DLH Sukoharjo Belum Punya Data Terbaru Soal Ruang Terbuka Hijau

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo mengaku hanya memiliki data soal luasan ruang terbuka hijau (RTH) hasil pendataan 2017.

 Lahan Bekas Terminal Lama Kartasura yang dimanfaatkan oleh Pawartos sebagai ruang publik ruang terbuka hijau beberapa waktu lalu. (Solopos.com/Candra Putra Mantovani)

SOLOPOS.COM - Lahan Bekas Terminal Lama Kartasura yang dimanfaatkan oleh Pawartos sebagai ruang publik ruang terbuka hijau beberapa waktu lalu. (Solopos.com/Candra Putra Mantovani)

Solopos.com, SUKOHARJO — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukoharjo mengaku belum memiliki data terbaru soal luasan ruang terbuka hijau (RTH) di sejumlah kecamatan di wilayah perkotaan. Data yang mereka miliki adalah data lima tahun lalu, yakni 2017.

Pertumbuhan permukiman yang berjalan sepanjang lima tahun terakhir kemungkinan telah memangkas luasan RTH.

PromosiPeningkatan Ekspor Kopi Bisa Dimulai Dari Penanganan Masalah di Petani

Kepala UPT Pertamanan DLH Sukoharjo, Samsuri, mengatakan standar kebutuhan 30 persen RTH dengan rincian 20 persen merupakan RTH publik sudah terpenuhi jika mengacu data 2017. Namun, perlu pendataan ulang lantaran adanya pertumbuhan pemukiman khususnya di sejumlah kecamatan di perkotaaan.

“Kalau mencakup keseluruhan wilayah sebenarnya sudah [luasan RTH sesuai standar]. Hanya saja tiap desa itu luasannya tidak merata sama. Tapi itu kan mengacu data tahun 2017. Idealnya perlu ada pendataan ulang untuk mengetahui luasan RTH sekarang di tahun 2022 ini bagaimanam” ujarnya kepada Solopos.com, Sabtu (22/1/2022).

Baca Juga: DLH Sukoharjo Soroti Kurang Optimalnya TPS 3R Sampah di Kecamatan

“Saat ini kami masih mengkaji karena tupoksi RTH sebelumnya di DPUPR [Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang] dan baru tahun ini dipindah ke DLH. Pendataan ulang ini juga baru dibicarakan tapi belum tahu akan dilakukan atau tidak.”

Sebelumnya, Presidium Perkumpulan Wargo Ageng Kartasura (Pawartos), Ruthsahaya Sapujiati, mengatakan kebutuhan RTH di Kartasura termasuk mendesak. Pihaknya bahkan memanfaatkan lahan bekas Terminal Lama Kartasura untuk dijadikan sebagai taman publik dan dinamai Taman Pawartos pada 2021 lalu untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kartasura itu segitiga emas dan padat. Harus diakui, ruang terbuka hijau di sini sudah tidak ada. Terminal Lama Kartasura ini harus lebih diutamakan pengembangannya menjadi lahan terbuka hijau yang dibentuk seperti alun-alun karena masyarakat sangat membutuhkan itu,” ungkap dia.

Baca Juga: Lika-Liku Upaya Pemkot Solo Mengejar Target Luas RTH 20%

RTH publik sebanyak 20 persen tersebut menurut Samsuri mencakup lahan makam, dan sejumlah taman publik. Rencananya pihaknya akan kembali menambah RTH di lima makam. Namun diakui untuk membuat taman publik baru untuk menambah RTH masih perlu kajian lebih banyak.

“Kalau untuk menambah taman publik itu kan ada sejumlah kendala aset. Apalagi di lokasi kecamatan di perkotaan yang sudah padat penduduk. Ada aturan RTRW [rencana tata ruang wilayah] juga yang harus dilihat. Jadi tidak bisa Pemkab langsung membuat atau merencanakan pembangunan taman. Harus ada kajian itu. Makanya menurut saya pendataan ulang itu dibutuhkan karena nanti bisa melihat apa kekurangannya dan yang harus dilakukan,” kata dia.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Riset Belanda Ungkap Tiga dari 10 Situs Jawa Kuno di Boyolali Hilang

+ PLUS Riset Belanda Ungkap Tiga dari 10 Situs Jawa Kuno di Boyolali Hilang

Masa Jawa Kuno meninggalkan sejumlah peradaban di Kota Susu Boyolali, di mana berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Leiden Belanda dalam riset disertasinya pada 2009, mengungkap tiga dari 10 situs dinyatakan hilang.

Berita Terkini

Disdik Dan DKK Solo Bertemu Bahas Antisipasi Hepatitis Akut, Hasilnya?

Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Solo mengadakan pertemuan untuk membahas upaya dan langkah antisipasi penularan hepatitis akut di sekolah-sekolah.

Pemkab Wonogiri Siapkan Bangsal Isolasi Hepatitis Akut

Pemerintah kabupaten (Pemkab) Wonogiri telah mengantisipasi munculnya penyakit hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya.

Bawaslu Boyolali Gandeng Penyandang Disabilitas untuk Awasi Pemilu

Sosialisasi diadakan untuk meningkatkan peran pengawasan partisipatif penyandang disabilitas dalam pemilihan umum (pemilu).

Bawa Sapi Bergejala PMK di Wonogiri, Peternak akan di-Blacklist

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri secara tegas berupaya mencegah wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK pada hewan ternak.

Solo Ditunjuk Siapkan SDM Industri Mobil Listrik Dunia, Ini Kata Gibran

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyebut Solo Technopark yang ditunjuk jadi penyedia SDM untuk pengembangan industri mobil listrik dunia sangat sibuk setahun terakhir ini.

Riset Belanda Ungkap Tiga dari 10 Situs Jawa Kuno di Boyolali Hilang

Masa Jawa Kuno meninggalkan sejumlah peradaban di Kota Susu Boyolali, di mana berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Leiden Belanda dalam riset disertasinya pada 2009, mengungkap tiga dari 10 situs dinyatakan hilang.

Info Lur! 2.241 Loker Tersedia di Virtual Job Fair 2022 Wonogiri

Sebanyak 2.241 lowongan kerja dari 25 perusahaan tersedia pada Wonogiri Virtual Job Fair 2022.

Salah Satu Peritel Terbesar Asia Masuk Solo, Sudah Survei Lokasi Loh!

Salah satu perusahaan ritel atau peritel terbesar di Asia, PT Lulu Group Retail berekspansi ke Solo dan tengah melakukan survei lokasi.

Wuih, Crazy Rich Grobogan Joko Suranto Juga Bangun Jalan di Bandung Euy

Pengusaha berjuluk crazy rich Grobogan, Joko Suranto, ternyata juga pernah membangun jalan di Cicalengka, Bandung, Jawa Barat, pakai uang pribadi senilai Rp1 miliar.

Disparbudpora Klaten Petakan Taman Nyi Ageng Rakit, untuk Apa?

Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Klaten memetakan Taman Nyi Ageng Rakit.

Tunggu SE Wali Kota, Satpol PP Solo Minta Warga Tetap Pakai Masker

Satpol PP Solo mengimbau masyarakat tetap memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan atau tempat terbuka karena belum ada SE Wali Kota yang mengatur boleh lepas masker.

Disdukcapil Klaten Luncurkan Sakura Pengganti Sipon Keduten, Apa Itu?

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Klaten meluncurkan pelayanan online baru bernama Sakura, akronim dari Sistem Layanan Administrasi Kependudukan Dalam Jaringan.

249 Calhaj Boyolali Tidak Bisa Naik Haji Tahun 2022, Ini Sebabnya

Kuota haji Boyolali pada 2022 sebanyak 317 calon jemaah haji dengan 91 cadangan.

Tali Pusar Masih Menempel, Ini Usia Bayi yang Membusuk di Bengawan Solo

Tali pusar masih menempel di perut bayi yang jasadnya ditemukan membusuk di pinggri Bengawan Solo di Jaten, Karanganyar.

8 Calhaj Klaten Tunda Keberangkatan Tahun Ini, Kenapa?

Kabupaten Klaten mendapatkan kuota pemberangkatan haji sebanyak 493 calon jemaah haji (calhaj) di tahun ini.