DLH Sukoharjo Sebut Air Merah Darah Di Pundungrejo Tawangsari Fenomena Langka
Air tanah berwarna merah yang muncul di Desa Pundungrejo, Tawangsari, Sukoharjo, menghebohkan warga, Kamis (4/3/2021). (Istimewa)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo menyebut temuan air tanah berwarna merah darah di Pundungrejo, Kecamatan Tawangsari, merupakan fenomena langka dan pertama terjadi di Kabupaten Makmur.

DLH akan mengecek ke lokasi guna memastikan penyebab air tersebut berwarna merah darah. "Ini fenomena pertama di Sukoharjo. Selama ini belum pernah ditemukan air tanah warna merah," kata Kepala DLH Sukoharjo Agustinus Setiyono kepada Solopos.com, Jumat (5/3/2021).

Agus mengatakan pengecekan perlu dilakukan untuk mengetahui kandungan air hingga menjadi berwarna merah darah. Selain itu pengecekan di lokasi juga melihat apakah warna merah dipengaruhi limbah pabrik atau lainnya.

Baca Juga: Ayah Bayi Tanpa Tempurung Kepala Di Solo Pilih Tak Bekerja Demi Dampingi Anak

Sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan kandungan apa yang menyebabkan air tanah di Pundungrejo, Tawangsari, Sukoharjo, itu berubah menjadi berwarna merah. "Kami perlu cek ke lokasi dulu. Tapi memang ini fenomena pertama di Sukoharjo," tuturnya.

Agustinus mengatakan biasanya layaknya air sungai yang berwarna merah dipengaruhi buangan limbah pabrik tekstil. Namun DLH harus memastikan terlebih dahulu apakah di lokasi penemuan air berwarna merah tersebut terdapat pabrik tekstil atau sejenisnya.

"Jadi saat ini belum bisa saya sampaikan apa-apa. Tidak ingin spekulasi lah," katanya.

Baca Juga: Rel Layang Joglo Solo Naik Dari Viaduk Gilingan, Ground Breaking Direncanakan Juli

Dua Lubang

Sebagaimana diketahui, warga Pundungrejo, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, mendadak dihebohkan dengan munculnya air tanah berwarna merah layaknya darah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, air berwarna merah keluar dari dua lubang. Warga setempat Yitno, mengatakan air berwarna merah diketahui warga pada Rabu (3/3/2021) sore.

Warga lantas menyusuri sumber air berwarna merah tersebut. Diduga air berasal dari dua lubang yang berada di bawah pohon jati. "Kami tidak tahu kenapa air berwarna merah darah," katanya kepada Solopos.com, Kamis (4/3/2021).

Baca Juga: Perbaikan Underpass Makamhaji, Dishub Sukoharjo: Ditjen Perkeretaapian Masih Susun RAB

Temuan air berwarna merah darah itu sontak membuat geger warga setempat. Yitno mengatakan warga berbondong-bondong datang untuk melihat air berwarna merah.

"Sekarang airnya mulai bening tidak warna merah seperti kemarin. Tapi warna merahnya masih membekas di tanah," katanya.



Berita Terkini Lainnya








Kolom