Tutup Iklan

Divonis 1,5 Tahun Penjara, Begini Nasib Pencalegan Ahmad Dhani

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan status caleg musisi yang juga politikus Partai Gerindra Ahmad Dhani yang divonis 1,5 tahun penjara atas kasus ujaran kebencian, menunggu putusan inkrah pengadilan.

Divonis 1,5 Tahun Penjara, Begini Nasib Pencalegan Ahmad Dhani

SOLOPOS.COM - Musisi Ahmad Dhani Prasetyo menyampaikan orasi saat acara deklarasi 2019 Prabowo Presiden di Bandar Lampung, Lampung, Jumat (7/9/2018). (Antara - Ardiansyah)

Solopos.com, JAKARTA — Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan status caleg musisi yang juga politikus Partai Gerindra Ahmad Dhani yang divonis 1,5 tahun penjara atas kasus ujaran kebencian, menunggu putusan inkrah pengadilan.

“Artinya, sepanjang putusan hukum itu belum berkekuatan hukum tetap, maka itu tidak menggugurkan posisinya sebagai caleg,” kata anggota KPU Wahyu Setiawan di Jakarta, Senin (28/1/2019) malam.

Jika Dhani menerima putusan pengadilan, kata dia, otomatis putusan menjadi inkrah sehingga status calegnya gugur. Sebaliknya, jika Dhani mengajukan banding, putusan pengadilan menjadi belum berkekuatan hukum tetap.

Apabila putusan telah inkrah, surat suara telah dicetak, nama Ahmad Dhani tidak akan dihapus dalam surat suara yang telah dicetak. KPU hanya akan mengumumkan bahwa yang bersangkutan sudah tidak lagi masuk daftar calon tetap (DCT). Jika masih ada pemilih yang mencoblos foto Dhani di surat suara, suara itu akan menjadi milik partai.

Dhani sendiri saat ini maju sebagai caleg Gerindra untuk Dapil 1 Jawa Timur meliputi Surabaya dan Sidoarjo. Sebelumnya, Ahmad Dhani divonis bersalah oleh majelis hakim PN Jakarta Selatan untuk menjalani hukuman penjara selama 1,5 tahun karena terbukti secara meyakinkan terlibat kasus ujaran kebencian.

Ketua majelis hakim Ratmoho saat sidang putusan Ahmad Dhani di PN Jakarta Selatan, Senin, menyatakan bahwa Ahmad Dhani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyuruh menyebarkan informasi yang menunjukkan rasa kebencian.

Hakim mengungkapkan bahwa informasi yang tersebar itu juga menimbulkan permusuhan terhadap individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA. Putusan hakim itu lebih ringan daripada tuntutan jaksa yang menuntut Ahmad Dhani dijatuhi vonis penjara 2 tahun.

Berita Terkait

Berita Terkini

3 Zodiak Ini Konon Insan Paling Kreatif

Dalam urusan kreativitas, ada beberapa orang yang bingung dengan idenya, namun ada yang mudah mewujudkan layaknya zodiak insan kreatif.

Persika Karanganyar 0-1 Persis Solo: Assanur Rijal Akhirnya Pecah Telur

Setelah nihil gol di empat laga uji coba awal klub, Rijal Torres akhirnya pecah telur saat Persis beruji coba melawan Persika Karanganyar

Ngeri! Tabrak Pikap Pengendara Motor Tewas Terlindas Tronton

Kecelakaan itu terjadi antara pengendara sepeda motor Honda Vario dengan mobil Grand Max pikap dan truk tronton

Waduh! Stok Oksigen Menipis, RSUD Sragen Ketir-Ketir

RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dibuat ketir-ketir dengan kondisi stok oksigen untuk pasien Covid-19 yang menipis.

8 Vaksin & Obat Covid-19 Ini Paling Laris

Bagi kaum skeptis, datangnya pandemi virus corona berati kesempatan bagi para penyedia obat-obatan dan vaksin pencegah Covid-19.

Target Vaksinasi Covid-19 di Jepang Terlampaui, Ini Kiatnya…

Jepang menuntaskan target vaksinasi Covid-19 melalui kerja keras memenuhi target, yakni mewujudkan sampai satu juta dosis vaksin setiap hari. 

Parah! Mau Diberi Masker, Pria Kulonprogo Malah Memukul Polisi

WW, 46 tahun warga Kulonprogo ditangkap setelah memukul Kanit Binmas Polsek Pandak, Ipda Tetepana yang hendak memberinya masker.

Tuan Rumah Liga 2: Sriwijaya FC Berencana Mundur, Persis di Atas Angin

Jika Sriwijaya FC benar-benar mundur, tinggal enam klub yang mengajukan markasnya sebagai tuan rumah babak awal Liga 2.

Tikus Duduki Australia, Napi Diungsikan

Populasi tikus di Australia tidak terkendali dan menduduki benua hingga mendesak manusia sehingga narapidana diungsikan.

Pegawai Setda Terpapar Covid-19, Pemkab Wonogiri Terapkan WFH Di Seluruh OPD

Pemkab Wonogiri menerapkah kebijakan work from home atau WFH untuk seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) hingga 5 Juli.

Memanas! Rusia Peringatkan Kapal Perang Inggris di Laut Hitam

Kapal militer Rusia dilaporkan melepaskan tembakan peringatan ke arah sebuah kapal Perang Angkatan Laut Inggris di Laut Hitam.

Klaten Zona Merah, Anak Balita Dan Kelompok Rentan Dilarang Ke Pusat Perbelanjaan

Instruksi Bupati Klaten melarang anak balita, warga lansia, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya masuk ke pusat perbelanjaan.