Sejumlah narasumber memberikan paparan dalam diskusi bidang pariwisata yang digelar SMSI Wilayah Jateng di Semarang, Sabtu (24/11/2018). (Antara-I.C.Senjaya)

Solopos.com, SEMARANG — Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah mengaku kesulitan mengontrol konten negatif sektor pariwisata di media sosial.

"Kami ada tim yang memantau. Kontrolnya sangat sulit karena ini menyangkut kepentingan banyak pihak dan tidak ada yang mengendalikan," kata Kepala Disporapar Jawa Tengah Urip Sihabuddin saat menjadi pembicara dalam diskusi pariwisata yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Wilayah Jawa Tengah, di Kota Semarang, Jateng, Sabtu (24/11/2018).

Tren tentang unggahan negatif berkaitan dengan pariwisata di media sosial, lanjut dia, terus ada pada beberapa waktu terakhir ini. Kebanyakan unggahan negatif ini merupakan pengalaman pribadi yang diunggah ke media sosial. "Misalnya persoalan sampah di suatu hotel atau tempat wisata," katanya.

Menurut dia, diperlukan etika dalam bermedia sosial yang mendorong budaya yang mengarah ke optimisme membangun. Ia mempersilakan masyarakat memberi kritikan membangun soal pariwisata. "Yang bagus silakan sampaikan dengan baik. Tetapi yang tidak baik sampaikanlah dengan bahasa yang bagus," katanya.

Sementara Ketua PWI Jawa Tengah Amir Mahmud mengingatkan perlunya ada kolaborasi antara media arus utama dengan media sosial dalam mendukung hal-hal yang bersifat mempromosikan pariwisata. "Upaya ini untuk memerangi hal-hal yang mengganggu pencitraan pariwisata," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten