Ditopang Usaha Mikro-Kecil, Nilai Investasi Wonogiri Diklaim Tumbuh Positif Selama Pandemi
Ilustrasi investasi.

Solopos.com, WONOGIRI -- Nilai investasi di Kabupaten Wonogiri selama pandemi Covid-19 lebih banyak ditopang usaha skala mikro dan kecil. Sektor usaha menengah dan besar terdampak pandemi dan tak banyak berinvestasi.

Kepala Seksi Pengolahan Data, Sriyanto, mewakili Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Wonogiri, Eko Subagyo, mengatakan selama pandemi Covid-19 sektor yang paling terdampak yakni usaha skala besar.

Jika dilihat dari proses usahanya, menurut dia, perusahaan besar atau pabrik di Wonogiri yang terdampak Covid-19 terletak dari hulu hingga ke hilir.

Malam 1 Sura, Polisi Solo Razia Besar-Besaran, Ada Apa Ya?

Hal ini berdampak pada minimnya nilai investasi dari sektor usaha besar. Sebagian besar bahan baku yang akan diproduksi di pabrik berasal dari luar negeri.

Sementara saat ini impor kurang lancar. Dimungkinkan stok bahan dari luar negeri juga tidak tersedia. Begitu juga dengan penjualan produk.

Sasaran utama penjualan sektor industri besar ditujukan ke luar negeri. Dengan kondisi ekonomi global yang tengah lesu, tentunya berdampak pada kegiatan ekspor.

Setelah Pilkada Solo 2020, Ketua Tikus Pithi Bidik Pilpres 2024, Jadi Calon Presiden?

Namun demikian, sektor industri besar ini pada dasarnya masih punya kekuatan dari aspek produksi. Mesin masih berjalan, sumber daya manusia juga masih bekerja seperti biasanya. Selain perusahaan atau pabrik, jenis usaha yang terdampak yakni di bidang transportasi, hotel, jasa persewaan hajatan dan sektor wisata.

"Kekuatan di Wonogiri saat ini ada di usaha mikro dan kecil. Kekuatan dari dua sektor tersebut belum bergeser hingga semeseter I 2020," kata dia saat ditemui Solopos.com, Rabu (19/8/2020).

Usaha Kecil Lebih Fleksibel

Ia menegaskan saat ini perekonomian di Wonogiri tetap tumbuh dan masih positif meski nilai investasi lebih banyak ditopang sektor usaha mikro dan kecil.

Warga Klaten Positif Corona Tambah 3 Orang, 2 Di Luar Kota

Ada beberapa faktor yang membuat usaha mikro dan kecil masih bergeliat di tengah pendemi. Pertama, usaha kecil lebih fleksibel. Jenis usaha bisa diganti setiap saat, tergantung pasaran. Misalnya, pekan ini jualan keripik pisang, pekan depan bisa berjualan keripik ketela.

Kedua, modalnya kecil, di bawah Rp50 juta. Punya uang Rp5 juta bisa mengurus perizinan. Ketiga, usaha kecil merupakan bisnis keluarga. Sasaran penjualan tidak hanya fokus satu tempat atau satu sektor. Rata-rata menjual kebutuhan sehari-hari.

"Intinya perekonomian di Wonogiri masih positif. Harapannya setelah pandemi berakhir usaha besar kembali menggeliat, minimal seperti 2019," kata dia.

Tegas! Wali Kota Madiun: Pesilat Datang Saat 1 Sura Langsung Diisolasi 14 Hari di Stadion Wilis

Sriyanto juga menanggapi terkait data yang dikeluarkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jawa Tengah soal nilai investasi di Wonogiri tumbuh kecil.

Wonogiri tercatat nilai investasinya terendah se-Soloraya. Pertambahan investasi pada semester pertama 2020 sebesar Rp11,21 miliar. Sriyanto mengatakan data yang dikeluarkan tersebut merupakan hasil dari usaha skala menengah dan besar.

Pemerintah Provinsi Jateng tidak mempunyai data dari usaha mikro dan kecil. "Nilai investasi rendah yang dipaparkan benar. Namun kekuatan investasi di Wonogiri saat ini bersumber dari usaha mikro dan kecil," kata Sriyanto.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom