Widyantoro (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Solopos.com, SOLO—PSIS Semarang resmi menunjuk Widyantoro sebagai asisten pelatih untuk Liga 1 Indonesia musim kompetisi 2019.

Pelatih yang akrab disapa Wiwid tersebut bakal bekerja sama dengan pelatih Mahesa Jenar, Jafri Sastra, selama satu musim. Wiwid telah mengucapkan salam perpisahan kepada Persis Solo, tim yang pernah dia tangani. Pengumuman resmi penunjukan tersebut disampaikan melalui akun resmi PSIS Semarang di Instagram @psisofficial, Senin (14/1/2019).

Pada postingan Instagram tersebut dipampang foto Wiwid yang mengenakan kaus putih dengan kerah warna biru. Terdapat tulisan Sugeng Rawuh Coach Widyantoro.

Pada keterangan foto dijelaskan General Manager PSIS Semarang, Wahyoe Winarto, menyatakan manajemen memang berencana merekrut legenda PSIS agar bisa bergabung dengan PSIS. “Coach Wiwid salah satu kandidatnya. Sekarang Coach Wiwid resmi jadi asisten pelatih PSIS selama satu musim," kata pria yang akrab disapa Liluk tersebut.

Dalam postingan tersebut disebutkan sebelum memutuskan untuk bergabung dengan PSIS, Wiwid mengaku sempat mendapatkan tawaran dari klub lain. Namun, ia tetap memprioritaskan Mahesa Jenar sebagai pelabuhan kariernya.

"Kemarin memang ada tawaran dari beberapa klub tapi di Liga 2. Saya mempertimbangkan PSIS mengingat adanya tantangan terkait atmosfer di Liga 1 dan komunikasi yang sangat baik dengan manajemen PSIS," ujar Wiwid.

Pria berusia 48 tahun itu juga bertekad untuk memberikan kontribusi positif saat dirinya menjadi bagian dari tim kebanggaan warga Semarang. "Harapan saya, semoga saya bisa memberikan kontribusi positif untuk PSIS. Nantinya bisa belajar ke head coach," paparnya.

Saat dihubungi Espos, Senin, Wiwid mengatakan kebersamaannya dengan Persis memberikan banyak kenangan berharga. Ia membesut Persis dalam tiga periode. Pada 2014, Persis lolos 8 besar Liga 2. Pada 2017, Persis Solo embali lolos 8 besar Liga 2. Lalu pada 2018, ia menjadi pelatih pengganti dan Persis gagal lolos 8 besar Liga 2.

Ia menyebut, pada 2014 dan 2017 sudah ada kesempatan agar Persis lolos ke Liga 1 Indonesia. Tetapi, ada sesuatu yang tak bisa ia jelaskan yang membuat cita-cita itu kandas.

Meski tak lagi menukangi Persis, ia berharap pada 2019 Persis bisa lolos ke Liga 1. Menurutnya, kompetisi ke depan semakin baik dan fair play.

“Harapan saya, suatu saat nanti saya masih bisa kembali ke Persis Solo dalam situasi yang lebih baik. Bagaimana pun juga Persis Solo bagi saya sangat luar biasa,” ungkap lelaki asal Magelang itu.

Sementara itu, Presiden Pasoepati Aulia Haryo Suryo, memberikan ucapan selamat kepada Wiwid atas pengangkatannya sebagai asisten pelatih PSIS Semarang.

Lelaki yang akrab disapa Rio itu berharap Wiwid bisa membawa PSIS semakin berprestasi dan mampu bersaing dalam kompetisi ketat Liga 1 Indonesia musim 2019.

Di sisi lain, ia berharap Persis segera menentukan pelatih yang akan menukangi tim tersebut pada musim 2019. Rio mengharap manajemen Persis menunjuk pelatih yang mempunyai semangat dan dedikasi tinggi untuk membawa tim naik kasta ke Liga 1 Indonesia musim depan.

“Kalau Persis ingin naik ke Liga 1 tahun depan, manajemen harus serius dan mencari pelatih secara matang. Jangan seperti tahun kemarin, posisi pelatih bongkar pasang di saat kompetisi sudah berjalan. Apalagi di saat kompetisi sudah memasuki fase penting untuk bisa maju ke babak selanjutnya,” ujarnya, Senin.

Avatar
Editor:
Tri Wiharto

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten