Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seusai menjenguk Presiden ketiga RI BJ Habibie di RSPAD, Jakarta, Selasa (10/9/2019). (Antara - Galih Pradipta)

Solopos.com, JAKARTA -- Masyarakat Indonesia khususnya DKI Jakarta sempat dihebohkan dengan rencana anggaran Lem Aibon senilai Rp82,8 miliar untuk siswa Sekolah Dasar (SD) di DKI Jakarta.

Setelah heboh anggaran lem Aibon, sejumlah pihak mulai menyisir satu per satu anggaran yang dianggap ganjil di APBD DKI Jakarta.

Salah satunya adalah pembelian pasir sebagai alat peraga siswa SD senilai Rp52 miliar. Rencana anggaran 2020 tersebut dinilai tidak masuk akal oleh berbagai pihak. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun dikecam atas anggaran siluman di APBD DKI Jakarta 2020.

Anies Baswedan pun mengakui bahwa dirinya banyak diserang. Namun, ia justru mengucapkan terima kasih telah diserang dan banyak yang perhatian kepada dirinya.

Ketagihan Pakai Tisu Magic? Lakukan 5 Hal Ini Biar Perkasa

"Coba dibayangin, diserang ya? Saya terima kasih begitu banyak yang mikirin," kata Anies Baswedan yang tayang di kanal Youtube Deddy Corbuzier, Kamis (14/11/2019).

Anies Baswedan mengklaim sudah terbiasa dengan caci-maki dari warga Jakarta yang ditujukan kepada dirinya. Ia juga membiarkan cacian tersebut karena yang terpenting baginya adalah ia tidak bermasalah dan enggak melakukan kesalahan.

Tips Jitu Hentikan Kebiasaan Mengompol pada Anak

"Dimaki-maki warga Jakarta? Emang iya tiap tahun begini [permasalahan anggaran]. Aku kadang-kadang lebih baik dikira bermasalah tapi enggak, dibanding dianggap enggak bermasalah tapi aslinya bermasalah," kata Anies.

Deteksi Kanker Prostat dengan Test Pack, Emang Bisa?

"Capek enggak sih? Enggak juga sih, aku tuh rileks. kenapa rileks? Aku merasa tidak ada hal yang salah yang saya lakukan. Insya Allah saya kerjakan yang benar, begitu ada masalah kami beresin," pungkasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten