Kategori: Sukoharjo

Diundang Mediasi Dengan Karyawan, Manajemen Tyfountex Sukoharjo Mangkir


Solopos.com/R Bony Eko Wicaksono

Solopos.com, SUKOHARJO -- Karyawan PT Tyfountex Indonesia kembali mengadakan mediasi dengan manajemen perusahaan itu dengan difasilitasi Disperinaker Sukoharjo, Kamis (4/6/2020).

Namun, manajemen PT Tyfountex mangkir alias tidak menghadiri mediasi yang digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Sukoharjo itu. Mediasi tetap dilakukan. Karyawan mendesak manajemen perusahaan segera membayar gaji bulan April.

Mereka juga meminta agar tunjangan hari tua dan dana Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan segera dicairkan. Mediasi itu dipimpin Kepala Disperinaker Sukoharjo Bahtiyar Zunan dan dihadiri Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sukoharjo Agus Sumantri.

Manajemen PT Tyfountex tidak menghadiri mediasi itu tanpa alasan jelas.

Positif Covid-19 Boyolali Tambah 1 Jadi 27 Orang, Kasus Terbaru Dari Senting Sambi

Dalam pertemuan itu disepakati dua poin yakni menuntut pembayaran gaji karyawan PT Tyfountex Sukoharjo untuk bulan April. Karyawan juga menuntut pencairan tunjangan hari tua dan dana BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami hanya memfasilitasi mediasi tripartit antara serikat pekerja dengan manajemen PT Tyfountex Indonesia. Namun, manajemen PT Tyfountex belum bisa hadir,” kata Kepala Disperinaker Sukoharjo, Bahtiyar Zunan, Kamis.

Sebelumnya, mediasi tripartit telah dilaksanakan pada Selasa (2/6/2020). Kala itu, baik perwakilan serikat pekerja maupun manajemen perusahaan menghadiri mediasi membahas pembayaran gaji karyawan.

Tambah Lagi, 2 Nakes RSUD Bung Karno Solo Terkonfirmasi Positif Covid-19

Namun, mediasi antara karyawan dan manajemen PT Tyfountex Sukoharjo itu tak mendapatkan titik temu. Zunan bakal kembali memfasilitasi mediasi lanjutan di PT Tyfountex Indonesia, Desa Gumpang, Kartasura, Jumat (5/6/2020).

Mediasi Lanjutan

“Hasil kesepakatan hari ini [Kamis] menjadi acuan mediasi tripartit lanjutan pada Jumat. Tugas saya hanya memfasilitasi dan mencari solusi terbaik untuk karyawan dan perusahaan,” papar dia.

Sekretaris KSPN PT Tyfountex Indonesia, Sumarno, mengatakan para karyawan belum menerima gaji April hingga sekarang. Mereka juga belum menerima tunjangan hari raya (THR) yang wajib dibayarkan perusahaan sesuai perundang-undangan.

Update Data Covid-19 Indonesia: Tambahan Pasien Positif Turun Dibanding Kemarin, Total 28.818 Kasus

Saat ini, jumlah karyawan PT Tyfountex Sukoharjo yang aktif sekitar 1.000 orang. “Kami meminta agar manajemen perusahaan segera membayar gaji karyawan bulan April, tunjangan hari tua dan dana BPJS Ketenagakerjaan. Para karyawan butuh uang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari di tengah pandemi Covid-19,” tutur dia.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sukoharjo, Agus Sumantri, mengungkapkan saat mediasi, dirinya mengusulkan agar manajemen perusahaan membayar gaji karyawan bulan April.

Hal ini solusi terbaik untuk meredam konflik antara karyawan dengan perusahaan yang tak kunjung rampung.

Terduga Teroris Solo Meninggal Dalam Penahanan, Dimakamkan Malam Ini Di Polokarto

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Personalia PT Tyfountex Indonesia, Ima Yuli Kurnia Asmara, belum bisa dimintai konfirmasi. Dia tidak merespons saat dihubungi melalui telepon.

Catatan Solopos.com, selama Mei 2020, karyawan PT Tyfountex Sukoharjo dua kali mengadakan aksi unjuk rasa. Pertama pada 13 Mei di pabrik perusahaan itu di Gumpang, Kartasura.

Demo berlanjut pada 18 Mei di Kantor Bupati Sukoharjo. Dalam aksi itu mereka menuntut pembayaran gaji bulan April yang terlambat dibayarkan.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih