Tutup Iklan
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. (Semarangpos.com-Humas Pemprov Jateng)

Solopos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, mengaku telah menyampaikan aspirasi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Semarang Raya kepada pimpinan DPR  dan Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

Bahkan, Ganjar mempersilakan mahasiswa untuk mempertanyakan langsung hal tersebut kepada para pimpinan DPR jika tak mempercayainya.

Hal itu disampaikan Ganjar menanggapi aksi Aliansi Semarang Raya di depan Kantor DPRD Jateng, Rabu (16/10/2019). Dalam aksi itu, mahasiswa Aliansi Semarang Raya menyebut Ganjar ingkar karena tidak memenuhi janjinya untuk menyampaikan tuntutan mahasiswa ke pemerintah pusat saat menggelar aksi demo, 24 September lalu.

“Saya kira dalam suasana emosi mereka menyampaikan aspirasi itu. Dan saya membaca berita bahwa saya pencitraan, saya bohong. Mereka (saat itu) menyampaikan kalau tidak salah agar saya menyampaikan ke pemerintah pusat dan hari itu langsung saya kirimkan kepada pimpinan dewan dan mereka langsung balas dan saya punya seluruh bukti balasan mereka," kata Ganjar dalam keterangan resmi, Kamis (17/10/2019).

Pada aksinya yang ketiga, Rabu (17/10), Aliansi Mahasiswa Semarang Raya juga menyampaikan tujuh tuntutan seperti halnya aksi-aksi sebelumnya. Ketujuh tuntutan itu, yakni mendesak DPR mencabut RUU kontroversial seperti RKUHP, RUU Ketenagakerjaan, dan RUU Pertanahan. Mereka juga mendesak Presiden Jokowi mengeluarkan Perpu KPK dan Sumber Daya Air, memberi sanksi tegas kepada perusahaan pembakar hutan, serta membebaskan aktivis Papua dan HAM.

Pada aksi 24 September yang berujung jebolnya pagar Gedung DPRD Jateng, Ganjar sempat mendatangi massa secara langsung. Ia juga berjanji untuk menyampaikan seluruh aspirasi itu kepada pemerintah pusat, sebagaimana tuntutan para mahasiswa.

"Saya kira seluruh tugas saya sudah saya laksanakan. Dan aspirasi itu langsung saya sampaikan Kepada Ketua DPR RI, Wakil Ketua DPR RI, Menko PMK langsung telpon saat itu seketika setelah selesai. Sayang mereka tidak bertanya kepada saya, sayang mereka tidak mengkonfirmasi kepada saya. Maka mereka memberikan statement. Tapi tidak apa-apa mahasiswa selalu bisa menyampaikan aspirasi dan kita jelaskan kondisi seperti itu," katanya.

Meski demikian Ganjar tidak mempermasalahkan aksi mahasiswa Semarang yang sampai tiga kali turun ke jalan.  "Kalau tertib tidak apa-apa. Semua tuntutan sedang diproses. Mudah-mudahan sesuai dengan apa yang diinginkan. Tapi di tingkat kewenangan mereka [DPR] yang mengerti," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten