Ditinjau Ulang Setelah Kasus Gilang, Nasib Menwa UNS Solo Terancam?

Petinggi UNS Solo memastikan akan mengevaluasi kegiatan Menwa dan tidak akan segan memberi sanksi tegas jika terbukti secara kolektif melakukan kekerasan.

 Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS Solo Ahmad Yunus (kanan) dan Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Sutanto, memberikan keterangan pers terkait meninggalnya seorang mahasiswa dalam diklat Resimen Mahasiswa (Menwa) UNS di Gedung Rektorat UNS, Selasa (26/10/2021). (Solopos/Chrisna Chanis Cara)

SOLOPOS.COM - Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS Solo Ahmad Yunus (kanan) dan Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Sutanto, memberikan keterangan pers terkait meninggalnya seorang mahasiswa dalam diklat Resimen Mahasiswa (Menwa) UNS di Gedung Rektorat UNS, Selasa (26/10/2021). (Solopos/Chrisna Chanis Cara)

Solopos.com, SOLO — Universitas Sebelas Maret atau UNS Solo tak akan segan-segan menjatuhkan sanksi tegas bagi Korps Mahasiswa Siaga (KMS) Batalion 905 Jagal Abilawa apabila Menwa (Resimen Mahasiswa) itu terbukti secara kolektif sengaja melakukan tindak kekerasan dalam kegiatannya.

Seperti diketahui, Menwa UNS disorot setelah kegiatan diklat Pra Gladi Patria ke-36 yang berlangsung mulai Sabtu (23/10/2021) memakan korban jiwa. Salah satu peserta diklat tersebut, Gilang Endi Saputra, yang merupakan mahasiswa jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (KKK) Prodi Sekolah Vokasi UNS meninggal pada Minggu (24/10/2021).

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Selasa (26/10/2021), sebanyak 21 orang panitia diklat Menwa telah dimintai keterangan oleh Polresta Solo terkait meninggalnya Gilang Endi Saputra. Polisi mengungkap ada dugaan kekerasan pada Gilang dari hasil visum luar.

Baca Juga: Kronologi Meninggalnya Gilang, Mahasiswa UNS Solo Peserta Diklat Menwa

Saat ini mulai muncul desakan dari berbagai pihak, terutama di dunia maya, untuk pembubaran atau pembekuan Menwa UNS Solo. “Kami belum bisa menyampaikan detail tindakan yang akan diambil sebelum pegang data lengkap. Namun yakin lah, kegiatan dengan kekerasan seperti itu tidak ditoleransi di kampus,” ujar Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Sutanto, dalam jumpa pers di Gedung Rektorat UNS Solo, Selasa (26/10/2021).

Ia mengaku tak akan segan-segan memberi sanksi tegas apabila terbukti ada unsur kekerasan yang menyebabkan meninggalnya Gilang. Sanksi bakal semakin keras apabila kekerasan tersebut dilakukan secara kolektif dalam kelembagaan.

Saat ini UNS masih menunggu hasil autopsi lengkap dari kepolisian untuk melangkah lebih lanjut. “Kami sudah melakukan investigasi, syukur-syukur data kepolisian segera keluar sehingga akan lebih lengkap. Kalau memang ada unsur kelalaian atau kekerasan secara kolektif, kami akan mengambil sikap,” ujar Sutanto.

Baca Juga: Buntut Meninggalnya Gilang, UNS Solo Evaluasi Total Semua Kegiatan UKM

Evaluasi Prosedur Kegiatan Menwa

Lelaki yang juga pakar Matematika ini menegaskan kedisiplinan dan bela negara yang dijunjung Menwa UNS Solo mestinya tidak diartikan sempit. Menurut Sutanto, Menwa perlu menyesuaikan diri dengan iklim akademik kampus lewat kegiatan yang produktif dan berkontribusi pada masyarakat.

“Menwa sekarang itu mestinya bicara leadership, pembentukan karakter, aktif di kegiatan sosial. Jangan hanya dikorelasi dengan penggemblengan fisik menjurus kekerasan untuk bela negara,” ujar Sutanto.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Ahmad Yunus, mengatakan prosedur kegiatan Menwa bakal dievaluasi total usai diklat yang memakan korban jiwa. “Untuk sementara kami hentikan kegiatan Menwa di dalam maupun luar kampus. Ke depan, kami bakal evaluasi total praktik Menwa. Praktik kekerasan harus dihapus, ini lingkungan kampus, bukan militer,” ujar Yunus.

Baca Juga: Mahasiswa UNS Meninggal, Ketua DPRD Solo: Tinggalkan Penggojlokan Fisik

Presiden BEM UNS, Zakky Mustofa Zuhad, mengatakan organisasinya siap mengawal proses hukum atas kematian Gilang. “Kami tetap akan mengawal untuk keadilan korban,” ujarnya.

Sebelumnya, BEM Sekolah Vokasi (SV) UNS juga sudah menyampaikan pernyataan sikap atas meninggalnya Gilang. BEM SV menuntut agar ada transparansi dari pihak kampus terkait kematian Gilang agar ada keadilan bagi Gilang dan keluarganya. BEM SV UNS juga meminta kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut.

Sebagaimana diberitakan, Gilang yang meninggal pada hari kedua diklat, Minggu (24/10/2021) diduga menjadi korban kekerasan karena terdapat beberapa luka dan memar pada jasadnya. Polisi saat ini  tengah menyidik kasus tersebut.

Berita Terkait

Espos Plus

Berita Terkini

+ PLUS Bom Tawa Pernah Meledak-Ledak di Taman Balekambang Solo

Taman Balekambang Solo memang pernah menjadi pusat kesenian dan hiburan. Grup lawak Srimulat pernah berbasis di Taman Balekambang. Pelawak Gepeng meniti karier dari Taman Balekambang Solo.

Marak Penolakan Kenaikan Retribusi Pasar, DKUKMP Klaten Bergeming

Para pedagang protes kenaikan retribusi pasar yang mulai berlaku sejak awal 2022.

Pantau Vaksinasi Anak di Boyolali, Puan Bagikan Buku & Kaus Mbak Puan

Puan mendampingi siswa yang divaksin, serta sempat mampir ke kelas untuk berdialog dengan siswa.

Bappeda Sragen Pertanyakan Sedikitnya Jumlah Sampel Susenas 2021

BPS Sragen hanya menggunakan 870 dari total 339.065 rumah tangga di Sragen sebagai sampel survei sosial ekonomi nasional (Susesnas) 2021. Bappeda Sragen mempertanyakan sedikitnya jumlah sampel itu.

Dikenal Teknik Putaran Miring, Melikan Bangun Wisata Edukasi Gerabah

Desa Melikan mengembangkan potensi gerabah dengan membikin wisata edukasi.

Sukoharjo Waspadai Potensi Bencana di Puncak Musim Hujan

Dari seluruh potensi bencana alam yang ada, seluruh wilayah Sukoharjo perlu mewaspadai risiko terjadinya angin kencang yang berpotensi merusak.

Sekolah Kebanjiran, Pelajar SDN 4 Kebonromo Sragen Belajar di Rumah

Banjir yang menerjang Sragen pada Selasa (18/1/2022) berdampak pada kegiatan belajar mengajar di SDN 4 Ngrampal. Sebagian siswa SD tersebut harus belajar dari rumah karena sekolah kebanjiran.

Harga Minyak Goreng di Klaten Masih Rp21.000 per Liter, Pedagang Pusing

Harga minyak goreng kemasan di pasar tradisional masih berada pada kisaran Rp19.500-Rp21.000 per liter.

Retribusi Fasilitas Manahan & Sriwedari Solo Naik, Termasuk Kamar Mandi

Tarif retribusi penggunaan fasilitas rekreasi dan olahraga termasuk Stadion Manahan dan Stadion Sriwedari Solo naik mulai awal tahun ini.

Puan Dijadwalkan Hadiri Peresmian Jembatan Gantung Girpasang

Selain ke Girpasang, rombongan Puan Maharani beserta sejumlah anggota DPR dijadwalkan mengunjungi wilayah Polanharjo, Klaten.

Masuk Kamar Tanpa Busana, Ayah Bejat Ini Tunggu Anak Tiri Selesai Mandi

Pelaku bersembunyi di kamar anak tirinya tanpa busana, menunggu korban selesai mandi. Untungnya aksi pencabulan itu gagal, pelaku ditangkap Polres Karanganyar.

Pasar Legi Solo Banjir, Pedagang: Ngarep Kios Banyune Gumrojog Lur!

Bangunan baru Pasar Legi Solo malah tergenang banjir sehari menjelang peresmian yang dijadwalkan pada Kamis (20/1/2022).

Binda Jateng Alokasikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Anak-Anak Kartasura

Total vaksinasi anak se-Kartasura dari total 10.000 target anak sudah mencapai sekitar 70 persen per Selasa (18/1/2022).

Sering Tak Dilayani Istri, Pria Tasikmadu Berusaha Cabuli Anak Tiri

Seorang ayah asal Tasikmadu, Karanganyar, berupaya mencabuli anak tirinya yang baru selesai mandi. Beruntung aksi bejat pelaku gagal.

Kades Gondang Harap Pemkab Sragen Jadi Bangun Pasar Mbah Gajah

Kades Gondang berharap pernyataan Bupati Sragen yang ingin membangun Pasar Mbah Gajah bisa terealisasi untuk menghapus stigma negatif, yakni sebagai tempat mangkal PSK.

Patroli Pakai Helm Kopek, Polisi Klaten Beri Tilang 932 Pengendara

Saat melanggar peraturan lalu lintas, aksi ratusan pengendara kendaraan terekam helm dengan kamera portabel penindakan kendaraan bermotor (Kopek).