Djaran Goyang-Magbul, Ini Merek Rokok Ilegal Dimusnahkan di Sukoharjo

Ribuan bungkus rokok ilegal hasil sitaan Kantor Bea dan Cukai Surakarta dalam ratusan kali operasi penegakan selama 2020-2021 dimusnahkan di Sukoharjo.

 Ribuan bungkus rokok ilegal hasil sitaan Kantor Bea dan Cukai Surakarta dimusnahkan di halaman kantor Setda Sukoharjo, Selasa (30/11/2021). (Solopos/Candra Mantovani)

SOLOPOS.COM - Ribuan bungkus rokok ilegal hasil sitaan Kantor Bea dan Cukai Surakarta dimusnahkan di halaman kantor Setda Sukoharjo, Selasa (30/11/2021). (Solopos/Candra Mantovani)

Solopos.com, SUKOHARJO — Kantor Bea dan Cukai Surakarta memusnahkan ribuan bungkus rokok ilegal yang disita dalam operasi bersama Satpol PP wilayah Soloraya sepanjang 2020-2021 di halaman Setda Sukoharjo, Selasa (30/11/2021).

PromosiKebocoran Data Bank Indonesia Momentum Mempercepat Pengesahan RUU PDP

Berdasarkan pantauan Solopos.com, ribuan bungkus rokok ilegal itu dipajang di meja bersama barang-barang ilegal lain seperti minuman beralkohol dan lainnya. Dilihat dari tulisan merek pada kemasannya, rata-rata rokok ilegal itu mirip dengan mereka rokok terkenal.

Misalnya ada merek Djaran Goyang dengan tulisan yang mirip Djarum, kemudian Magbul Premium yang mirip dengan rokok Magnum. Ada pula Gudang Gabah yang dibuat mirip dengan Gudang Garam, lalu Mildboro, Men Doan, SMD Bold (mirip LMD). Bahkan ada yang mereknya unik seperti Browsing Mild dan Promossi Executive.

Baca Juga: PLN bakal Bangun Stasiun Pengisi Daya Kendaraan Listrik di Solo Baru

Rokok dan barang ilegal lainnya itu merupakan hasil dari 628 kali penegakan oleh Bea Cukai Surakarta bersama Satpol PP se-Soloraya dan Kejaksaan Negeri. Selain itu terdapat juga barang impor melalui Kantor Pos yang melanggar ketentuan larangan dan pembatasan.

“Ini bentuk komitmen kami dalam menegakan aturan terkait peredaran barang ilegal di Soloraya,” jelas Kepala Bea Cukai Surakarta, Budi Santoso, kepada wartawan di sela-sela kegiatan.

15 Jenis Barang Ilegal

Budi menjelaskan terdapat 15 jenis barang ilegal yang dimusnahkan hari itu. Ribuan barang kena cukai ilegal berupa rokok diperkirakan senilai Rp1,8 miliar dengan total potensi kerugian negara Rp1,21 miliar.

Baca Juga: Buruh Sukoharjo Siap Unjuk Rasa Jika UMK 2022 di Bawah Rp2 Juta

Perinciannya Rp951 juta dari pungutan cukai dan Rp95 juta dari pajak rokok, serta PPN HT senilai Rp168 juta. Selain itu, nilai barang impor yang tidak dipenuhi ketentuan larangan dan pembatasan yang dimusnahkan senilai Rp37 juta. “Kalau ditotal, semuanya kurang lebih Rp1,9 miliar. Kalau potensi cukai rokok dan minuman beralkohol sekitar Rp1,6 miliar,” imbuhnya.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jateng dan DIY, M Purwantoro, mengatakan kegiatan pemusnahan barang kena cukai ilegal itu untuk mengamankan penerimaan negara. Selain itu juga mengendalikan konsumsi barang ilegal tersebut.

Hal tersebut agar tercipta iklim usaha barang kena cukai yang sehat. “Semua barang yang diimpor dan tidak memenuhi ketentuan dari kementerian terkait juga akan dimusnahkan sesuai peraturan yang berlaku,” terangnya.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

IDI Sukoharjo Pantau Perkembangan Kasus Harian Covid-19

Pemerintah diharapkan terus menggenjot capaian vaksinasi dengan target sasaran beragam kelompok masyarakat di Sukoharjo.

Siswa Positif Covid-19, PTM di 2 SMPN di Klaten Disetop

Terdapat satu siswa positif Covid-19 masing-masing di SMPN 1 Karangnongko dan SMPN 1 Kemalang Klaten.

Sopir Kaget Disalip Ditanjakan, Pikap Angkut Ribuan Telur Masuk Jurang

Mobil pikap pengangkut ribuan telur ayam yang dikemudikan warga Sukoharjo masuk jurang di Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

Hari Bhakti Imigrasi, Menkumham Yasonna Apresiasi Inovasi Keimigrasian

Menkumham Yasona meminta agar jajaran Imigrasi di seluruh Indonesia terus meningkatkan Profesionalisme dan Integritas dalam menjalankan Tugas Negara.

8 Boks PJU di Sumberlawang Dibobol Maling, Dishub Rugi Jutaan Rupiah

Pencuri menggondol sejumlah perangkat dari delapan boks lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalan Sumberlawang-Purwodadi.

Disambati Bupati Sragen soal Kemiskinan, Ini Jawaban Wagub Taj Yasin

Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen, menyebut Sragen tidak masuk daerah dengan kemiskinan ekstrem di Jateng. Namun masuk zona merah di Jateng.

Prihatin Kasus Narkoba Tinggi, Kejari Solo Terjun ke Sekolah-Sekolah

Prihatin dengan angka kasus penyalahgunaan narkoba yang tinggi, Kejari Solo turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman kepada pelajar untuk menjauhi narkoba.

14 Sertifikat Baru Lahan Terdampak JLT Sukoharjo Belum Terbit

Penerbitan sertifikat tanah yang baru setelah pelepasan hak karena terdampak JLT Sukoharjo mengacu pada ketentuan yang diatur di bidang agraria dan tata ruang.

Bupati Sragen Sambat ke Wagub Soal Angka Kemiskinan yang Tak Juga Turun

Bupati Sragen sambat ke Wagub Jateng. Ia mengaku sudah mengeluarkan anggaran banyak untuk mengentaskan kemiskinan namun angkanya tidak turun, justru naik.

Jual Minyak Goreng Rp14.000/Liter, Toko di Pasar Legi Solo Ini Diserbu

Toko Leo Jaya di lantai II Pasar Legi Solo diserbu pembeli yang antre untuk mendapatkan minyak goreng seharga Rp14.000/liter.

Jangan Macam-Macam, Kejari Karanganyar Kini Punya Satgas Mafia Tanah

Kejari Karanganyar telah membentuk Satgas Mafia Tanah sesuai instruki Kejaksaan Agung.

Dikeluhkan Warga, Tempat Karaoke di Wanglu Disegel Satpol PP Klaten

Penutupan itu dilakukan karena keberadaan karaoke dan kafe tersebut dinilai telah melanggar peraturan daerah (perda).

Penyebab Minyak Goreng Rp14.000 Sulit Diterapkan di Pasar di Boyolali

Diharapkan permasalahan harga minyak goreng di pasar tradisional dapat diselesaikan sehingga pedagang dapat menjual minyak dengan harga yang sama di toko retail.

Ribuan Tenaga Honorer di Karangamyar Terancam Nganggur

Para tenaga honorer di Karanganyar resah dengan kebijakan pemerintah pusat yang akan menghapuskan status mereka mulai tahun depan.

Bhayangkari Polres Wonogiri Diminta Berani Laporkan Kasus KDRT

Bantuan hukum terhadap kasus KDRT seperti mencegah, menindak pelaku, dan melindungi korban dijamin oleh negara.

Kasus Narkoba, Polres Sragen Tangkap 2 Warga Karangmalang dan Sidoharjo

Dua warga ditangkap Polres Sragen terkait kasus narkoba. Satu tersangka terjerat kasus kepemilikan sabu-sabu, lainnya terjerat kasus kepemilikan obat terlarang.