Mahasiswa dari berbagai kampus di Yogyakarta tengah melakukan penghijauan di kawasan Candi Ratu Boko, Sleman, Selasa (13/11/2019). (Djarum Foundation)

Solopos.com, JOGJA — Bakti Lingkungan Djarum Foundation mengajak ratusan mahasiswa dari berbagai kampus melakukan penanaman ribuan tanaman perdu dan semak berbunga di kawasan Situs Ratu Boko atau Candi Boko dan Candi Ijo di Yogyakarta, Selasa (12/11/2019).

Kegiatan yang diberi nama Candi Sadar Lingkungan (Darling) itu merupakan bagian program Siap Sadar Lingkungan (Siap Darling) yang digagas Bakti Lingkungan Djarum Foundation.

Vice Presiden Director Djarum Foundation, F.X. Supanji, mengatakan Geakan Siap Darling bertujuan mengajak generasi milenial untuk lebih peduli dan terlibat langsung dalam merawat lingkungan.

“Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam menggerakkan generasi milenial, khususnya mahasiswa agar lebih peduli terhadap lingkungan. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan bangga dari para milenial terhadap situs warisan bangsa, serta menularkannya kepada masyarakat,” terang  terang F.X. Supanji dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Rabu (13/11/2019).

F.X. Supanji juga berharap kegiatan Candi Darling itu juga mampu menciptakan kawasan situs sejarah yang teduh, asri, dan semakin cantik. Hal itu tentunya bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di dua situs bersejarah tersebut.

Penanaman serentak di Situs Ratu Boko dan Candi Ijo itu melibatkan tak kurang dari 250 mahasiswa dari berbagai kampus perguruan tinggi di Yogyakarta, seperti UGM dan Universitas Atma Jaya. Total ada sekitar 1.350 tanaman perdu dan semak berbunga seperti bugenvil, tanjung, merak, soka, dan kepel, yang ditanam di kawasan Candi Ratu Boko. Sementara di Candi Ijo, total ada sekitar 1.000 tanaman yang ditanam.

Sementara itu, General Manager PT Taman Wisata Candi (TWC) Unit Ratu Boko, Wiharjanto, mengaku saat ini Situs Ratu Boko telah diakui UNESCO sebagai salah satu situs warisan budaya. Peninggalan sejarah ini juga menjelma menjadi primadona generasi milenial untuk berswafoto karena menyajikan pesona alam Yogyakarta yang indah, terutama di sore hari.

“Situs Ratu Boko menjadi primadona generasi milenial yang berburu sunset. Hal ini terlihat dari total kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara pada tahun 2018 sebanyak 306.338 wisatawan yang didominasi oleh anak muda. Mayoritas dari pengunjung datang di sore hari untuk berswafoto di gapura utama Situs Ratu Boko,” kata Wiharjanto.

Kendati demikian, Wiharjanto mengaku kompleks Situs Ratu Boko yang berada di Jl. Raya Piyungan-Prambanan Km 2, Gatak, Bokoharjo, Sleman, itu seringkali berhawa panas di siang hari. Oleh karenanya, ia pun merasa senang dengan dilakukannya kegiatan penanaman ribuan tanaman di situs yang dipercaya sebagai sisa-sisa bangunan Keraton Ratu Boko itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten