Plt. Kepala DLHK Jateng, Ammy Rita (kiri), saat memberikan pernyataan di Kantor Gubernur Jateng, Rabu (20/11/2019). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Solopos.com, SEMARANG — Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyebut pencemaran Sungai Bengawan Solo sangat kompleks. Sungai yang panjangnya mencapai 548,53 km itu tercemar limbah industri alkohol, industri batik, maupun peternakan babi.

Hal itu disampaikan Pelaksana tugas (Plt.) Kepala DLHK Jateng, Ammy Rita, saat menggelar jumpa pers di Kantor Pemprov Jateng, Kota Semarang, Rabu (20/11/2019).

Ammy menyebut DLHK Jateng sudah menerjunkan tim investigasi untuk memeriksa air Bengawan Solo. "Sejak ada aduan masyarakat mengenai pencemaran air Bengawan Solo, kami langsung menerjunkan tim. Dari sampel air sungai yang diambil, memang ditemukan pencemaran yang signifikan," ujar Ammy.

Ammy menyebutkan dari hasil temuan timnya, pencemaran air Bengawan Solo disebabkan beberapa hal seperti limbah industri kecil alkohol, industri kecil batik, dan peternakan babi.

Selain itu, dari hasil investigasi juga ditemukan adanya dugaan industri besar yang ikut mencemari aliran sungai Bengawan Solo. Terkait temuan dugaan pencemaran oleh industri besar, pihaknya mengatakan sedang melakukan klarifikasi lebih lanjut ke perusahaan tersebut sesuai hasil penemuan tim investigasi.

"Selain itu, berkurangnya debit air juga membuat pencemaran semakin meningkat. Hal ini ke depan dapat diantisipasi dengan upaya perbaikan daerah aliran sungai (DAS) di sekitar Bengawan Solo agar tidak terjadi perbedaan debit yang sangat ekstrem saat musim penghujan," terangnya.

Tim lanjut Ammy juga menginventarisasi sejumlah industri yang ada di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo. Tercatat ada 142 industri kecil alkohol, 37 industri tahu, puluhan industru batik, dan peternakan yang beroperasi di sekitar Sungai Bengawan Solo.

Ammy menambahkan saat ini pihaknya juga telah menggelar koordinasi dengan Direktorat Pengendalian Pencemaran Air Kementerian LHK, DLH Jatim, dan DLH kabupaten/kota di sepanjang Sungai Bengawan Solo.

Dari koordinasi itu disepakati akan dilakukan optimalisasi pengelolaan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) di beberapa industri yang ada. "Sebenarnya sudah ada IPAL komunal di beberapa titik, namun beberapa kurang berfungsi optimal. Untuk mengatasi hal itu, akan dilakukan revitalisasi IPAL komunal," tegasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten