Ditinggal Jemur Padi, Dapur Rumah Manula di Tirtomoyo Wonogiri Terbakar
Petugas pemadam kebakaran saat memadamkan api di rumah Partinah, 60, warga Dusun Brangkal RT 002/RW 006 Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri, Sabtu (4/7/2020). (Istimewa)

Solopos.com, WONOGIRI – Dapur rumah Partinah, 60, warga Dusun Brangkal RT 002/RW 006 Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri, terbakar Sabtu (4/7/2020).

Kebakaran di Wonogiri tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Hal itu disampaikan Kepala UPT Damkar Wonogiri, Joko Santoso saat dihubungi Solopos.com, Sabtu.

Ia mengatakan, pihaknya menerjunkan satu unit pemadam kebakaran beserta lima personel dari Damkar yang berada di Kecamatan Baturetno, Wonogiri. Mereka yang berada di dekat lokasi diterjunkan memadamkan api yang menghanguskan dapur Partinah itu.

Salah satu personel damkar, Sidik, mengatakan menerima laporan kebarakan pukul 10.00 WIB. Sementara itu, dapur Partinah terbakar sekitar 09.55 WIB.

Tambah 1.447, Total 62.142 Pasien Covid-19 di Indonesia Per 4 Juli, RS Belum Penuh

Sidik bersama petugas damkar lainnya bergegas menuju lokasi untuk memadamkan api. Proses pemadaman api berlangsung selama 30 menit.

Menurut dia, dapur korban yang terbakar itu terbuat dari kayu. Tetapi tembok rumah korban sudah dilapisi semen.

Kronologi

Kebakaran di dapur milik warga Tirtomoyo, Wonogiri, itu diduga berasal dari tungku kayu bakar. Akibatnya api menghanguskan sebagian dapur dan rumah milik Partinah. Selain itu bagian atap kandang miliknya juga terkena api.

"Diduga kebakaran berasal dari tungku atau pawon yang biasa digunakan masyarakat perdesaan," kata Sidik.

Dear Pendaki, Suhu di Puncak Gunung Lawu Tembus Minus 3 Derajat Celsius, Awas Beku!

Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat itu korban tengah memasak air menggunakan tungku kayu bakar di dapur. Korban kemudian meninggalkan dapur untuk menjemur padi di halaman rumah.

Selang beberapa menit, tetangga yang berada dibelakang rumah korban melihat kepulan asap. Lalu orang tersebut beteriak ada kebakakaran di dapur korban.

"Diduga api dari tungku menjalar ke timbunan kayu bakar di sekitar tunggu. Kemudian api membesar dan membakar dapur," ujar dia.

Kerugian akibat kebakaran itu ditaksir mencapai Rp10 juta. Bagi masyarakat perdesaan, memasak menggunakan tunggu atau pawon yang terbuat dari tanah masih banyak ditemukan. Sehingga warga diimbau lebih hati-hati saat memasak agar dapur tidak terbakar.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom