Dituding Pakai Richard Mille KW, Saaih Halilintar Dirisak Netizen
Postingan yang menghakimi Saaih Halilintar. (Istimewa/Instagram)

Solopos.com, JAKARTA - Anak keenam dari keluarga Gen Halilintar, Muhammad Saaih Halilintar, kembali menjadi perbincangan. Kali ini Saaih dianggap menggunakan jam tangan palsu bermerk Richard Mille seri RM 50-30 yang ditaksir seharga Rp19 miliar.

Hal tersebut diketahui usai Saaih mengunggah foto dirinya bersama sang kakak, Thariq Halilintar. Dalam foto tersebut, Saaih nampak memamerkan jam tangan mewah dengan tali berwarna merah.

Sebuah akun bernama wristbusters, mengungkapkan bahwa jam tangan Richard Mille yang dikenakan oleh Saaih merupakan barang palsu. Akun wristbusters sendiri merupakan sebuah akun yang sering membongkar publik figur saat ketahuan mengenakan jam tangan palsu.

"@saaihhalilintar, geser ke kanan.. @richardmilleofficial tak mudah untuk dipalsukan. Jam tangan ini sangat rumit dan berorientasi pada detail. Itulah mengapa jam ini berharga mahal semahal pembuatannya. Tak mungkin meniru jam tangan ini dengan tingkat kemiripan yang sama #wristbusters #fakemclaren," tulis akun @wristbusters pada keterangan foto

Tak hanya sampai disitu, Saaih juga diduga mengambil video unboxing jam tangan dari sebuah aku bernama munsterandco. Bahkan hal tersebut membuat beberapa netizen merasa geram dengan kelakuan bocah yang sempat mengunggah foto merobek uang.

"Dimulai dari suka click bait, sekarang jadi murid Ratna Sarumpaet," tulis anif_widodo.

"dah tukanh KLIKBEIT, kang Klarifikasi, kang pamer, eh skrg KW . wkwkwkkw," tulis zharborneo.

"Pengen nya keliatan kaya melulu tapi maksa wkwk," tulis taniafitriaa.

Emily Share di The Daily Beast sebagaimana dikutip laman Wikipedia, Minggu (21/1/2017), mengatakan clickbait adalah istilah peyoratif merujuk kepada konten web yang mengorbankan kualitas atau akurasi dengan bergantung kepada judul atau tajuk sensasional dan gambar mini (thumbnail) yang menarik mata guna mengundang klik-tayang (click-through) dan mendorong penerusan bahan tersebut melalui jejaring sosial daring (share).

Tajuk umpan klik umumnya bertujuan untuk mengeksploitasi "kesenjangan keingintahuan" (curiosity gap) dengan hanya memberi informasi yang cukup membuat pembaca penasaran ingin tahu, tetapi tidak cukup untuk memenuhi rasa ingin tahu tersebut tanpa mengklik pada tautan atau pranala yang diberikan.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom