Kaca mobil yang dibobol maling di Colomadu. (Istimewa)

Solopos.com, KARANGANYAR – Kisah tragis menimpa Ricky Raditya Pradana bersama tiga temannya. Mobil yang mereka kendarai dibobol maling saat diparkir di Rumah Makan Bebek Mropol. Jl. Adi Sumarmo, Banukan, Malangjiwan, Colomadu Karanganyar, Selasa (3/12/2019).

Akibat kejadian tersebut, kaca kanan bagian belakang mobil pecah. Adapun barang yang raib adalah satu tas ransel warna hitam, satu tas slempang, tablet, surat-surat kendaraan, dan beberapa surat bergarga lainnya. Total kerugian mencapai belasan juta rupiah.

Ricky Raditya Pradana merupakan warga Kelurahan Gumulan, Klaten Tengah. Ia dan tiga temannya adalah karyawan di salah satu perusahaan di Yogyakarta.

Mereka bertandang ke Solo menumpang mobil Avanza hitam milik perusahaan. Jadi, sebagian barang yang hilang adalah milik perusahaan tempat Ricky Raditya Pradana bekerja.

Ricky Raditya Pradana menceritakan, Selasa malam sekitar pukul 20.30 WIB, ia bersama tiga temannya makan malam di RM. Bebek Mropol. Sekitar pukul 20.50 WIB mereka keluar dari rumah makan.

Mereka tidak memperhatikan ada barang yang hilang dan kerusakan di mobil. Sebab, saat itu kawasan tersebut cukup ramai. Banyak pengemudi ojek online yang berada di sana.

“RM berada di barat jalan. Mobil saya menghadap selatan. Tukang parkir ketika memberi arahan dari sebelah timur. Jadi mungkin tidak mengetahui kalau kaca kanan belakang saya pecah,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Rabu (4/12/2019).

Sebelum kembali ke Yogyakarta mereka mengisi bahan bakar di SPBU Kertonatan Jl. Solo-Semarang, Kartasura. Saat itulah mereka menyadari kaca mobil pecah dan sebagian barang di dalam hilang. Mengetahui kejadian tersebut Ricky melapor ke Polsek Colomadu.

“Menurut penyelidikan polisi, kaca mobil tidak dilempar batu. Tetapi dicongkel, kemudian kaca retak dan di dorong. Sehingga ada celah untuk mengambil barang. Melihat dari bekas pecahan, pelaku melakukan pembobolan dalam waktu yang singkat” terang dia.

Menurut Ricky, mobil yang ia kendarai sudah dipasangi alarm. Tetapi sejak mereka makan, tidak ada suara alarm mobil yang terdengar.

“Kami menunggu perkembangan yang dilakukan polisi. Ternyata kawasan tersebut memang sering terjadi kehilangan,” terang Ricky.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten