DKK Sragen: Waspadai dan Cegah Hepatitis Akut Pada Anak!

DKK Sragen mengimbau warga bisa mewaspadai dan mencegah penularan hepatitis akut yang belakangan menyerang kalangan anak-anak dengan usia kurang dari 16 tahun.

 Ilustrasi cangkok hati pada pasien hepatitis akut. (Freepik.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi cangkok hati pada pasien hepatitis akut. (Freepik.com)

Solopos.com, SRAGEN – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen mengimbau warga bisa mewaspadai dan mencegah penularan hepatitis akut yang belakangan menyerang kalangan anak-anak dengan usia kurang dari 16 tahun. Penyakit hepatitis akut merupakan penyakit menular yang patut diwaspadai dan dilakukan upaya pencegahan sejak dini.

Pencegahan yang dilakukan dengan melakukan protokol kesehatan, pola hidup bersih dan sehat, serta menghindari kontak dengan orang sakit. Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) DKK Sragen, dr. Sri Subekti, menerangkan pencegahan dilakukan dengan mengenali cara penularannya, yakni lewat saluran pencernaan dan saluran pernapasan.

PromosiTanaman Ganja Jadi Bumbu Masakan Andalan pada Zaman Kesultanan Aceh

Dia menerangkan pencegahan penularan dari saluran pencernaan dilakukan dengan rutin cuci tangan dengan sabun, pastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak berganti alat makan dengan orang lain, hindari kontak dengan orang sakit, dan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan. Kemudian pencegahan penularan lewat saluran pernapasan, kata dia, dilakukan dengan mengurangi mobilitas, menggunakan masker jika bepergian, menjaga jarak dengan orang lain, dan menghindari keramaian atau kerumunan.

“Gejala awalnya mual, muntah, diare berat, dan demam ringan. Kemudian gejala lanjutnya meliputi air kencing bewarna pekat seperti teh dan buang air besar [BAB] bewarna putih pucat, warna mata dan kulit menguning, gangguan pembekuan darah, kejang, dan kesadaran menurun,” jelas Subekti saat dihubungi Solopos.com, Jumat (6/5/2022).

Baca Juga: Hepatitis Akut Misterius Menular Lewat 2 Saluran, Ini Cara Mencegahnya

“Sebenarnya semua orang rentan hepatitis ini tetapi kalau yang lagi ngetren sekarang usia di bawah 16 tahun. Makanya, penyakit ini perlu diwaspadai dan harus ada upaya kampanye pencegahan.”

Subekti menerangkan penyakit ini indikasi penyebabnya berupa virus, yakni jenis virus Adenovirus, Sars-Cov2, ABV, dan virus lainnya. Upaya pencegahan seperti pencegahan Covid-19 karena kedua virus ini sama-sama berbahaya. Ikatan Dokter Anak Indonesia, kata dia, sudah mengeluarkan rekomendasi penanganannya dan ada jenis hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan hepatitis akut ini hampir sama dengan Covid-19 tetapi upaya pencegahannya lebih fokus pada anak-anak. Bupati mengimbau warga Sragen waspada dan mencegah datanganya virus dengan protokol kesehatan seperti pencegahan pada Covid-19.

Baca Juga: Jika Bergejala Hepatitis Akut, Warga Boyolali Diimbau Segera ke Faskes

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

+ PLUS Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Aksi pertarungan antara manusia dengan hewan sebagai tontonan publik layaknya gladiator pernah berlangsung di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, berjuluk Rampokan Macan yang diduga menjadi salah satu penyebab menyusutnya populasi hingga punahnya harimau Jawa.

Berita Terkini

Ini Deretan Wisata yang Dibangun Pemilik "Istana Negara" di Wonogiri

Pengusaha tajir asal Wonogiri, Suparno dikenal memiliki "Istana Negara". Selain bangunan unik itu, ternyata Suparno juga memiliki deretan objek wisata lainnya di Wonogiri.

Kenapa di Boyolali Banyak Terdapat Sapi? Ini Jawabannya

Kota Susu adalah julukan dari Kabupaten Boyolali yang lokasinya di kaki sebelah timur Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Kisah Wanita-Wanita Pemetik Daun Teh Kemuning, Upahnya Rp700 Per Kg

Sebagai besar buruh pemetik daun teh di Desa Kemunging, Ngargoyoso, Karanganyar adalah dari kalangan wanita dan berusia lanjut. Sehari rata-rata mereka memetik 25 kg daun teh.

2 Menteri Jokowi Ini Diam-Diam Telah Blusukan ke Klaten, Ada Apa Ya?

Sebanyak dua menteri di era Presiden Joko Widodo alias Jokowi diam-diam blusukan ke Klaten dalam waktu kurang dari satu pekan terakhir.

Sejarah Pabrik Teh Kemuning, Awalnya Didirikan 2 Warga Belanda

Pabrik teh pertama di Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar didirikan oleh dua bersaudara asal Belanda, Van Mander Voot. Dalam perjalanannya, pabrik dan perkebunan tehnya bergonta-ganti kepemilikan.

BPCB Jateng: Penjebolan Tembok Keraton Kartasura Masuk Tindak Pidana

Acara gelar perkara tersebut dihadiri oleh PPNS BPCB Jawa Tengah, Kepala BPCB Jawa Tengah dan Korwas Polda Jawa Tengah yang usai sekitar pukul 13.20 WIB.

Beda Cara Pengolahan, Beda Jenis Teh yang Dihasilkan

Ditentukan cara pengolahannya, teh secara umum dibagi menjadi empat jenis yakni teh hitam, teh hijau, teh oolong dan teh putih.

Petani Klaten Pernah Coba-Coba Tanam Kacang Hijau, Hasilnya Mengagetkan

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada kedelai pada 2026. Di sisi lain, Sejumlah petani masih menyimpan keresahan di tengah pemerintah menggenjot produktivitas kedelai.

Mbok Karti, Pelopor Penjual Teh Tradisional di Kemuning Ngasgoyoso

UMKM teh rumaha di Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, baru berkembang signifikan dalam 10 tahun terakhir. Usaha ini dipelopori seorang wanita yang dikenal dengan nama Mbok Karti.

Sempat Tutup 2 Tahun Saat Pandemi, Begini Kondisi Umbul Susuhan Klaten

Pengunjung di tempat pemandian Umbul Susuhan di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menurun drastis selama pandemi Covid-19.

Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Aksi pertarungan antara manusia dengan hewan sebagai tontonan publik layaknya gladiator pernah berlangsung di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, berjuluk Rampokan Macan yang diduga menjadi salah satu penyebab menyusutnya populasi hingga punahnya harimau Jawa.

Pernikahan Adik Jokowi-Ketua MK, Ganjar Dapat Undangan? Ini Kata Rudy

Ketua DPC PDIP Solo, F. X. Hadi Rudyatmo, menyampaikan pendapat apakah Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, akan diundang saat pernikahan adik Presiden Jokowi-Ketua MK pada Kamis (26/5/2022).

Sampah Meluber di Tengah Jalan Usai CFD di Solo, Begini Respons DLH

DLH Kota Solo merespons keberadaan bak sampah plastik yang isinya meluber di tengah Jl. Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah seusai pelaksanaan Solo Car Free Day (CFD) pada Minggu (22/5/2022).

Jukir Ngepruk Tarif Parkir di CFD Solo, Dishub: Tak Boleh Sembarangan

Dishub Kota Solo akan menindak tegas oknum juru parkir nakal yang terindikasi ngepruk tarif mahal di CFD.

Investor Swasta Lirik Potensi Wisata Wonogiri, Ini Respons Bupati Jekek

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, merespons kehadiran investor swasta di bidang wisata untuk ikut membangun destinasi wisata di wilayah tenggara Provinsi Jawa Tengah itu.