Endah Laras (kiri) bersama Djaduk Ferianto (tengah). (Istimewa-dok. Endah Laras)

Solopos.com, SOLO -- Kesedihan atas kabar duka meninggalnya seniman Djaduk Ferianto turut dirasakan para seniman Solo. Ucapan bela sungkawa dan doa turut mengalir mengiringi kepergian Djaduk.

Hal itu disampaikan para seniman Solo lewat status media sosial mereka di Whatsapp, Facebook, dan Instagram.

Mereka di antaranya pesinden Peni Candra Rini, Endah Laras, seniman Danis Sugiyanto, Gondrong Gunarto, juga tokoh teater senior Gigok Anurogo. Mereka mengaku sangat kehilangan sosok Djaduk Ferianto.

"Sepinten lepat kula njih ndoro. Ayem wonten kaswargan jati. Wilujeng tindak ndoro Djaduk Ferianto," tulis Endah Laras dalam statusnya sembari menunggah foto kebersamaannya bersama Djaduk Ferianto.

Kepada solopos.com, Endah Laras mengaku merasa sangat kehilangan sosok Djaduk. Apalagi dia terbilang sering pentas bareng dengan Djaduk Ferianto.

"Ini sedang perjalanan layat ke Jogja. Untuk mengantar Mas Djaduk ke peristirahatan terakhirnya," ungkap Endah Laras.

Sementara itu, seniman keroncong yang juga pengajar di Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, Danis, mengenang Djaduk sebagai sosok yang baik dan humoris.

"Dzat saking Allah bakal mulih bali marang Allah, sugeng tindak ndara Djaduk...Rahayu Ing Pelereman," demikian ucapan bela sungkawa Danis untuk Djaduk Ferianto.

Danis menyebut meski terkenal, mendiang Djaduk selalu membaur dengan seniman lain, juga tak pelit berbagi ilmu.

"Status WA yang kutulis adalah ekspresi mendalam tentang introspeksi bahwa seniman/manusia perlu senantiasa siap sewaktu-waktu bila dipanggil Tuhan," kata Danis.

Diberitakan, seniman R.M. Gregorius Djaduk Ferianto meninggal dunia, Rabu (13/11/2019) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.

Kepergian pria yang dikenal sebagai aktor, musikus, sutradara, dan juga perupa kenamaan, itu mengejutkan keluarga dan koleganya.

Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan Djaduk Ferianto berpulang Rabu pukul 02.30 WIB. Jenazah disemayamkan di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja. Pemakamakan direncanakan pukul 15.00 WIB di makam keluarga Sembungan, Kasihan, Bantul. Pemberkatan jenazah akan dilakukan satu jam sebelumnya.

"Mas Djaduk Ferianto wafat dini hari tadi. Kami kaget sekali, karena tadi malam masih rapat dengan kami untuk persiapan Ngayogjazz 2019," ujar sahabat dekat Djaduk Ferianto, Aji Wartono, dilansir Detikcom, Rabu (12/11/2019).

Djaduk Ferianto lahir di Yogyakarta, 19 Juli 1964, adalah anak bungsu dari seniman serba bisa, mendiang Bagong Kussudiardja. Sejak kecil, Djaduk menggeluti dunia seni dari padepokan seni yang dipimpin ayahnya.

Bersama kakaknya, Butet Kertaradjasa, Djaduk ikut membesarkan Teater Gandrik, grup teater fenomenal asal Yogya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten