DOKTER PALSU : Pasien Gagal Cantik, DIB Desak Kemenkes Bertindak Tegas

DOKTER PALSU : Pasien Gagal Cantik, DIB Desak Kemenkes Bertindak Tegas

SOLOPOS.COM - Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/Dok)

Dokter palsu merugikan pasien karena praktik abal-abal yang dilakukan.

Solopos.com, SOLO — Jenny Sawolino, 34, ditangkap jajaran Polres Jakarta Selatan, lantaran praktik kecantikan abal-abal yang ia lakukan. Terkait dengan kasus dokter kecantikan palsu ini, pihak Organisasi Dokter Indonesia Bersatu (DIB), mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersikap tegas.

Sebelumnya, Jenny melakukan pelayanan praktik untuk pasiennya di Plaza Semanggi, Setia Budi, Jakarta. Dokter kecantikan palsu asal Manado tersebut dibekuk pihak berwajib karena tidak memiliki izin dan latar pendidikan di bidang kedokteran, sehingga menyebabkan pasien sakit, seperti bernanah dan hepatitis.

"Pelaku melakukan praktik kedokteran tidak memiliki izin dan tidak memiliki latar kedokteran," jelas Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol. Wahyu Hadiningrat di Mapolres Jakarta Selatan, sebagaimana Solopos.com kutip dari Okezone, Kamis (21/5/2015).

Biaya yang diperlukan pasien untuk mendapatkan perawatan Jenny tidak tanggung-tanggung, yaitu sekitar Rp100 juta.

"Mereka membayar obat-obatan sebesar Rp6 juta, namun harus keluar Rp100 juta karena pelaku melakukan injeksi secara ilegal," jelas Wahyu.

Terkait dengan praktik ilegal Jenny, Pengurus DIB Eva Sridiana mengatakan, biasanya oknum dokter gadungan adalah petugas toko obat yang bergaya seperti dokter. Menurut Eva, Kemenkes harus bersikap tegas.

“Butuh ketegasan pemerintah untuk menertibkan dokter gadungan. Dengan gampangnya mereka bisa membuka praktik tanpa penindakan,” ujar Eva, Kamis (21/5/2015).

Menurut Eva praktik dokter palsu masih merebak sehingga Kemenkes harus menertibkan oknum-oknum tak bertanggung jawab tersebut.

“Mereka punya izin untuk membuka praktik dokter umum. Namun, di dalamnya mereka ternyata juga membuka praktik kecantikan. Ini kan ilegal yang harus ditertibkan,” tuturnya.

Jenny sendiri saat ini dijerat dengan pasal 78 UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan atau Pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Pasal 378 KUHP. Ia terancam hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun.

Alat-alat kecantikan yang Jenny gunakan pun jauh dari peralatan medis. Kabarnya, ia menggunakan pisau roti dan benang dalam proses operasi bedahnya. Menurut Eva, praktik Jenny sangat berbahaya.

”Itu berbahaya buat wajah,” tandas Eva.

Berita Terkait

Berita Terkini

Dikhawatirkan Picu Kerumunan, Pasar Tiban di Pekalongan Dibubarkan

Meningkatnya aktivitas warga menjelang Lebaran, terutama di Alun-alun Kota Pekalongan rawan memicu penyebaran virus corona.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Selasa 11 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Selasa, 11 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

Warga di 12 Padukuhan di Sleman Dilarang Salat Id Berjamaah

Kalau sudah zona merah, salat Idulfitri baik di masjid maupun lapangan tidak dibolehkan.

Kemenag Jateng Sebut Sudah 300 Ulama Meninggal Akibat Covid-19

Data dari Kementerian Agama pusat ada 300 ulama yang meninggal akibat terpapar Covid-19 se-Indonesia.

Kemenhub Ungkap Potensi Warga Mudik Besok

Kemenhub memperkirakan aktivitas mudik bakal terjadi lagi, Selasa (11/5/2021) besok dan Rabu (12/5/2021) lusa.

Tambang Emas Longsor di Sumbar, 4 Meninggal

Asnedi mengatakan longsor di lokasi tambang itu bukan sekali ini terjadi. Sebelumnya, menurut Asnedi, lokasi tambang itu pernah longsor Januari lalu.

Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal, Dinkes Tracing Safari Dakwah

Dinkes Riau meminta puskesmas yang wilayahnya ketempatan safari dakwah Ustaz Tengku Zulkarnain segera melalukan tracing kontak fisik.

Mudik Dilarang, Pedagang di Madiun Ngeluh Pasar Sepi Jelang Lebaran

Jika dibandingkan dengan momen Lebaran tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kondisi pasar menjadi paling sepi.

Usulan Liga 1 Tanpa Degradasi, Presiden Pasoepati: Ini Kompetisi atau Tarkam?

Presiden Pasoepati, Maryadi Gondrong, menyayangkan munculnya gagasan kompetisi tanpa degradasi di Liga 1 maupun Liga 2. Menurut Gondrong, liga tanpa degradasi sama saja mengebiri ruh kompetisi.

Dishub Semarang Catat 8 Titik Kemacetan Jelang Lebaran

Larangan mudik tak menyebabkan Semarang bebas macet, bahkan Dishub Kota Semarang mendeteksi adanya delapan titik kemacetan di kota ini.

Viral Video Pengendara Gerobak Sapi Masih Eksis di Klaten, Bikin Netizen Kaget

Video viral seorang bajingan yang mengendarai gerobak sapi di daerah Klaten. Dalam video tersebut dua orang heran melihat gerobak sapi.