Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, meresmikan Museum Pendidikan. (detik.com)

Solopos.com, SURABAYA -- Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mendapat kehormatan diundang oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, pada 11-12 Desempber 2019 ini. Hal ini membuat sejumlah tokoh dan politikus PDIP bangga.

Adalah keberhasilan Risma dalam menerapkan program pemberdayaan dan perlindungan hak-hak perempuan di Kota Pahlawan yang kemudian mendapat apresiasi dunia. Salah satunya dari Presiden Turki.

Dalam momentum Hari Hak Perempuan yang berlangsung setiap tanggal 5 Desember di Turki, Presiden Erdogan melalui Duta Besar RI di Ankara mengundang Risma untuk jadi keynote speaker dalam forum bertajuk International Forum of Women in Local Governments. Forum ini digelar di ATO Congresium, Ankara, Turki. Selain Risma, ada 17 wali kota perempuan dari beberapa negara yang juga hadir dalam forum tersebut.

Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya, Agatha Retnosari, mengaku kagum dan bangga dengan kiprah Risma. Wali Kota perempuan pertama di Surabaya itu dinilai sukses membawa Kota Pahlawan mendunia. Selain itu Surabaya kerap dijadikan rujukan kota-kota lain di berbagai negara untuk belajar program pembangunan, mulai dari keberlanjutan lingkungan, penataan kawasan, ruang terbuka hijau, hingga e-government.

"Sebagai kader PDI Perjuangan, saya bangga dengan Ibu Risma, yang telah menunjukkan jati dirinya sebagai kader pelopor, seperti diamanatkan Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri. Bu Risma telah menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi, melalui kerja-kerja nyata yang terukur dan berpihak kepada wong cilik, sehingga mendapat pengakuan publik nasional dan internasional," ujar Agatha, Rabu (11/12/2019), seperti dilansir detik.com.

Kiprah Risma sebagai Wali Kota Surabaya memang mendunia. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kerap mengundang berbagi inovasi dalam memajukan wilayah urban yang kompleks seperti Surabaya. Pangeran Charles dari Inggris pun pernah mengundang Risma untuk mempresentasikan pengelolaan sampah di Kota Pahlawan.

Mei 2018, Risma juga diundang Raja Arab Saudi Salman bin Albudaziz al Saud untuk menjadi pembicara tentang negara berkesejahteraan. Risma mempresentasikan kebijakan Pemkot Surabaya untuk mewujudkan kota manusiawi dan bermartabat. Termasuk, apa saja yang dilakukan untuk melayani warga miskin.

September 2018, Ketua DPP PDIP Bidang Kebudayaan ini terpilih sebagai Presiden United Cities and Local Goverment (UCLG) Asia Pasific (Aspac), periode 2018-2020. UCLG adalah wadah internasional untuk kota, pemerintah daerah dan regional, dan asosiasi kota di seluruh dunia.

Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya Chusnul Chotimah menambahkan, kehadiran Risma di forum internasional yang kredibel memberi bukti bahwa politisi perempuan bukan hanya pelengkap di jagat politik Tanah Air.

"Kiprah Ibu Megawati Soekarnoputri, Mbak Puan Maharani, Bu Risma, dan sejumlah politisi perempuan lainnya telah memberi warna bagi dunia politik Indonesia, yang selama puluhan tahun sebelumnya bersifat maskulin. Kehadiran politisi perempuan menginjeksikan kebijakan yang penuh empati dan welas asih kepada rakyat kecil," jelas Chusnul yang juga Ketua Komisi D DRPD Kota Surabaya.

Sumber: detik.com


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten