Dokter Solo: Liburan Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

Liburan saat pandemi Covid-19 wajib menerapkan protokol kesehatan.

SOLOPOS.COM - Pengunjung bermain dan melihat-lihat wisata alam baru Bumi Perkemahan Hutan Pleseran, Nglurah, Tawangmangu, Karanganyar. (Solopos/Candra Mantovani)

Solopos.com, SOLO – Libur panjang di depan mata. Opsi untuk berlibur di tengah pandemi Covid-19 pun tengah menjadi perbincangan masyarakat. Jika memang nekat liburan, masyarakat diminta untuk menerapkan protokol kesehatan.

Seperti diketahui, pekan depan adalah momen libur panjang karena ada perayaan Maulid Nabi Muhammad. Ditambah libur bersama dan akhir pekan, kemungkinan ada libur selama delapan hari. Momen itu bisa jadi dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berlibur.

Meninggal di Usia 38 Tahun, Ini Sosok Pangeran Brunei Abdul Azim

Terlebih, sejumlah objek wisata, termasuk di Soloraya, sudah bika kembali. Wakil Direktur RS Hermina Solo, dr Fitri Ayu Rahmawati, mengatakan masyarakat wajib menerapkan protokol kesehatan saat liburan.

“Soal waktu libur panjang dan liburan ini memang menjadi dilema. Kalau dibilang aman atau tidak, itu perlu dipertimbangkan dan dikembalikan pada diri sendiri. Mendesak atau tidak kepentingan liburan ini. Kalau Satgas bilang dipikirkan lagi, kalau mendesak harus pergi, maka pastikan sudah menerapkan protokol kesehatan,” kata Fitri dalam talkshow Panduan Wisata Aman saat Libur Panjang yang disiarkan Solopos TV, Kamis (22/10/2020).

Fitri menambahkan masyarakat juga mesti mempertimbangkan sejumlah hal saat memutuskan untuk liburan saat pandemi Covid-19. Misalnya dengan memilih tempat wisata yang aman dan menerapkan protokol kesehatan.

Sejauh ini, wisata alam dianggap sebagai salah satu tempat wisata yang cocok didatangi saat pandemi. Pasalnya, wisata alam biasanya lebih terbuka dan dianggap dapat meminimalisasi persebaran Covid-19. Kendati demikian, protokol kesehatan yang ketat tetap wajib diterapkan oleh pengelola tempat wisata.

Wisata Alam

Salah satunya adalah wisata alam di Kabupaten Karanganyar yang sebagian besar dikelola Perum Perhutani. Administratur Muda Perum Perhutani KPH Surakarta, Sugi Purwanta, mengatakan pihaknya telah membuka sejumlah wisata alam. Menurutnya, pembukaan objek wisata itu dibuka setelah berdiskusi dengan Bupati Karanganyar selaku Ketua Satgas Covid-19 setempat.

“Pertimbangannya daripada warga berjubel di sekitar Cemara Kandang, akan lebih baik kalau objek wisata dibuka dengan sederet aturan ketat,” paparnya.

Buntut Kasus Pembunuhan Yulia di Sukoharjo: 1 Pelaku Ditangkap, Masih Ada yang Lain?

Dia menegaskan protokol kesehatan ketat bakal diterapkan demi menjaga pengunjung dari persebaran virus. Kendati demikian, diperlukan juga komitmen dari pengunjung agar tetap patuh dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

“Kami selaku pengelola wisata tidak main-main. Tapi kami tidak memberikan jaminan. Kami melakukan segala upaya pencegahan penularan Covid-19 dengan catatan semua menerapkan protokol kesehatan. Kami berupaya menghadirkan objek wisata alam yang aman dan nyaman bagi pengunjung. Tapi semuanya kembali kepada pengunjung, bagaimana mereka menerapkan protokol kesehatan,” tandas Sugi.

Berita Terbaru

Lewat Wastafel & Hand Sanitizer Otomatis, SMP Birrul Walidain Sragen Kampanye Protokol Kesehatan

Solopos.com, SRAGEN — Wastafel dan hand sanitizer merupakan salah satu perangkat protokol kesehatan untuk membersihkan tangan dari segala virus...

Duh! Warga Sukoharjo Mulai Cuek, Pelanggar Aturan Wajib Pakai Masker Meningkat

Solopos.com, SUKOHARJO -- Warga Sukoharjo mulai cuek terhadap aturan wajib memakai masker. Fenomena ini terjadi setidaknya dalam sebulan terakhir....

Kisah SAR RSM Karanganyar, Rela Membantu Pemerintah Menekan Covid-19 Tanpa Imbalan

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sukarelawan memiliki peran besar dalam upaya menekan persebaran Covid-19 di Karanganyar. Meskipun tidak mendapatkan timbal balik...

Milad Momen RS PKU Muhammadiyah Solo Prioritaskan Covid-19

Solopos.com, SOLO — Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Rabu (18/11/2020) lalu, memperingati milad ke-93 yang bersamaan dengan peringatan milad ke-108...

Gencar Operasi Masker, Forkopimca Colomadu Gandeng Ibu-Ibu

Solopos.com, KARANGANYAR — Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Colomadu menggandeng ibu-ibu yang tergabung dalam Sanggar Senam RM7 menyelenggarakan operasi...

Mulia, PMI Sragen Salurkan Bantuan 250 Paket Sembako untuk Warga yang Positif Covid-19

Solopos.com, SRAGEN — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sragen, Jawa Tengah menyalurkan bantuan berupa 250 paket sembako kepada keluarga...

Disdikbud Wonogiri: Sebelum PTM Dimulai Tahun Depan, Guru Wajib Tes Swab

Solopos.com, WONOGIRI — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri menilai perlu dilaksanakan tes swab sebelum pembelajaran tatap muka PAUD-SMP dimulai...

Boyolali Kembali ke Zona Oranye Covid-19, Protokol Kesehatan di Lingkungan Keluarga Harus Diperhatikan

Solopos.com, BOYOLALI - Kabupaten Boyolali kembali ke zona oranye persebaran Covid-19. Masyarakat pun diimbau untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan,...

3 Selter Pengungsian Merapi di Klaten Segera Dilengkapi Sekat

Solopos.com, KLATEN – Sebanyak tiga selter pengungsian yang disiapkan menjadi tempat evakuasi akhir (TEA) ketika erupsi Gunung Merapi terjadi...

Pejabat dan ASN di Sragen Harus Jadi Contoh Pelaksanaan SOP Hajatan di Tengah Pandemi!

Solopos.com, SRAGEN — Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen menginstruksikan kepada aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat di...