Ditinggal Warga, Kampung Terdampak Tol Solo-Jogja Klaten ini Mirip Desa Mati

Kampung terdampak tol Solo-Jogja di Dukuh Ngentak, Desa Kranggan, Polanharjo, Klaten, sepi ditinggalkan penghuninya pindah.

 Salah satu rumah di Dukuh Ngentak, Desa Kranggan, Polanharjo Klaten, yang terdampak tol Solo-Jogja sudah ditinggal penghuninya, Selasa (21/9/2021). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Salah satu rumah di Dukuh Ngentak, Desa Kranggan, Polanharjo Klaten, yang terdampak tol Solo-Jogja sudah ditinggal penghuninya, Selasa (21/9/2021). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN — Suasana kampung di Dukuh Ngentak, RT 014/RW 005, Desa Kranggan, Polanharjo, Klaten, yang terdampak proyek tol Solo-Jogja kini sepi tak ubahnya desa mati. Hanya terlihat puing-puing bangunan rumah yang ditinggalkan penghuninya.

Mayoritas penghuni kampung itu memang sudah pindah rumah setelah mereka menerima uang ganti rugi atas tanah serta bangunan yang selama ini menjadi tempat tinggal mereka. Dukuh Ngentak merupakan salah satu perkampungan yang terdampak proyek pembangunan jalan tol Solo-Jogja.

Hampir seluruh rumah di kampung kecil ujung Desa Kranggan itu dibebaskan guna pembangunan jalan bebas hambatan. Warga sudah menerima uang ganti rugi yang dicairkan beberapa bulan lalu.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, mayoritas bangunan rumah di kampung terdampak proyek tol Solo-Jogja di Klaten itu sudah dirobohkan. Suasana kampung tersebut sepi nyaris tanpa penghuni. Hanya ada segelintir orang yang bertahan di kampung tersebut.

Baca Juga: Wow! Setiap Puskesmas di Klaten Mampu Lakukan 1.000 Vaksinasi dalam Sehari

Salah satunya Rukminto, 70. Ia menceritakan RT 014/RW 005 semula dihuni sekitar 20 keluarga. Keramaian suasana kampung relatif seperti kampung pada umumnya. Namun, suasana kampung itu berubah total selama sebulan terakhir.

Sebagian warga mulai meninggalkan kampung setelah mendirikan tempat tinggal baru di berbagai wilayah. Sebagian rumah dibongkar dengan beberapa bagian bangunan dimanfaatkan untuk melengkapi tempat tinggal mereka yang baru.

Menikmati Hari-Hari Terakhir

Rukminto memperkirakan ada sekitar tiga hingga lima orang yang masih tinggal di kampung terdampak proyek jalan tol Solo-Jogja di Klaten tersebut termasuk dia. Rukminto memilih tak membangun rumah baru.

Bapak empat anak itu berencana pindah ke rumah anaknya yang kini tinggal di Kota Solo. Sebagian perabot rumah sudah dia pindahkan seperti kursi dan perabotan lainnya hingga tersisa tempat tidur.

Baca Juga: Hindari Yoni di Tengah Sawah, Jalan Tol Solo-Jogja Wilayah Klaten ini Dibuat Melayang

Rukminto mengatakan pekarangan serta rumah yang selama ini ia tempati memiliki luas sekitar 1.000 meter persegi. Nilai uang ganti rugi yang diterima Rukminto sekitar Rp1,2 juta per meter persegi.

Ia belum berniat segera pindah dan tinggal bersama anaknya. Rukminto masih ingin menikmati hari-hari terakhir di tanah kelahirannya meskipun seorang diri dan kini kondisi kampung sudah sepi.

“Mau meninggalkan rumah terkadang masih teringat. Saya sementara masih mau tinggal di sini. Seumpama nanti jalan tol mau dibangun, saya baru pindah,” kata Rukminto saat ditemui wartawan di rumahnya, Selasa (21/9/2021).

BPN: Pembebasan Lahan Tak Ada Masalah

Warga Dukuh Ngentak lainnya, Agung Setiyoko, membenarkan sebagian warga sudah mulai pindah rumah setelah menerima uang ganti rugi. Mereka tersebar ke berbagai wilayah seperti di Delanggu, Wonosari, meski ada juga yang pindah namun masih dalam wilayah Kecamatan Polanharjo.

Baca Juga: Lewat Program Desa Tuntas Vaksinasi, Pemkab Klaten Ingin Percepat Herd Immunity

Agung berencana pindah rumah ke Desa Segaran, Kecamatan Delanggu. Ia sudah mulai membangun rumah di Segaran dan sementara waktu tinggal di rumah sekaligus tempat usahanya di Desa/Kecamatan Delanggu. “Kalau nanti sudah disuruh pindah, saya segera pindah ke Segaran. Sebagian barang sudah saya pindahkan ke Delanggu,” kata Agung.

Sebelumnya, Kasi Pengadaan Tanah BPN Klaten, Sulistiyono, menjelaskan pencairan uang ganti rugi untuk pengadaan lahan tol sudah dilakukan di 15 desa yang tersebar di empat kecamatan yakni Polanharjo, Delanggu, Ceper, dan Karanganom.

Jumlah total bidang lahan yang sudah dibebaskan yakni 1.024 bidang dari total bidang lahan untuk jalan tol di Klaten sebanyak 4.071 bidang di 50 desa yang tersebar di 11 kecamatan.

“Alhamdulillah, untuk lahan yang sudah kami bebaskan di 15 desa tidak ada masalah. Pemilik lahan semua menerima. Bahkan bangunan belum diminta dirobohkan sekarang banyak yang sudah dirobohkan oleh pemiliknya [setelah menerima uang ganti rugi],” kata Sulis.


Berita Terkait

Berita Terkini

Hujan Abu Tipis di Selo Boyolali, Aktivitas Warga Tetap Normal

Gunung Merapi mengeluarkan awan panas pada Selasa malam pukul 19.41 dan 19.48 WIB.

11 Siswanya Terpapar Covid-19, Ini Penjelasan Kepala SMPN 8 Solo

Klaster penularan Covid-19 di sekolah yang menggelar PTM di Solo meluas ke jenjang SMP, yakni SMPN 8 dan SMPN 4 dengan total 12 siswa positif.

Tangkarkan Benih Padi, Pria Asal Kajen Klaten Raup Omzet Rp1 M/Tahun

Dalam setahun, omzet yang diperoleh Suwono, 70, bisa mencapai Rp1 miliar dengan pendapatan bersih sekitar Rp500 juta.

Awas Nabrak Lur! Ada Tiang Listrik di Tengah Jalan Depan TSTJ Solo

Warga berharap tiang listrik di tengah jalan depan objek TSTJ, Jebres, Solo, bisa digeser ke tepi jalan agar tidak membahayakan pengguna jalan.

Wagub Jateng Dorong Adanya Wisata Halal di Tawangmangu, Ini Maksudnya

Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen, mendorong wisata halal di Tawangmangu untuk membidik wisatawan dari negara muslim.

Maling Kotak Infak di Masjid Ngawonggo Klaten Lolos dari Kejaran Warga

Sebelum menggondol kotak infak, maling berjenis kelamin pria itu sempat mondar-mandir di depan masjid.  

Breaking News! Api Melalap Hunian Warga di Klandungan Sragen

Sedikitnya tiga rumah warga Desa Klandungan, Kecamatan Ngrampal, Sragen dilalap api.

Jangan Coba Buru Satwa Liar di Area Ini, Bisa Kena Denda Rp10 Juta Lur

Pemerintah Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Sragen mengeluarkan peraturan desa untuk melindungi satwa liar di wilayah mereka.

Beredar Info Solar Langka, Kapolres Sukoharjo Langsung Patroli ke SPBU

Aparat Polres Sukoharjo melakukan patroli ke sejumlah SPBU menanggapi informasi yang beredar di masyarakat bahwa solar saat ini langka.

PPKM Turun Level, Penumpang KRL Solo-Jogja dan Prameks Terus Meningkat

Jumlah penumpang KRL Solo-Jogja mengalami kenaikan setelah ada pelonggaran aturan seiring turunnya status PPKM ke level 2.

Belasan UKM di Klaten Korban Order Fiktif Rp2 Juta Lapor ke Polisi

Aksi orang tak dikenal yang menipu para pedagang kecil dinilai sangat merugikan masyarakat dan pengelola panti asuhan putri di Tonggalan, Klaten Tengah.

Belasan UKM di Klaten Kena Order Fiktif, Antar Pesanan hingga Rp2 Juta

Belasan pelaku UKM itu telanjur mengirim pesanan ke Panti Asuhan Putri Aisyiyah di Tonggalan, Klaten Tengah, padahal pengelola panti tersebut sama sekali tidak memesan seblak atau bakso dari para pedagang kecil.

Libur Maulid Nabi, Tawangmangu Cenderung Sepi

Arus lalu lintas di Tawangmangu, Karanganyar, pada libur Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu (20/10/2021) cenderung sepi.

Ingin Ormas Islam Bersatu, Bupati Karanganyar Adakan Pengajian Rutin

Bupati ingin menggelar pengajian rutin yang melibatkan ormas Islam di Karanganyar agar mereka bersatu membangun masyarakat.

Nunggak Pajak, Aset Perusahaan di Solo Senilai Rp560 Juta Disita 

Aset salah satu perusahaan di Solo senilai lebih dari Rp560 juta disita Kanwil Ditjen Pajak Jateng II lantaran menunggak pembayaran PPN tahun 2018.

Peringati HUT Taman Doa, Umat Katolik Sragen Nyalakan 1.000 Lilin

HUT ke-4 Taman Doa Santa Perawan Maria Di Fatima di Ngrawoh, Gesi, Sragen, dirayakan umat Katolik dengan melakukan Misa dan menyalakan 1.000 lilin di sekitar Patung Bunda Maria.