Ilustrasi pengamanan polisi. (Solopos.com-Dok.)

<p><strong>Solopos.com, SEMARANG &ndash;</strong> <a title="Simak, Ini 8 Sasaran Utama Polisi pada Operasi Patuh Candi" href="http://semarang.solopos.com/read/20180426/515/912905/simak-ini-8-sasaran-utama-polisi-pada-operasi-patuh-candi">Polda Jawa Tengah</a> membantah melakukan aksi berlebihan kala menerjunkan personel bersenjata api laras panjang ke Kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jateng di Jl. Kanguru Raya, Kota Semarang, Sabtu (5/5/2018).</p><p>Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Agus Triatmaja, berdalih bahwa apa yang dilakukan personel Brimob Polda Jateng itu merupakan patroli biasa. Apa yang dilakukan personel Brimob itu tidak ada kaitan dengan pencarian kaus<a title="Presiden Jokowi Geram Kaos 2019 Ganti Presiden" href="http://news.solopos.com/read/20180407/496/908800/presiden-jokowi-geram-kaos-2019-ganti-presiden-"> <em>#2019 Ganti Presiden</em> </a>maupun isu pengerahan massa oleh Partai Gerindra pada acara <em>car free day</em> (CFD) di Simpang Lima, Kota Semarang, Minggu (6/5/2018) ini.</p><p>&ldquo;Kalau soal itu saya kurang tahu. Tapi pastinya, kegiatan yang dilakukan aparat Brimob Polda Jateng itu sebatas patroli biasa untuk menciptakan suasana kondusif selama pilkada atau Pilgub Jateng 2018,&rdquo; ujar Kabid Humas Polda Jateng saat dihubungi <em>Solopos.com,</em> Sabtu.</p><p>Agus menambahkan selama Pilgub Jateng 2018 ada beberapa lokasi yang menjadi sasaran patroli aparat kepolisian, tak terkecuali personel Brimob yang kerap membawa senjata lengkap. Lokasi itu antara lain, Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan kantor-kantor partai politik. &ldquo;Jadi enggak perlu panik. Toh, patroli semacam itu juga sudah digelar sejak beberapa waktu lalu. Tidak hanya saat ini saja,&rdquo; beber Agus.</p><p>Seperti diberitakan media massa ini sebelumnya, sejumlah aparat Brimob Polda Jateng dengan menenteng senjata api laras panjang mendatangi Kantor DPD Partai Gerindra Jateng, Sabtu pagi. Sekretaris DPD Gerindra Jateng, Sriyanto Saputro, menuding aksi aparat kepolisian itu berlebihan karena membuat kondisi di kantor partai bentukan <a title="Hari Buruh: dari Deklarasi Dukung Prabowo Hingga Tolak Pekerja Asal China" href="http://news.solopos.com/read/20180501/496/913687/hari-buruh-dari-deklarasi-dukung-prabowo-hingga-tolak-pekerja-asal-china">Prabowo Subianto</a> itu menjadi mencekam.</p><p>Sriyanto juga menuding aksi polisi itu dipicu informasi terkait adanya pengerahan massa yang dilakukan Partai Gerindra pada acara CFD di Simpang Lima, Minggu ini, sambil mengenakan kaus bertuliskan "<em>#2019 Ganti Presiden". </em>&ldquo;Tidak ada instruksi itu [pengerahan massa]. Pak Prabowo besok juga tidak ada rencana ke Semarang, melainkan ke Pasuruan, Jawa Timur. Jadi bisa dipastikan kabar itu <em>hoax</em>,&rdquo; terang Sriyanto.&nbsp;</p><p><em><strong><a href="http://semarang.solopos.com/">KLIK</a> dan <a href="https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE</a> di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya</strong></em></p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten