Kategori: Jateng

Distankan dan Satpol PP Operasi Non Yustisi Pedagang Daging Salatiga


Solopos.com/R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com

Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Salatiga menggelar operasi non yustisi di Pasar Raya I Salatiga.

Solopos.com, SALATIGA – Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Salatiga menggelar operasi non yustisi di Pasar Raya I Salatiga, Kutowinangun Kidul, Tingkir, Kota Salatiga, Jawa Tengah (Jateng), Senin (7/11/2016).

Operasi non yustisi adalah operasi yang digelar untuk menegakkan hukum melalui pendekatan yang sifatnya lebih ke arah preventif atau pencegahan. Sesuai dengan nama operasi yang digelar, Asih Yustitah perwakilan dari Distankan mengimbau pedagang daging di pasar menjaga kebersihan dagangannya agar tidak cepat rusak.

Asih Yustitah kemudian juga menasihati pedagang daging yang ditemuinya. "Bu, kalo kulakan daging jangan mau yang basah karena akan mudah bau dan busuk. Belilah daging yang kering atau kadar airnya sedikit, karena daging jenis ini awet, jangan lupa jaga kebersihan tempatnya agar tidak mengundang lalat," ujarnya seperti dikutip Semarangpos.com dari Salatigakota.go.id.

Operasi tersebut dipimpin Kepala Seksi (Kasi) Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satpol PP Kota Salatiga Achmad dan dibagi menjadi dua kelompok. "Kelompok pertama targetnya adalah pedagang daging di pasar, sedangkan kelompok kedua sasrannya adalah pusat oleh-oleh, utamanya olahan daging seperti abon," terang Achmad.

Sementara itu, Asih Yustitah juga memberikan penjelasan terperinci pentingnya menghilangkan daging yang memar kepada pedagang daging. "Daging yang memar ini akan cepat membusuk karenanya harus dibuang, agar tidak mempengaruhi bagian daging yang lain. Tidak hanya itu bagian daging yang kadar airnya tinggi atau basah juga harus diambil karena dampaknya sama. Kita tidak bisa dibohongi terkait masalah baik atau jeleknya daging, karena dengan menggunakan meat pH meter akan diketahui kadar air serta pH daging tersebut. Kita juga bisa mengetahui dengan melihat secara jeli dan memegangnya," paparnya memerincikan. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Share
Dipublikasikan oleh
Rahmat Wibisono