Ditunjuk Tampung Pasien Covid-19 Tanpa Gejala, Begini Respons RS PKU Muhammadiyah Wonogiri
Rumah Sakit PKU Muhammadiyah yang berlokasi di Kecamatan Wonogiri. Rumah sakit itu bakal digunakan untuk tempat isolasi pasien Covid-19. Foto diambil Kamis (3/12). (Solopos.com/M. Aris Munandar)

Solopos.com, WONOGIRI -- Direktur Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Wonogiri, Arief Ibrahim, menyatakan rumah sakit yang ia pimpin itu telah siap menampung puluhan pasien Covid-19 tanpa gejala.

Sejak melakukan perjanjian atau MoU dengan Pemkab Wonogiri pada 1 Desember 2020, baru satu tempat tidur yang digunakan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah tempat tidur yang tersedia di RS PKU Muhammadiyah Wonogiri sebanyak 20 tempat.

Ia mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan sarana dan prasarana untuk sebagai pendukung pasien Covid-19. Di antaranya kamar mandi, makanan bergizi dan suplemen. "Kami berusaha membuat pasien nyaman saat menjalani isolasi di sini," kata dia saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Jumat (4/12/2020).

Warga yang Isolasi Jangan Takut Kehilangan Hak Suara, KPU Klaten Siapkan Kotak Suara Keliling

Ibrahim mengatakan RS PKU Muhammadiyah Wonogiri dijadikan tempat untuk melakukan isolasi pasien Covid-19 sebagai bentuk antisipasi jika ada ledakan kasus Covid-19 di Wonogiri.

"Sebisa mungkin kami berperan aktif dan berkontribusi dalam penanganan pandemi di Wonogiri. Bisa dimungkinkan jika terjadi ledakan kasus Covid-19 mengakibatkan rumah sakit rujukan lini dua kewalahan melakukan penanganan," ungkap dia.

Ia mengatakan pasien covid-19 yang dirawat di PKU Muhammadiyah merupakan pasien yang sebelumnya dirawat di rumah sakit lini dua, namun kondisi pasien sudah membaik, tinggal menunggu hasil tes swab.

Isolasi

Selain itu, kata dia, PKU Muhammadiyah juga bisa digunakan pasien yang tidak memungkinkan menjalani isolasi mandiri di rumah. Karena di rumah itu ada orang rentan terpapar atau anggota keluarganya terlalu banyak. Jika menjalani isolasi di rumah, dikhawatirkan anggota keluarga tentan tertular.

"Jadi pasien yang dirawat di sini kondisinya baik atau tanpa gejala. Beda dengan rumah sakit lain yang benar-benar merawat pasien Covid-19 yang bergejala dan membutuhkan perawatan intensif. Di sini kegiatan pasien hanya istirahat, makan bergizi, tidur dan olahraga," ujar dia.

Menurut Ibrahim, pasien yang tinggal di PKU tidak hanya yang tinggal menunggu hasil tes swabnya negatif. Ibu hamil yang dites swab hasilnya positif dan tidak memungkinkan menjalani isolasi di rumah bisa dirawat di rumah sakit. Prinsipnya, jika tidak ada gejala bisa dirawat di PKU.

Hartono Mall yang Dibeli Crazy Rich Surabaya Ternyata Terbesar Se-Jateng DIY

Dia mengatakan pasien isolasi mandiri yang ada di PKU tidak membutuhkan tindakan medis khusus. Tapi jika selama menjalani isolasi segera membutuhkan perawatan, sudah ada tenaga kesehatan yang berjaga. "Mungkin hal itu yang menjadi pertimbangan Pemkab memilih rumah sakit ini," kata Ibrahim.

Diberitakan sebelumnya, Pemkab Wonogiri mempersiapkan dua lokasi isolasi mandiri dan terpusat untuk mengantisipasi adanya ledakan kasus Covid-19 di Wonogiri. Lokasi yang disiaokan yakni RS PKU Muhammadiyah Wonogiri dan Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Keduanya berlokasi di Kecamatan Wonogiri Kota.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom