Ditinggal Pergi, Dapur Rumah Warga Mojogedang Hangus Terbakar

Kebakaran diduga akibat bara api di tungku yang belum padam sepenuhnya. Bara tersebut membakar kayu bakar di sekitarnya lantas membesar dan menghanguskan dapur warga Mojogedang.

 Dapur rumah milik Kromo Kayat, 80, warga Dusun Gondangmanis, Desa Sewurejo, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar hangus terbakar, Jumat (26/11/2021). (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Dapur rumah milik Kromo Kayat, 80, warga Dusun Gondangmanis, Desa Sewurejo, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar hangus terbakar, Jumat (26/11/2021). (Istimewa)

Solopos.com, KARANGANYAR — Dapur rumah milik Kromo Kayat, 80, warga Dusun Gondangmanis, Desa Sewurejo, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar, Jumat (26/11/2021) siang hangus terbakar. Saat peristiwa terjadi, sekitar pukul 13.00 WIB, rumah dalam keadaan kosong.

Diperkirakan, kebakaran berasal dari bara api kayu bakar di tungku yang belum seluruhnya padam. Bara itu membakar kayu bakar lain di sekitarnya.

PromosiFajar Kebangkitan Industri Penerbangan Makin Terang

Informasi yang dihimpun Solopos.com menyebutkan kebakaran kali pertama diketahui tetangga korban, Minto Kardi, 65. Saat itu ia melihat api besar di atap dapur Kromo. Melihat hal itu, kemudian Minto mendatangi rumah korban namun dalam keadaan terkunci. Minto kemudian memukul kentongan untuk meminta bantuan warga lain untuk memadamkan api.

Warga kemudian menghubungi Pemadam Kebakaran Karanganyar dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Polsek Mojogedang.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB oleh tim dari Pemadam Kebakaran dibantu petugas Polsek Mojogedang, Koramil, sukarelawan, dan warga.

“Kondisi rumah pada saat kebakaran dalam keadaan kosong. Istri korban sedang ke kebun yang berlokasi jauh dari rumah. Sedangkan korban sedang mencari kayu di kebun, dan anak tidak ada di rumah, pintu dalam keadaan dikunci. Sumber api dimungkinkan berasal dari sisa bara api sewaktu masak pada pagi hari di tungku dapur dengan bahan bakar kayu yang belum mati secara keseluruhan kemudian merembet ke tumpukan kayu yang berada di sekitar tungku dapur,” ujar Kasi Humas Polres Karanganyar, Iptu Agung Purwoko.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Cerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

+ PLUS Cerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, praktik perkecuan atau kecu atau bandit sosial menempati posisi tertinggi tindak kriminalitas di wilayah Vorstenlanden Surakarta atau Soloraya, yang terjadi akibat kesenjangan status sosial yang tinggi, serta pengaruh kebijakan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Berita Terkini

Keistimewaan Boyolali, Aneka Kuliner Lezat hingga Ikon Monumen Dunia

Kabupaten Boyolali dengan sederet keistimewaan terdiri atas 22 kecamatan yang dibagi lagi menjadi 261 desan dan 6 kelurahan.

Pengerjaan Proyek Pasar Nglangon Lambat, Bupati Sragen Marahi Konsultan

Bupati Sragen berang saat mengetahui progres pembangunan Pasar Nglangon senilai Rp33,7 miliar baru berjalan 0,48% dari seharusnya 11%.

Wow, Ada Monca Nail Art Juga Loh di Korean Wave Solo Grand Mall

Monca Nail Art menjadi salah satu gerai peserta Korean Wave yang digelar Solopos Media Group (SMG) dan Solo Grand Mall. Monca Nail Art memberi diskon 20% untuk semua treatment.

Petani Milenial Sukoharjo: Hasil Panen Bisa untuk Healing dan Perawatan

Petani milenial kini tak harus terjun ke sawah karena ada banyak kegiatan bisa dilakukan untuk mengoptimalkan usaha pertanian, salah satunya bidang pemasaran.

Ratusan Buku Belanda di Museum Radya Pustaka Jarang Dibaca, Ini Isinya

Ratusan buku berbahasa belanda di Perpusatakaan Museum Radya Pustaka Solo jarang dibaca oleh pengunjung.

Alasan di Balik Kafe Kopi Lebih Ngetren Ketimbang Kafe Teh

Teh lebih populer dijajakan di angkringan, sementara kopi di kafe-kafe berkelas. Ada alasan di balik fenomena tersebut.

Cerita Gema Salam Dampingi Napiter Asal Klaten saat Bebas dari Lapas

Yayasan Gema Salam menjemput napiter yang sudah bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas/LP) Gunung Sindur, Parung, Bogor atas nama Agung, asal Kabupaten Klaten.

Mewujudkan Mimpi Bupati Yuni Miliki Teh Khas Sragen

Meski tak punya kebun teh, Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati ingin Kabupaten Sragen memiliki teh khas.

Peran Sendang Siwani Wonogiri dalam Kisah Sambernyawa Lawan Kompeni

Menurut Juru Kunci Sendang Siwani, Slamet Riyadi, dahulu Sendang Siwani bernama Belik Lenggong.

Cerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, praktik perkecuan atau kecu atau bandit sosial menempati posisi tertinggi tindak kriminalitas di wilayah Vorstenlanden Surakarta atau Soloraya, yang terjadi akibat kesenjangan status sosial yang tinggi, serta pengaruh kebijakan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Kenalkan Ranu Asmoro, Dekorator Pernikahan Langganan Keluarga Jokowi

Dekorasi pernikahan Ketua MK dengan adik Presiden Jokowi dilakukan oleh Ranu Asmoro. Ranu merupakan pria yang menjadi langganan mendekorasi pernikahan keluarga Jokowi.

Ada Pemeliharaan Jaringan, Cek Pemadaman Listrik di Solo Sekarang

Berikut ini jadwal pemeliharaan dan pemadaman listrik yang terjadi di Solo, Jawa Tengah, pada hari ini, Sabtu, 21 Mei 2022.

Bupati-Kapolres Sragen Mendadak Tinjau Pasar Hewan Nglangon, Ada Apa?

Populasi sapi saat hari pasaran Pahing di Pasar Nglangon mencapai 600 ekor dan kambing mencapai 100-an ekor.

Foto Profil Gibran di Instagram Bikin Kaget, Netizen: Dihack Kaesang?

Foto profil Instagram milik Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Solo, bikin kaget netizen. Bahkan, ada yang menduga dihack oleh sang adik, Kaesang Pangarep.

Mensos Kunjungi Richie, Bocah Klaten Penderita Infeksi Selaput Otak

Risma menyerahkan bantuan peralatan dari Kemensos serta bantuan yang dihimpun melalui kitabisa.com untuk Richie.