantor Pinjol Ilegal di Surabaya, 13 Orang Ditangkap

Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur menggerebek kantor pinjol ilegal di Surabaya, Kamis (21/10/2021) dan menangkap 13 orang.

Kebangetan, Puluhan Tanaman Hias di Taman Portabel Solo Raib Dicuri

DLH Solo mencatat ada puluhan tanaman hias di taman portabel yang hilang seiring pengadaan fasilitas tersebut pada tahun ini.

Evaluasi PTM, Disdikbud Karanganyar akan Gelar Tes Swab Acak di Sekolah

Meski belum ada penularan Covid-19, Disdikbud Karanganyar akan menggelar tes swab secara acak di sekolah-sekolah.

Insan Perhotelan Suarakan Aspirasi Soal CHSE kepada Pemprov Jateng

Kali ini sertifikasi CHSE tidak lagi difasilitasi pemerintah, sehingga masing-masing hotel harus mengupayakan secara mandiri dan berbiaya.

Belum Divaksin Tapi Pengin Bikin SIM? Ini Solusinya

Pemohon SIM di Karanganyar wajib sudah divaksin Covid-19. Tapi kalau belum, ada layanan vaksinasi gratis di kantor Satlantas Polres Karanganyar.

Mau ke Pantai di Bantul? Cek Dulu Jadwal Ganjil Genap di Objek Wisata

Pemkab Bantul sudah menerapkan kebijakan ganjil genap kendaraan di sejumlah objek wisata ikonik di Kabupaten Bantul.

Unik! Bebek Ini Mampu Tirukan Ucapan Manusia Saat Memadu Kasih

Seekor bebek kesturi yang diketahui menirukan ucapan manusia dalam rekaman percobaan hewan yang dapat meniru manusia.