Tutup Iklan

Dituntut 7 Bulan Bui atas Kasus Kepemilikan Senpi Ilegal, Kivlan Zen: Saya Menerima Keadaan Ini

Kivlan Zen yang bersikukuh tidak bersalah atas kasus kepemilikan senpi ilegal dituntut tujuh bulan penjara.

 Kivlan Zen. (detik.com)

SOLOPOS.COM - Kivlan Zen. (detik.com)

Solopos.com, JAKARTA — Terdakwa kasus Kepemilikan senjata api (senpi) dan peluru ilegal, Kivlan Zen, dituntut tujuh bulan penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU). Tuntutan itu dibacakan dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jumat (20/8/2021).

Dalam pertimbangannya jaksa meyakini Kivlan Zen membeli senjata dan peluru secara ilegal pada Mei 2018-Juni 2019. Adapun senjata yang dimaksud adalah:

– Satu senjata api model colt diameter 8,78 mm
– Satu senjata api model pistol diameter 5,33 mm
– Satu senjata api rakitan diameter 5,33 mm
– Satu senjata api laras panjang diameter 5,10 mm
– 99 peluru tajam lead antimony, round nose kaliber 38
– 4 butir peluru full metal jacket kaliber 9×19 mm
– 5 butir peluru tajam full metal jacket kaliber 7,65 mm
– 1 butir peluru full metal jacket kaliber 7,65 mm
– 1 butir peluru full metal jacket kaliber 380 auto
– 2 butir peluru lead antimony kaliber 22
– 5 butir peluru lead antimony kaliber 22
– 4 swab yang terdeteksi adanya gunshot residu (GSR).

Jaksa mengungkapkan ada dua pertimbangan dalam mengajukan tuntutan. Yakni hal yang memberatkan dan meringankan. “Hal-hal yang memberatkan perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat, terdakwa berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatannya,” kata jaksa Andri Saputra.

Sedangkan hal yang meringankan untuk Kivlan sehingga dituntut 7 bulan penjara adalah Kivlan pernah mendapat sederet penghargaan dari negara. Selain itu, jaksa mempertimbangkan usia Kivlan yang sudah lanjut dan sikapnya yang sopan dalam sidang.

Kivlan Zen dinyatakan jaksa bersalah melanggar Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 jo Pasal 56 ayat (1) KUHP.

Baca Juga: Ungkit Dana Pam Swakarsa, Kivlan Zen Tuding Wiranto Koruptor

Respons Kivlan Zen

Kivlan menilai tuntutan jaksa itu hanya formalitas untuk menyatakan dia bersalah. “Jaksa tidak bisa mengatakan saya terbukti bersalah. Kalau saya benar bersalah pasti hukumannya berat. Ada menyuruh segala macam hukuman berat, hukuman mati, seumur hidup, minimal 20 tahun. Berarti keraguan jaksa bahwa fakta-fakta dan data semuanya tidak nyatu,” ujar Kivlan seusai sidang.

“Kalau emang benar tuntut saja [hukuman] mati, seumur hidup, minimal 20 tahun sesuai ancaman hukuman. Ini cuma 7 bulan, cuma ini secara formal lah saya bersalah, 7 bulan karena saya sudah ditahan,” ucap Kivlan.

Kivlan mengaku dia tidak pernah menyuruh atau turut serta dalam kepemilikan senpi itu. Dia mengatakan semua akan dibuktikan dalam sidang pleidoi nanti.

Kivlan juga mengaku tidak menyalahkan siapa pun dan menerima kejadian ini. Dia juga mengaku tidak memiliki dendam ke siapa pun.

“Tapi nggak apa-apa, saya nggak menyalahkan siapa pun, keadaan memang situasi politik pada tanggal 21-22 Mei yang kerusuhan dicari siapa yang punya senjata nembak. Kebetulan yang tertangkap disatu-satukan sama saya. Saya tidak dendam dengan siapa pun, tidak dendam dengan jaksa atau polisi. Ini kondisional politik, saya menerima keadaan ini,” tutur Kivlan.


Berita Terkait

Espos Plus

Edtech akan Untung Besar dengan Memperbanyak Kursus Daring

+ PLUS Edtech akan Untung Besar dengan Memperbanyak Kursus Daring

Sekolah informal seperti kursus dan pelatihan keterampilan tertentu akan semakin mengadopsi sistem daring. Penyelenggara edtech akan lebih untung jika masuk pasar kursus dan berbagai jasa pelatihan.

Berita Terkini

+ PLUS Edtech akan Untung Besar dengan Memperbanyak Kursus Daring

Sekolah informal seperti kursus dan pelatihan keterampilan tertentu akan semakin mengadopsi sistem daring. Penyelenggara edtech akan lebih untung jika masuk pasar kursus dan berbagai jasa pelatihan.

Kisah Ali Nguli Pasir Demi Sesuap Nasi, Hilang Ditelan Erupsi Semeru

Kisah tragis tentang Ali, seorang kuli penambangan pasir yang hilang diduga tertimbun awan panas erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021).

Jokowi Singgung Tuntutan Hukuman Mati Terdakwa Kasus Asabri, Ada Apa?

Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi menyinggung tuntutan hukuman mati terhadap terdakwa kasus korupsi PT Asabri.

Orang Suku Jawa Mudah Diterima, Ini Alasannya!

Jumlah populasi Suku Jawa yang cukup signifikan di berbagai daerah di Indonesia ini menjadi bukti bahwa Suku Jawa adalah kelompok masyarakat yang paling mudah diterima.

Olaf Scholz Resmi Dilantik Jadi Kanselir Jerman Gantikan Angela Merkel

Olaf Scholz resmi dilantik sebagai Kanselir baru Jerman pada Rabu (8/12/2021), mengakhiri empat masa jabatan Angela Merkel di pucuk pimpinan negara tersebut.

Update Lokasi Rawan di Semeru, PVMBG: Peta Geologi Tak Ingkar Janji

Badan Geologi Kementerian ESDM menurunkan sejumlah ahli untuk memperbarui peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Semeru di Jawa Timur.

Akun YouTube BNPB Indonesia Diretas Ethereum

Akun resmi YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diretas pada Kamis (9/12/2021).

Target Investasi Nasional Pada 2022 Capai Rp1.200 Triliun

Target capaian investasi Indonesia pada 2022 kembali ditingkatkan secara signifikan. Tidak main-main, pada tahun depan Indonesia menargetkan realisasi investasi sebesar Rp1.100 triliun hingga Rp1.200 triliun.

+ PLUS PDIP-Gerindra dan Anies Baswedan-Demokrat di Tengah Ketidakpastian

Ketiadaan perpecahan konsolidasi di antara para pihak, selain persaingan pribadi, menyebabkan situasi akan tetap cair dan tidak pasti untuk beberapa waktu.

10 Berita Terpopuler: Satpol Sukoharjo Segel Rumah dan Tengkleng Viral

Kabar petugas Satpol PP Sukoharjo menyegel rumah kosong di Gembongan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, dan tengkleng viral di Soba menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Kamis (9/12/2021).

Solopos Hari Ini: Pandemi dan Modal Optimisme 2022

Pengalaman dua tahun pandemi Covid-19 di dunia seharusnya cukup menjadi bekal bangsa Indonesia menghadapinya pada 2022. Dengan modal itu, pemerintah menampilkan proyeksi optimistis dalam pertumbuhan ekonomi, termasuk investasi.

Dikecam Dunia Atas Vonis Penjara San Suu Kyi, Junta Myanmar Bergeming

Junta Myanmar pada Senin (6/12/2021) mengatakan hukuman penjara pemimpin sipil yang digulingkan, Aung San Suu Kyi, dikurangi menjadi dua tahun yang awalnya empat tahun.

Target Golkar 2024: Rebut Suara di Kandang Banteng!

Henry mengingatkan agar setiap kader Golkar bekerja lebih keras dan cerdas untuk kebesaran dan kemenangan Partai Golkar.

Sejarah Hari Ini : 9 Desember 1987, Intifadhah I Meletus di Jalur Gaza

Beragam peristiwa bersejarah terjadi pada 9 Desember seperti terangkum dalam Sejarah Hari Ini, salah satunya dimulainya Intifadhah I.

BPK: Rangkap Jabatan Bikin Pemborosan Keuangan di BUMN

BPK menemukan ketidakpatuhan atas penyelenggaraan urusan pemerintahan di Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).