Distribusi Logistik Pilkada Wonogiri Mundur 3 Hari dari Jadwal, Kenapa?
Petugas memasukkan kelengkapan ke dalam kotak suara di Gedung PGRI Wonogiri yang difungsikan sebagai gudang logistik pilkada, Selasa (1/12/2020). (Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI -- Pendistribusian logistik pemilihan kepala daerah atau Pilkada Wonogiri 2020 mundur tiga hari dari jadwal semula. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri berencana mendistribusikan seluruh logistik mulai Jumat (4/12/2020).

Tadinya, pendistribusian logistik pilkada sesuai jadwal Selasa (1/12/2020). Pendistribusian logistik itu akan melibatkan Kantor Pos sebagai pihak yang bekerja sama dengan KPU. Prosesnya bakal mendapat pengawalan ketat polisi.

Pantauan Solopos.com di Gedung PGRI Wonogiri yang dimanfaatkan sebagai gudang logistik pilkada, Selasa, logistik sudah ditata dan diseting sedemikian rupa. Sejumlah petugas memasukkan kelengkapan logistik ke dalam kotak suara.

1.231 Saksi Dari PDIP Untuk Pilkada Solo 2020 Jalani Rapid Test Rabu, Ini Lokasinya

Ketua KPU Wonogiri, Toto Sih Setyo Adi, kepada Solopos.com, menyampaikan pendistribusian logistik Pilkada Wonogiri 2020 mundur karena ada logistik yang belum sampai, yakni plano.

Hal ini menjadi permasalahan semua daerah penyelenggara pilkada serentak di Jawa Tengah. Perusahaan percetakan memastikan plano dikirim pada Rabu (2/12/2020) dan diperkirakan sampai Wonogiri sore atau malam hari.

Gandeng Kantor Pos

Setelah plano sampai, KPU akan langsung menyortir dan mengaturnya ke dalam setiap kotak suara. Menurutnya, proses itu bisa selesai dalam satu hari. Setelah rampung logistik akan didistribusikan pada Jumat.

Warga Polokarto Sukoharjo Jadi Korban Pengeroyokan Di Halaman Kantor Desa Gentan Bendosari

“Kami menggandeng Kantor Pos sebagai pihak yang mendistribusikan logistik Pilkada Wonogiri. Kerja sama seperti ini pernah kami jalin saat Pemilu 2019 lalu. Kami memilih Kantor Pos karena profesional dalam urusan pengiriman logistik. Sebagai BUMN pasti kinerjanya dapat dipertanggungjawabkan. Dengan begitu kami enggak khawatir logistik bakal hilang,” kata Toto.

Toto melanjutkan proses pendistribusian akan mendapat pengawalan ketat polisi sejak dari gudang hingga tempat tujuan. Pendistribusian itu secara bertahap, yakni ke tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan atau PPK terlebih dahulu.

Selanjutnya logistik didistribusikan ke tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) atau panitia tingkat desa/kelurahan. Setelah itu logistik harus sudah terkirim ke tingkat tempat pemungutan suara atau TPS pada Selasa (8/12/2020) atau sehari sebelum pemungutan suara.

Pemkot Solo Mulai Siapkan Vaksinasi Covid-19, Nakes Jadi Sasaran Pertama

“Dari pengalaman sebelumnya, distribusi logistik bisa sampai ke tingkat TPS dalam waktu tak lama. Jadi tak ada kekhawatiran logistik bakal telat sampai TPS. Semua sudah terencana dengan baik,” imbuh Toto.

Sesuai Kebutuhan

Menurut Toto, logistik Pilkada yang sampai ke KPU Wonogiri sudah sesuai dengan kebutuhan. Logistik itu terdiri atas logistik pemilihan dan alat pelindung diri atau APD. Logistik pemilihan seperti surat suara, kotak suara, berbagai formulir, tinta, dan sebagainya.

Sedangkan logistik APD seperti hazmat, thermogun, face shield, masker, sarung tangan, dan sebagainya. Surat suara sebanyak 860.210 lembar terdiri atas 858.210 lembar sesuai daftar pemilih tetap atau DPT. Serta surat suara cadangan sebanyak 21.812 lembar atau 2,5 persen dari DPT, dan 2.000 lembar untuk antisipasi jika terjadi pemungutan suara ulang.

Simulasi PTM Jenjang SMP Solo Disetop Sementara, Ini Penyebabnya

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Wonogiri, Ali Mahbub, mengaku belum menemukan masalah yang krusial ihwal logistik pilkada. Menurutnya, KPU sudah memiliki tata kelola logistik yang baik.

Ia berharap jika ada kekurangan logistik KPU segera berkoordinasi dengan tingkat atas.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom