Ditantang Bikin Startup oleh Presiden, Petani Muda Sukoharjo Butuh Akademisi

Petani milenial di Sukoharjo mengaku membutuhkan pendampingan akademisi untuk mewujudkan usaha rintisan atau startup di bidang pertanian atau pangan.

 Ilustrasi lahan pertanian di Sukoharjo. Foto diambil, Selasa (28/9/2022). (Solopos.com/Magdalena Naviriana Putri).

SOLOPOS.COM - Ilustrasi lahan pertanian di Sukoharjo. Foto diambil, Selasa (28/9/2022). (Solopos.com/Magdalena Naviriana Putri).

Solopos.com, SUKOHARJO — Petani muda di Sukoharjo meminta adanya kolaborasi dengan akademisi perihal pengembangan startup bidang pertanian yang sempat disinggung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pembukaan BUMN Startup Day 2022.

Dalam laman setkab.go.id Presiden Jokowi mengatakan startup di Indonesia tertinggi keenam di dunia. Tetapi yang paling besar masih di fintech 23 persen, kemudian retail ada 14 persen. Sementara dalam bidang pangan masih terbilang rendah, dengan capaian 4 persen.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Urusan masalah krisis pangan, urusan pangan ke depan ini akan menjadi persoalan besar yang harus dipecahkan oleh teknologi. Itu adalah kesempatan, itu adalah peluang, itu adalah opportunity, dan agriculture hanya 4 persen,” terang Presiden Jokowi dalam laman tersebut.

Padahal menurutnya ada kesempatan besar, karena dalam urusan pangan ada produksi, distribusi, dan pasar. Menurutnya urusan pangan tidak hanya tentang beras saja, komoditas yang lainnya banyak sekali.

“Sayur, sayur pun juga macam-macam jenisnya. Pangan tidak hanya beras, hati-hati, ada sorgum, ada porang, ada cassava, ada sagu, dan lain-lainnya,” ujar Presiden.

Baca juga: Presiden Jokowi Dorong Pelaku Usaha Rintisan Tangkap Peluang Sektor Pangan

“Sehingga ini menjadi sebuah peluang besar dan target konsumen dari petani di ladang, dari nelayan di lautan, sampai masuk melompat ke dapurnya ibu-ibu rumah tangga. Peluangnya sangat besar sekali,” kata Presiden lagi.

Sementara itu, terpisah saat dikonfirmasi Ketua Petani Milenial Sukoharjo, Janu Hari Setiawan mengatakan peluang startup di pertanian memang besar.

Hanya banyak milenial pengembang aplikasi bukan berbasis pertanian, sedangkan petani milenial minim ilmu berbasis teknologi.

“Kalo misalkan ada kolaborasi baik antara universitas, birokrasi pemerintahan dan petani milenial kami bisa menciptakan startup pertanian ini, jadi korporasi petani berbasis teknologi informasi [TI],” terang petani asal Sanggang, Bulu itu saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (27/9/2022).

Dengan pertanian berbasis tekonologi itu menurutnya produk langsung dari petani dengan aplikasi yang dikelola milenial dipertemukan dengan konsumen.

Baca juga: Pendaftaran Astranauts dari Astra Dibuka Sampai 8 Juli 2022

Sebagai penyelenggara atau tumpuan di tengah para petani sekaligus selaku quality control dan edukator. Sehingga produk dari petani berkualitas dan berkelanjutan yang diterima konsumen juga memuaskan dan meningkatkan repeat order.

“Hanya saya sendiri belum tahu gimana bisa mendapatkan jaringan-jaringan yang mau berkolaborasi seperti itu. Selaku ketua forum petani milenial saya punya banyak data komoditas dari petani langsung dengan harga terjangkau dan kualitas terjaga,” terang Janu.

“Hanya menggandeng universitas/perusahaan startup itu yang belum tahu jalurnya,” terang Janu lagi.

Dia mengatakan pernah menyampaikan keluhannya itu saat ditanya mengenai koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabuaten Sukoharjo.  Namun pihaknya terkendala pembuatan market place.

“Harapan kami kan tidak beli aplikasi, tapi kolaborasi dengan akademisi untuk sebuah inovasi. Kalo kolaborasi dengan akademisi kan lebih enak fleksibel dan simboisis mutualisme karena bisa saling mengevaluasi. Kalo beli kebetulan kami butuh pengembangan kan perlu biaya lagi,” terang Janu.

Baca juga: Baru Saja Diresmikan, Hetero Space Solo Langsung Punya Puluhan Member

Janu berharap jika ada mahasiswa agrobisnis atau pun ahli teknologi bisa berkolaborasi dengan pihaknya yang tahu perihal ketersediaan produk pertanian yang berkualitas.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Kepala DPP Sukoharjo, bagas Widaryatno mengatakan pihaknya mendukung apa yang disampaikan Presiden Jokowi terkait peningkatan startup pertanian. Hal itu juga untuk menarik minat kaum milenial menjadi petani.

“Ini bisa untuk menarik petani milenial maka harus dengan konsep cara berpikir dan passion anak muda. Di Sukoharjo kami juga mendorong agar penggunaan startup market place dan lainnya sedang kami rintis melalui Forum Petani Milenial di Sukoharjo,” terang Bagas.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Transaksi Nontunai di Sragen Tertinggi di Soloraya, Kedelapan Nasional

      Implementasi transaksi nontunai di Sragen di klaim tertinggi di Soloraya. Pemkab Sragen sudah menerapkan transaksi nontunai untuk setiap pembayaran hampir di semua bidang.

      Liga 3 Tak Kunjung Dimulai, Sejumlah Pemain Persiwi Wonogiri Menganggur

      Seluruh kompetisi resmi sepak bola dari Liga 1 hingga Liga 3 di Tanah Air belum kunjung bergulir sejak munculnya tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kota Malang, awal Oktober 2022.

      Polres Klaten Serahkan Bantuan 40 Sak Semen ke Masjid Miftahul Jannah Jimbung

      Polres Klaten menyerahkan bantuan guna mendukung renovasi Masjid Miftahul Jannah, Dukuh Ngasinan, Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes.

      Ini Profil Aipda Joko Mudo, Penumpang Helikopter Polisi yang Jatuh asal Sragen

      Aipda Joko Mudo menjadi salah satu korban jatuhnya Helikopter polisi. Ia dikenal sebagai sosok yang baik dan berhasil mengangkat derajat keluarga.

      Gunakan Knalpot Brong di Jl Slamet Riyadi Solo, 5 Sepeda Motor Disita

      Call center tim Sparta Polresta Solo banyak menerima aduan dan keluhan pengguna jalan maupun masyarakat lantaran terganggu suara knalpot brong.

      Filosofi Klepon, Kudapan yang akan Hadir di Pernikahan Kaesang-Erina

      Kue klepon merupakan makanan ringan tradisional yang berasal dari Jawa. Diceritakan, klepon untuk kali pertama diperkenalkan oleh imigran Indonesia kepada masyarakat Belanda pada 1950-an.

      Penumpang Helikopter Jatuh Asal Sragen Ditemukan, Keluarga Korban Bisa Menerima

      Salah satu penumpang helikopter polisi yang jatuh asal Sragen, Aipda Joko Mudo, telah ditemukan namun dalam kondisi meninggal dunia. Keluarga korban ingin almarhum dimakamkan di Sragen.

      Jejak Harta Karun Emas di Musuk Boyolali: Disebut Pripih, Bertulis Huruf Kawi

      Temuan artefak kebudayaan di Boyolali berbentuk pripih yang diyakini sebagai harta karun pada zaman dulu.

      3 Produk Pangan Strategi Ludes dalam 2 Jam di Pasar Murah Sragen

      Pasar murah itu dihelat sebagai rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 Provinsi Jateng.

      Besok, Instalasi Lampu Meriahkan Natal di Kawasan Pasar Gede Solo Dinyalakan

      Panitia akan menyalakan instalasi lampu perayaan Natal di Jl. Jenderal Sudirman dan Urip Sumoharjo pada Kamis (1/12/2022).

      Fixed! Dewan Pengupahan Sukoharjo Usul UMK 2023 Naik Rp140.121

      Dewan Pengupahan Sukoharjo telah mengusulan kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2023 sebesar 7,01 persen dari UMK sebelumnya.

      Soal UMK 2023, Diskopnaker Boyolali: Baru Persiapan Pleno Dewan Pengupahan

      Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Diskopnaker) Boyolali masih menunggu persiapan pleno dewan pengupahan soal UMK Boyolali.

      2.063 Pelari dari 11 Negara akan Ikuti Siksorogo Lawu Ultra di Karanganyar

      Siksorogo Lawu Ultra 2022 hadir dengan kategori 15 K, 30 K, 50 K, dan 80 K dengan batas waktu lari untuk laki-laki 23 jam, perempuan 24 jam.

      13 Pohon Natal Semarakkan Natal kawasan Jensud Solo

      Lampion khas Natal merupakan yang menjadi kali pertama diadakan kawasan Balai Kota Solo.

      Pendaftaran PPK PPS Ditutup, Bawaslu Boyolali Beri Lima Imbauan

      Ketua Bawaslu, M. Mahmudi, mengimbau agar proses perekrutan PPK dan PPS oleh KPU berpedoman pada peraturan yang berlaku, yakni Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2022.