Kategori: Solo

Dituntut Kreatif, Begini Cara UMKM Soloraya Bertahan di Tengah Pandemi


Solopos.com/Farida Trisnaningtyas

Solopos.com, SOLO — Sejumlah para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, UMKM, di Kota Solo dan Solorayadituntut kreatif dan inovatif di masa pandemi Covid-19 ini. Demi menggerakkan perekonomian pelaku UMKM masyarakat diiming-imingi undian berhadiah untuk membeli produk UMKM. Ada pula pelaku UMKM yang saling membeli produk antarrekannya.

Detik-Detik Pria Pekalongan Bakar Diri Bersama Istri dan Anak Balitanya, Disiram Pertamax Saat Tidur

Misalnya, para pelaku UMKM Danukusuman, Kecamatan Serengan, Solo, melakukan langkah kreatif untuk meningkatkan pertumbuhan usaha di saat pendemi Covid-19 dengan cara membuat kegiatan bertajuk September Ceria. Wakil UMKM Danukusuman, Aris Joko Saraswo, mengatakan para pelaku UMKM ini bersama-sama bertujuan meningkatkan transaksi perdagangan antar-UMKM lewat kegiatan September Ceria pada 1 hingga 30 September 2020.

“Nantinya dengan bertransaksi dengan pelaku usaha yang ada di Danukusuman, masyarakat berkesempatan mendapat hadiah yang telah disediakan oleh panitia September Ceria Danukusuman. Hadiahnya ada telepon seluler, jam pintar, kompor gas, magic jar, blender, dan sebagainya,” katanya, kepada wartawan, Minggu (30/8/2020).

Aris menjelaskan kegiatan September Ceria ini mendorong masyarakat Danukusuman khususnya dan masyarakat Kota Solo pada umumnya untuk ikut berpartisipasi dengan cara bertransaksi dengan pelaku usaha yang ada di Kelurahan Danukusuman, Kota Solo. Aksi ini bertujuan agar usaha pelaku UMKM Danukusuman terus tumbuh walaupun di tengah pandemi Covid-19.

Langgar Protokol Kesehatan, Warga Boyolali Dihukum Nyanyi dan Push Up

Bertransaksi dengan UMKM di Soloraya

Menurutnya, caranya cukup mudah, yakni masyarakat yang bertransaksi dengan pelaku UMKM Danukusuman akan mendapat nota. Setelah itu, di balik nota ditulis nama, alamat, dan nomor Whatsapp pembeli produk, kemudian di masukkan ke tempat yang telah disediakan panitia. Nantinya undian akan dilakukan di kantor Kelurahan Danukusuman pada 3 Oktober 2020. Daftar pelaku usaha UMKM Danukusuman ada di Facebook dan Instagram dengan nama akun Kios UKM Danukusuman.

Di sisi lain, Komunitas UMKM Soloraya Juminten juga mencoba berbagai cara untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19. Mulai dari banting setir usaha, berinovasi, saling membeli produk, dan saling promosi antar-UMKM.

Ketua Komunitas UMKM Soloraya, Juminten, Indrias Senthir, mengatakan komunitasnya berusaha saling dukung satu sama lain agar tetap berjalan di masa sulit ini. Bagaimana pun UMKM sudah teruji di masa pandemi ini dengan menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan.

Khawatir Belajar Tatap Muka, Orang Tua Pelajar di Sragen Bisa Pilih KBM Online

“Selama pandemi, UMKM yang masih jalan dengan mengusung slogan Bela Beli Bolo Dewe. Ini sangat bagus,” ujarnya.

UMKM Soloraya Kembali Bergeliat

Di sisi lain, pada semester II 2020 ini sejumlah sektor usaha UMKM sudah kembali bergeliat setelah sempat terpukul telak karena Covid-19. Menurutnya, sektor yang mengalami kenaikan penjualan signifikan adalah kuliner disusul fesyen, dan kerajinan.

Menurutnya, banyak pelaku UMKM beralih usaha menyesuaikan kondisi. Di masa sekarang ini usaha kuliner laris-manis. Tak pelak mereka banyak yang banting setir jualan makanan atau pun minuman. Sementara sektor fesyen, jika biasanya mereka memproduksi baju, kini beralih ke masker yang notabene kini menjadi gaya hidup baru.

Resmi! Harjo Bakal Maju Lawan Jekek di Pilkada Wonogiri 2020

“Memang belum semua pelaku usaha terkaver bantuan atau pun bisa kembali beroperasi seperti sedia kala. Ini rata-rata karena produknya kurang familiar, terkendala usia, tidak paham teknologi informasi, dan terganjal pulsa internet. Di masa pandemi ini, orang dituntut melek teknologi. Bagi pelaku UMKM harus bisa berjualan online jika ingin bertahan di masa sulit,” jelasnya.

Share
Dipublikasikan oleh
Jafar Sodiq Assegaf