Ditangkap! Ini Tampang Pemerkosa Remaja SMP "Budak Seks" Pati

Tersangka kasus pemerkosaan dan penyekapan yang menjadikan remaja SMP di Pati sebagai budak seks akhirnya ditangkap.

 Tersangka pemerkosaan remaja SMP budak seks di Pati saat digelandang di Mapolres Pati. (Murianews/Umar Hanafi)

SOLOPOS.COM - Tersangka pemerkosaan remaja SMP budak seks di Pati saat digelandang di Mapolres Pati. (Murianews/Umar Hanafi)

Solopos.com, PATI — Pelaku pemerkosaan dan penyekapan yang menjadikan remaja SMP di Pati, Jawa Tengah, sebagai budak seks selama berbulan-bulan akhirnya ditangkap.

Pelaku berinisial PH ditangkap pada Sabtu (13/8/2022) di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) saat hendak kabur ke Papua.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

PH digelandang ke Mapolres Pati dan dihadirkan dalam konferensi pers pada Senin (15/8/2022). Kini, dia ditetapkan sebagai tersangka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

”Pada hari Sabtu tanggal 13 Agustus 2022 sekitar pukul 13.00 WIT, (kami) berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka di atas Kapal yang ditumpanginya yang berlabuh di sekitar Laut Alor NTT, selanjutnya tersangka dibawa ke Polres Pati,” ujar Kapolres Pati AKBP Christian Tobing.

PH diduga melakukan penyekapan dan menjadikan remaja SMP di Pati sebagai budak seks selama empat bulan. Hal inilah yang membuat korban mengalami trauma psikologi dan hamil.

Baca juga : Kronologi Remaja SMP di Pati Jadi Budak Seks: Hilang Sejak Mei

Tersangka melancarkan aksinya di rumahnya, Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah setelah mengenal korban melalui media sosial.

”Pada saat korban masih belajar secara daring, korban yang dibekali HP oleh orang tuanya kemudian kenal dengan tersangka dan berlanjut tersangka datang di rumah korban pada saat kedua orang tuanya pergi bekerja,” tutur Kapolres Pati.

Selanjutnya, korban dan tersangka bertukar nomor HP dan komunikasi melalui Whatshapp. Suatu ketika, tersangka datang menjemput korban di rumah.

Baca juga : Remaja SMP di Pati Jadi Budak Seks Berbulan-Bulan, Pelaku Menghilang

Kemudian, remaja SMP di Pati itu dibawa ke rumah tersangka dan dijadikan budak seks dengan disetubuhi berulang kali sampai sekitar empat bulan. Saat ini korban hamil empat bulan dan sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Pati.

”Kondisi rumah tersangka yang kumuh dan tidak layak huni yang ditempati sendiri oleh tersangka. Suatu saat korban ingin pulang tetapi korban mengaku dipukuli tersangka sehingga korban tidak berani meminta pulang,” pungkas dia.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Lemkapi: Intelijen Kecolongan, Propam Audit Investigasi Tragedi Kanjuruhan

      Lemkapi meminta Div Propam Polri untuk melakukan audit investigasi pengamanan tragedi kerusuhan pertandingan sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

      Tragedi Kanjuruhan: Polri Kirim Tim DVI & Dokter RS Bhayangkara ke Malang

      Kapolri memberangkatkan Tim DVI Mabes Polri dan dokter RS Bhayangkara Malang, Kediri, dan Surabaya ke Malang guna mempercepat identifikasi korban dan pelayanan kesehatan kepada korban luka.

      Gas Air Mata, Penyebab Tragedi Stadion Nasional Peru, Kini Kanjuruhan

      Tragedi penembakan gas air mata yang menyebabkan jatuhnya ratusan korban jiwa di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022), pernah terjadi di Lima, Peru yang mengakibatkan 328 orang tewas.

      Kompolnas akan Supervisi dan Evaluasi Tragedi Kerusuhan Kanjuruhan Malang

      Kompolnas akan melakukan supervisi dan evaluasi tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur mulai dari persiapan pertandingan, antisipasi, dan pengamanan pertandingan sepak bola.

      Bela Polisi Malang, Menkopolhukam: Kalau Ndak Pakai Gas Air Mata Kewalahan

      Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud Md. memberikan pembelaan atas tindakan polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan suporter yang beringas.

      2 Kesalahan Besar Panpel Arema FC Vs Persebaya Versi Menkopolhukam Mahfud Md

      Panitia pertandingan Arema FC vs Persebaya melakukan dua kesalahan fatal yang akhirnya menjadi pemicu kerusuhan terbesar kedua dalam sejarah sepak bola di dunia itu.

      Profil AH Nasution Jenderal yang Selamat dari Peristiwa G30S/PKI

      Berikut ini Solopos.com rangkumkan profil Abdul Harris Nasution Jenderal TNI yang selamat dari peristiwa Gerakan 30 September atau lebih dikenal dengan G30S/PKI.

      Gugatan Ditolak PTUN, Eks Pegawai KPK Segera Ajukan Banding 

      Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta menolak dua gugatan mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait tes wawasan kebangsaan (TWK).

      Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Bakal Ditinjau Xi Jinping dan Jokowi

      Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo alias Jokowi bersama Presiden China Xi Jinping pada bulan November 2022 mendatang.

      KPK dan Aktivis Papua Minta Lukas Enembe Setop Provokasi Rakyat Papua

      Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Gubernur Papua Lukas Enembe tidak memprovokasi masyarakat supaya tidak memperkeruh suasana. 

      GoTo dan Nadiem Makarim Kembali Digugat Rp41,9 Triliun

      Pemilik ojek online Bintaro Hasan Azhari kembali menggugat PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Nadiem Anwar Makarim atau Nadiem Makarim ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 

      Kapolri Listyo Sigit Pesan Begini Jelang Pemilu 2024

      Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyerukan pentingnya persatuan dan kesatuan menjelang Pemilihan Umum atau Pemilu 2024. 

      Eks Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti Segera Disidang Kasus Suap Perizinan

      KPK menduga terjadi penyerahan uang secara bertahap dengan nilai minimal sekitar Rp50 juta dari OoN untuk Haryadi Suyuti melalui tersangka TBY dan untuk tersangka NWH.

      Jenazah 4 Pekerja Korban KKB Papua Diterbangkan ke Kampung Halaman

      Empat orang tersebut menjadi korban KKB Papua dalam peristiwa penyerangan pekerja jalan Trans Papua Barat, beberapa hari lalu.

      Polda Papua Kejar Warga Mabuk Pembakar Kantor Distrik Kebo

      Dia menyatakan, kasus pembakaran Kantor Distrik Kebo kini dalam proses penyelidikan dan penyidikan Satuan Reserse Kriminal Polres Paniai.